Ayu Sang Penakluk

Ayu Sang Penakluk
#Libra vs Penjahat


__ADS_3

     Mesin bianglala sudah bisa berfungsi dengan baik, sehingga roda raksasa itu kembali berputar. Gemini yang sejak tadi ketakutan merasa lega setelah bergerak lagi.


"Tenanglah jangan takut. Semua akan baik-baik saja." Aries masih memeluk tubuh Gemini yang tadi bergetar hebat.


"Bagaimana dengan penumpang lainnya?" tanya Gemini.


"Mereka sepertinya baik-baik saja," jawab Aries.


"Syukurlah."


     Gemini dan Aries pun keluar dari kotak besi itu. Semua orang sudah menyambutnya di sana.


"Gemini!" Nyonya George Louis merentangkan kedua tangannya dan berlari ke arah putrinya. Begitu juga dengan Gemini menyambut pelukan sang ibu.


"Kamu tidak apa-apa 'kan, Sayang?" tanya Mamanya.


"Aku tidak apa-apa, Ma. Ada Aries yang menjagaku," jawab Gemini.


"Syukurlah. Kamu membuat Mama dan Papa, ketakutan setengah mati. Saat mendengar kabar kalau kamu terjebak di dalam kotak boks bianglala," terang Nyonya George Louis.


"Terima kasih, Mama. Sudah mengkhawatirkan diriku," balas Gemini.

__ADS_1


***


     Libra dan yang lainnya mengepung tempat laki-laki yang diduga sebagai pelaku. Dia menyelinap masuk ke dalam rumah tua yang halamannya di penuhi oleh ilalang. Dilihat dari keadaannya di sana, meski sudah tua bangunannya, tetapi masih sangat terawat.


     Libra berhasil masuk ke dalam rumah. Dia memasuki setiap ruangan yang ada di dalam sana. Terdengar sayup-sayup suara seseorang sedang bersenandung riang. Menyanyikan lagu zaman tempo dulu.


     Secara pelan namun pasti Libra menerjang tubuh laki-laki yang sedang bernyanyi sambil membersihkan pistol. Akibat serangan tiba-tiba dari Libra barusan, pistolnya terlepas dan jatuh ke lantai tidak jauh dari mereka.


"Siapa kamu?" tanya laki-laki itu.


"Siapa nama aku? Itu tidak penting bagi kamu yang akan membusuk di dalam penjara," jawab Libra.


"Kenapa kamu menyusup masuk ke dalam rumahku? Ini sudah melanggar hukum! Aku bisa menuntut kamu," balas laki-laki itu lagi.


"Kalian para konglomerat suka sekali mempermainkan hukum negara. Hanya karena punya banyak uang, bisa berbuat sesuka hati!" Laki-laki paruh baya itu mengambil gelas dan melemparkannya ke arah Libra. Namun, pemuda itu berhasil menghindarinya, sehingga mengenai dinding dan pecah menjadi kepingan.


"Jangan suka memandang kami seperti itu!" Libra berlari ke arah laki-laki paruh baya itu dan menendangnya sampai menubruk meja makan.


"Asal kamu tahu saja, tidak semua orang kaya dan banyak uang, suka berbuat seenaknya seperti yang kamu pikirkan," ujar Libra sambil memukul rahang lawannya.


"Tapi, pada kenyataannya banyak yang seperti itu!" Pria itu tertawa terkekeh setelah berhasil mendorong tubuh Libra.

__ADS_1


"Itu orang kaya yang kamu kenal. Masih banyak orang kaya yang tidak kamu kenal lebih baik dari dirimu," balas Libra dengan rasa jengkel.


Laki-laki itu masih tertawa, kemudian melemparkan kursi meja makan ke arah Libra. Libra berhasil menghindarinya. Namun, tanpa di duga laki-laki itu melemparkan pisau buah ke arah Libra dan mengenai lengan kiri bagian atas.


"Akh! Si_alan kau, Pak Tua!" Libra mencabut pisau itu dan melemparkan kembali pada pria paruh baya itu dan mengenai pahanya, sehingga dia mengerang kesakitan.


"Kenapa kamu, merusak mesin bianglala?" tanya Libra saat berdiri di hadapan lawannya.


"Karena aku benci semua orang kaya! Mereka selalu bertindak sesuka hati. Saat kelakuan mereka merugikan orang lain, bahkan membuat nyawa orang lain melayang. Mereka tidak pernah mendapatkan hukuman yang setimpal. Cukup dengan membayar uang yang banyak, maka mereka terbebas dari hukum. Jadi, aku mau menegakkan hukum yang adil bagi kita orang miskin."


"Jadi, dia bukan sengaja mengincar Gemini?" gumam Libra.


Libra memberi aba-aba kepada para polisi yang sedang mengepung bangunan itu. Lalu ada beberapa orang polisi yang masuk dengan mengacungkan pistol ke arah pria itu.


"Angkat tangan! Menyerah 'lah dan jangan melawan!" Ketua Polisi memberikan perintah kepada si penjahat.


Si Penjahat itu pun akhirnya menyerah.


***


Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu klik like, favorit, komentar, hadiah, dan Vote-nya juga. Dukung aku terus. Terima kasih.

__ADS_1


Sambil menunggu Ayu up bab berikutnya. Baca juga karya teman aku ya, ceritanya bagus dan seru loh. Baca yuk!


Terlahir miskin dan jauh dari kata cantik membuatnya jadi rendah diri dan sering mendapatkan perundungan dan pembullian. Hingga ia menutup diri dari dunia luar walaupun ia mempunyai banyak mimpi. Hidupnya hanya dihabiskan di dalam rumah bersama Ayah dan Ibunya yang bagaikan istana buatnya. Hingga suatu peristiwa besar mengharuskannya keluar dari rumah yang bagaikan cangkang yang nyaman buatnya. Akankah mimpi-mimpinya akan menjadi nyata di luar sana? Akankah takdirnya bisa berubah menjadi lebih baik?


__ADS_2