
Ayu menghubungi Aprilio, tetapi panggilannya tidak diangkat. Meski sudah beberapa kali dihubungi tetap tidak diangkat.
"Apa April marah, sama aku, ya?" Ayu bermonolog.
Kemudian Ayu, mengirim pesan kepada Aprilio. Dia berharap pesannya dibaca dan balik menghubunginya.
[April, kamu sedang apa?]
[Kamu tidak marah 'kan sama Aku?]
[Aku ingin bicara dengan kamu. Hubungi aku segera setelah kamu baca pesanku ini]
Sudah satu jam lebih, tetapi Aprilio belum juga menghubungi Ayu. Leo yang melihat kecemasan pada wajah kekasihnya. Menawarkan untuk mencari tahu keberadaan Aprilio dengan mengirimkan orang suruhannya untuk mendatangi rumah keluarga Hadikusumo.
"Kak Leo, tolong suruh orang untuk mencari keberadaan April. Aku tidak tenang sebelum tahu keadaanya," pinta Ayu dengan mata mulai berembun.
"Ya. Baby, tenang saja. Secepatnya kita akan tahu keberadaan April," balas Leo sambil mengelus pipi Ayu.
"Terima kasih."
***
Aprilio yang kelelahan karena banyak mengerjakan tugas kampusnya, tanpa sadar sudah tertidur di meja belajarnya. Sementara handphone miliknya disimpan di atas tempat tidur.
Aprilio dibangunkan oleh Junia karena ada orang suruhan Leo datang ke rumah mereka. Aprilio yang terkejut karena sudah tidur dalam jangka waktu yang lama. Langsung menghubungi Ayu, begitu melihat pesannya.
__ADS_1
"Halo, Ayu. Ada apa?" tanya Aprilio.
[Aku ingin bicara dengan kamu. Tetapi, kamu nggak mengangkat panggilan dari aku, tadi.]
"Maaf. Aku tanpa sadar tertidur saat mengerjakan tugas kampus yang begitu banyak. Kamu cepat pulang dan bantu aku mengerjakan tugas-tugas ini!" kata Aprilio dengan nada bergurau agar sahabatnya itu, bisa kembali ke rumahnya.
[Giliran tugas kampus, kamu lempar sama aku!]
Aprilio tertawa dengan renyah dan berkata, "Bukannya kamu selama ini dengan senang hati mengerjakan tugas-tugas milik aku."
[Iya. Mudah-mudahan besok aku sudah bisa pulang! Nanti aku bantu kamu kerjakan tugas itu. Apa sekarang kamu bisa datang ke rumah sakit?]
"Apa bisa besok saja? Ini sudah malam." Aprilio melihat jam di dinding menunjuk pukul 20.00 dan itu akan kemalaman kalau berangkat sekarang.
[Kalau begitu pagi-pagi sekali kamu kesini, ya!]
[Tidak perlu. Cukup kamu datang dalam keadaan baik-baik saja, itu sudah membuatku senang.]
"Baiklah. Selamat malam, semoga bermimpi indah," lanjut Aprilio.
[Bagi juga untukmu, sobat. Semoga bermimpi indah!]
Begitu mereka selesai berbicara lewat telepon. Aprilio merebahkan badannya dan menatap langit-langit kamar. Pikirannya melayang pada kejadian sore tadi saat Julia bilang suka padanya. Aprilio malah tertawa karena tidak menyangka akan mendapat ungkapan cinta seorang Julia Ratu Wijaya. Gadis sombong dan selalu berbuat semaunya tanpa memikirkan efek kedepannya akan terjadi apa.
Kalau laki-laki kebanyakan melihat wanita dari penampilannya. Aprilio justru melihat dari tingkah lakunya mau itu perbuatan atau ucapan dia. Juli termasuk di kelompok yang punya peringai buruk di mata Aprilio. Tanpa pikir panjang lagi, dia menolak pernyataan cinta Julia.
__ADS_1
***
Sesuai janji semalam. Aprilio datang ke rumah sakit pagi-pagi sekali. Dia membawa beberapa cemilan kesukaan Ayu. Saat masuk ke dalam kamar inap, tempat Ayu dirawat, dia melihat Leo sedang menyuapi Ayu. Tawa riang terdengar dari keduanya.
'Syukurlah kamu bisa tertawa bahagia lagi. Ternyata keputusan aku tepat. Dengan melepas dirimu untuknya, aku bisa melihat rona merah, tawa, dan pancaran mata yang berbinar di wajahmu yang kemarin sangat Pucak itu,' batin Aprilio.
Ayu melambaikan tangannya ketika melihat Aprilio datang. Leo pun mengalihkan penglihatannya ke arah pintu. Kemudian dia, tersenyum ramah. Aprilio pun membalas senyuman itu.
"Ada apa, sih? Menyuruh aku datang pagi-pagi." Aprilio meletakan keresek makanan di nakas dekat brankar. Ayu tahu kalau sahabatnya itu membawa makanan cemilan kesukaannya.
"Itu ...." Ayu menyerengeh ke arah Aprilio.
"Perasaan aku jadi nggak enak, nih," kata Aprilio.
***
Apa yang akan dibicarakan oleh Ayu kepada Aprilio? Bagaimana kabar Aries?
Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu klik like, favorit, hadiah dan Vote-nya juga. Dukung aku terus. Terima kasih.
Teman-teman mampir juga ke karya teman aku, ya! Ceritanya bagus loh. Yuk, baca!
Judul : Dendam
Karya : nazwa talita
__ADS_1
Setelah disiksa, dikhianati, dan dibuang di suatu tempat dalam keadaan tak bernyawa, Gendis bertekad mengubah takdir demi membalas dendam pada Arga Demian, pria tampan berhati iblis yang pernah menjadi kekasih rahasianya.
Akankah Gendis berhasil membalaskan dendam dan sakit hati pada pria yang selama ini terus bersemayam di hatinya? Ataukah dia justru kembali terjebak dan terjerat pada pesona Arga Demian dan kembali menjatuhkan hatinya pada pria itu?