Ayu Sang Penakluk

Ayu Sang Penakluk
#Vonis


__ADS_3

     Desember sudah memperkirakan akan adanya penangkapan terhadap dirinya. Setelah semalam dia menyadap pembicaraan Papa dan para pengusaha terkenal negeri ini. Untuk antisipasi dia semalam ingin pergi meninggalkan negeri ini terlebih dahulu. Namun, Papanya malah menahan karena merasa bisa menyelesaikan masalah ini. Buktinya sekarang dia sudah ditetapkan sebagai tersangka.


"Ahk ...! Si_al." Desember mengumpat karena marah.


     Berbeda dengan November, dia malah tenang-tenang saja meski dia juga ditetapkan sebagai tersangka. Sebab dia merasa dirinya tidak bersalah. Waktu kejadian kecelakaan itu dia juga sedang berada di luar negeri. Tidak ada satu pun bukti yang menunjukkan dirinya terlibat dalam kecelakaan itu. Semua bukti mengarah kepada Kembarannya.


***


"Tuan Ericsson, tolong kerja samanya. Jika Anda juga menghalangi tugas kami, maka Anda juga bisa terjerat hukum karena menyembunyikan tersangaka," jelas Pak Komisaris Polisi.


     Mau tidak mau Tuan Ericsson memanggil kepala pelayan untuk membawa Desember dan November. Tentu saja mereka menolak keinginan polisi itu. Mereka berdua meminta pengacara mereka yang mengurus semuanya. Sebelum ada keputusan hakim dipersidangan, kedua saudara kembar tidak mau di tahan di penjara. Mereka memilih tahanan rumah.


     Akhirnya dengan kekuasaan keluarga Ericsson, Desember dan November menjadi tahanan rumah. Rumah itu di jaga oleh 4 polisi.


***


     Gemini pun merasa terharu atas ditetapkannya Desember dan November jadi terangka. Kematian suaminya itu ternyata akibat kejahatan orang dari masa lalu suaminya. Meski dia sedih karena kehilangan orang yang dicintai, tetapi kehidupan rumah tangganya terasa sangat bahagia.


"Mulai sekarang bukalah lembaran baru. Suami kamu sudah mendapatkan keadilan," ucap Aries saat Gemini mengunjungi kantornya.


"Aku belum puas sebelum ketuk palu hakim menjatuhkan vonis atas mereka," balas Gemini. 


"Semoga saja hasil persidangan cepat keluar," lanjut Aries dan kembali melanjutkan pekerjaannya.


***

__ADS_1


     Ternyata persidangan kasus kecelakaan keluarga Gemini berjalan lancar. Persidangan kasus ini menjadi pusat perhatian warga, sehingga banyak wartawan yang meliput.


     Keluarga Ericsson pun tidak bisa berbuat apa-apa karena bukti kejahatan mereka benar-benar valid. Bukti rekaman dari mobil milik Masehi juga terselamatkan. Terlihat jelas mobil, nomor plat dan wajah Desember yang tertutup topi. Jam tangan langka milik Desember terlihat di dalam rekaman itu.


     November juga menjadi tersangka karena terseret karena kesaksian Desember. Rupanya dia tipe orang yang tidak mau hancur sendirian. Maka dia juga ajak saudara perempuannya di penjara.


     Desember di penjara 20 tahun sedangkan November di penjara 13 tahun. Mereka juga mendapat cebiran dan cemoohan dari warga.


"Kamu senang? Setelah menyeret aku ke penjara!" teriak November kepada Desember.


"Tentu saja aku senang, Novi tersayang. Kita harus sama-sama menanggungnya," ujar Desember sambil tertawa senang.


***


     Ayu yang kehamilannya sudah memasuki usia delapan bulan. Semakin mendapat perhatian lebih dari semua orang. Apalagi Leo sampai rela mengubah jadwal kerjanya. Dia bekerja di rumah agar bisa terus memantau keadaan Ayu. Istrinya juga sudah ambil cuti dari kuliahnya. Sehingga bisa diawasi oleh orang-orang di kediamannya.


"Baby, kenapa kamu belum juga tidur?" tanya Leo ketika di terbangun dari tidurnya melihat Ayu sedang mondar-mandir sambil mengusap perutnya yang sudah sangat besar.


"Aku tidak bisa tidur. Mereka tidak bisa diam. Bergerak terus," kata Ayu masih mengusap-usap perutnya.


     Leo pun meminta Ayu untuk berbaring. Lalu mengusap perut istrinya dan menciuminya.


"Sayang jangan main-main terus, ya. Kasihan Mama tidak bisa tidur," ucap Leo.


     Mendengar ucapan Leo, bayi-bayi itu langsung terdiam. Ayu merasa terharu karena anak-anaknya mau mendengar permintaan Papanya.

__ADS_1


"Terima kasih, Kak," bisik Ayu.


"Tidurlah!" Leo pun memeluk tubuh Ayu.


***


     Tidak jauh dari Leo, kondisi Libra pun sama. Dia yang selalu overprotektif terhadap September. Semakin besar usia kehamilan istrinya, dia selalu banyak bertanya ini itu kepada dokter kandungan dan juga orang tuanya. Selain itu dia juga semakin ketat dalam membatasi kegiatan September, kecuali kegiatan bercinta.


"Sayang, Baby girl nggak mau diam. Dari tadi aktif terus sampai-sampai aku merasa ngilu," kata September.


"Sepertinya, Baby girl rindu sama Papanya, Sayang. Hari ini aku belum meningginya," bisik Libra dan mendapat cubitan dari September.


***


     Sepertinya bayi milik Aquarius dan Januari yang paling anteng. Tidak suka merepotkan kedua orang tuanya. Dia tahu kapan Mamanya butuh istirahat dan kapan dia aktif bergerak.


"Sayang, bayi kita ini kayaknya mirip kamu, deh." Aquarius mengelus perutnya dengan lembut.


"Kenapa?" tanya Januari.


"Selalu anteng tidak suka banyak gerak kesana-kemari," jawab Aquarius sambil terkekeh.


"Yang penting bagi kita sehat," balas Januari.


***

__ADS_1


Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu klik like, komentar, favorit, hadiah, dan Vote-nya juga ya. Dukung aku terus. Terima kasih.


__ADS_2