Ayu Sang Penakluk

Ayu Sang Penakluk
#Castello Junior


__ADS_3

     Libra dan September menanti hasil test pack. Keduanya sudah tidak sabar.


"Sudah bisa dilihat belum hasilnya?" tanya Libra sambil memandangi wadah kecil yang berisi 3 alat tes kehamilan.


"Sabar, Kak." September membelai pipi suaminya. Padahal sebenarnya dia juga sama sudah tidak sabar.


     Tangan September gemetar saat mengambil salah satu alat kehamilan itu. Dilihatnya ada dua garis merah. 


Aaaahk!


     Air mata September langsung mengalir. Beranak di pipinya. Begitu juga dengan Libra yang sedang memegang dua alat test pack. Dia tahu kalau tanda dua garis merah itu tandanya kalau sang istri sedang hamil.


"Sayang, beneran kan ini hasilnya positif. Kamu hamil?" Libra memeluk erat tubuh September.


"Iya, Kak. Semoga saja kali ini benar kalau aku hamil," jawab September.


"Semoga saja hasil kerja kita setiap hari selama sebulan lebih ini, tidak sia-sia." Libra mencium mesra September.


"Iya, Kak. Aku tidak sabar menanti kedatangan Castello junior di sini," kata September sambil mengelus perutnya.


" Begitu juga dengan aku, Sayang. Kita ke rumah sakit ibu dan anak, nanti setelah sarapan, ya!" ajak Libra dan di angguki oleh kepala istrinya.


***


     Juli dan keluarganya mengambil jam keberangkatan di pagi hari. Tadinya mereka mau pergi dengan pesawat pribadi, hanya saja sang pilot mendadak sakit jadi mereka naik yang komersil.

__ADS_1


"Kakek ... Nenek, hati-hati di jalan, ya! Jika sudah sampai di sana, beritahu kami," kata Februari sambil memeluk tubuh renta itu.


"Hubungi aku juga kamu sudah sampai di sana!" titah Aprilio kepada Juli. 


    Kedua pemuda dan pemudi itu berdiri agak jauh dari orang tuanya. Mereka ingin menikmati momen hanya berduaan saja yang dirasa nanti akan dirindukan.


"Aku pasti akan merindukan kamu saat di sana nanti," kata Julia sambil memandangi wajah Aprilio yang lebih tinggi darinya.


"Ya, sepertinya aku juga akan merasa kehilangan suara gaduh kamu saat di pagi hari," balas Aprilio sambil tersenyum.


     Julia satu bulan ini tinggal dengan Meina dengan alasan ingin belajar memasak ke pada Mama-nya Ayu itu. Padahal dia ingin agar setiap hari bisa bertemu atau melihat pujaan hatinya. Hasilnya setiap pagi, sore, dan malam, mereka pasti bertemu. Julia juga selalu mengunjungi rumah Aprilio atas undangan Junia.


"Juli, ayo!" panggil Kakek Wijaya.


"Ya. Sampai jumpa! Semoga kamu menikmati waktu liburan di sana." Aprilio membalas ciuman di kening Julia dan membuat si gadis merona.


***


     Kediaman keluarga George Louis, kini sudah terasa lagi kehangatan dari para penghuninya. Setelah kejadian naas itu, Gemini menjalani pengobatan baik fisik maupun mentalnya. Dia banyak sekali mendapat dukungan dari orang-orang yang berada di sekitarnya.


"Mama ... Papa, hari ini aku mau pergi ke kantor." Gemini datang dengan setelan formal untuk pergi ke kantornya.


"Sama siapa kamu akan pergi?" tanya Tuan George Louis.


"Sama Aries, Pa. Dia akan membawa motor hari ini dan kita akan meninjau langsung lokasi proyek. Mau lihat sudah sejauh mana proses pembuatannya," jawab Gemini.

__ADS_1


     Untuk saat ini Gemini masih takut untuk naik mobil. Namun, Aries selalu mengajaknya bersepeda setelah itu seminggu kemarin dia mencoba menggunakan motor. Meski awalnya takut, tetapi sekarang sudah tidak.


"Iya, nggak apa-apa kalau kamu mau pergi sama Aries," lanjut Nyonya George Louis.


     Mereka bertiga sarapan bersama diselingi pembicaraan yang menyenangkan agar perasaan Gemini tidak terpuruk lagi. Orang-orang di sekitar janda kembang itu tidak pernah membicarakan sesuatu yang membuatnya sedih. Ini adalah cara terapi agar pengobatannya berhasil dengan cepat. Meski kondisi Gemini masih dalam pengawasan kedua dokternya.


"Selamat pagi, Om ... Tante, dan Gemini. Apa sudah siap untuk pergi sekarang?" Aries datang menjemput.


"Sudah siap, ayo!" Gemini beranjak dari kursinya.


"Eh, tunggu aku lupa bawa berkas milik Januari. Tunggu sebentar, ya." Gemini menaiki anak tangga menuju ruang kerjanya.


"Aries terima kasih selalu ada di samping Gemini selama ini. Apa kamu bersedia jika kita menjodohkan kamu dengannya?" tanya Tuan George Louis.


"Maaf Om, saya menolaknya. Karena bagi saya Gemini adalah salah satu sahabat terbaik yang mungkin sampai kapanpun akan begitu dan tidak berubah," tolak Aries.


Gemini yang kembali lagi dan tidak jadi membawa berkas karena sudah ada di dalam tasnya. Dia mendengar pembicaraan Papa-nya dengan Aries.


***


Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu klik like, komentar, favorit, hadiah, dan Vote-nya juga. Dukung aku terus. Terima kasih.


Sambil menunggu Ayu up bab berikutnya, baca juga karya teman aku ya. Ceritanya nggak kalah seru loh.


__ADS_1


__ADS_2