
Rasa pedih di rasakan oleh Ayu saat ini. Dia begitu menyayangi kedua orang tuanya. Namun, rasa cinta kepada Leo sedang berkembang dari waktu ke waktu dan ini baru beberapa hari. Perasaan itu terus tumbuh. Kini bunga yang mulai bermekaran di hatinya dipaksa menjadi layu.
Dua pilihan yang sangat sulit bagi Ayu. Secerdas apapun dia bisa dalam menyelesaikan soal pertanyaan, tapi ketika dihadapkan dalam posisinya sekarang akan mengalami kesulitan.
"Kamu pilih mana Ayu? Orang tuamu atau kekasihmu?" tanya Mei dengan suara bergetar. Dia sebenarnya tidak mau memberikan pilihan seperti ini. Tidak akan ada seorang ibu yang rela membuang anaknya yang sudah dia kandung, lahiran, disusui dan dibesarkan dengan penuh cinta dan kasih sayang.
'Kenapa kamu harus mencintai laki-laki dari keluarga 'itu' Ayu? Apa yang membuat kamu bisa jatuh cinta kepadanya?' batin Agustus.
Agustus tidak mau nanti putri kesayangannya itu di permalukan dan dihina oleh keluarga Esteban, di muka umum. Kesulitan yang dialami oleh Agustus dan Mei saat menolak perjodohan dari keluarga Esteban, tidak akan pernah dia lupakan seumur hidupnya.
"Ayu .... Terima perjodohan ini." Ayu menangis tergugu dan menutup mukanya dengan kedua telapak tangannya.
Aprilio begitu terkejut dengan keputusan Ayu barusan. "Tidak! Aku menolak perjodohan ini!"
Oktober dan Juni kali ini yang dibuat keki sama putranya. Mereka sudah berusaha melakukan yang terbaik untuk anaknya.
"Kalau Papa dan Mama, mau mengusir aku, silakan saja. Aku bisa ikut tinggal di rumah Nenek." Aprilio menatap ke arah kedua orang tuanya.
"April!" Suara Juni menggelegar memenuhi ruang tamu keluarga Jaya.
"Sudah April bilang dari awal. Kalau April tidak mau dijodohkan. Akan aku cari sendiri calon istriku," ujar Aprilio.
"Tidak masalah kalau kamu menolak perjodohan ini. Tapi, Ayu tetap tidak akan Om dan Tante setujui untuk menjalin hubungan dengan Leo." Agustus melihat ke arah Aprilio.
Aprilio begitu terkejut mendengar ucapan Agustus. Dia tidak menyangka kalau kedua orang tua Ayu begitu menentang hubungannya dengan Leo.
'Apakah ada sesuatu yang membuat mereka tidak merestui Leo?' batin Aprilio.
Pandangan Aprilio kini tertuju ke arah Ayu yang masih nangis. Dia pun berdiri dan berjalan ke arah sahabatnya itu. Melihat Ayu begitu menyedihkan membuatnya juga ikut merasakan kesedihan. 'Kenapa kisah cinta kita begitu memilukan?'
"Ayu, apa kamu yakin dengan pilihan kamu ini?" tanya Aprilio begitu berdiri di hadapan Ayu.
Ayu menghapus air matanya dengan kasar. Meski begitu air matanya tidak mau berhenti keluar.
__ADS_1
"Ya, daripada dengan laki-laki lain yang belum tentu menyayangi aku seperti kamu. Aku terima perjodohan ini," jawab Ayu.
"Terima kasih. Semoga kamu tidak mengambil keputusan tidak salah." Aprilio memeluk tubuh Ayu kemudian membisikan, "kita nanti cari jalan keluar dari masalah ini bersama Leo."
Ayu pun mengangguk dalam pelukan Aprilio. Dia menumpahkan rasa sedihnya dalam pelukan orang yang selalu melindunginya.
***
Pembicaraan kedua keluarga ikut menghasilkan kalau Ayu dan Aprilio mengikat hubungan pertunangan tanpa adanya pesta sesuai keinginan kedua anak muda itu. Namun, di jari manis Ayu tersemat cincin berlian kecil tetapi cantik. Tentu saja meski kecil, harganya sangat fantastis.
Ayu dan Aprilio berbicara di dapur dengan pura-pura membuat teh manis. Kedua anak muda berbeda gender itu bicara berbisik-bisik.
"Kamu nanti harus menjelaskan kepada Leo. Kalau kita terpaksa melakukannya," kata Ayu.
"Iya, aku bilang padanya kalau kamu sudah mati-matian bahkan menangis kejer hanya ingin menjadikan dia pasangannya," balas Aprilio dengan memasang wajah sebal karena dari tadi gadis berpiyama itu berkata itu terus berulang-ulang.
"Terima kasih," ucap Ayu tertawa kecil sambil menggelitik dagu Aprilio. Kemudian, dibalas dengan sentilan di jidatnya.
***
Setelah acara perjodohan dadakan tadi, kini status Ayu menjadi tunangan Aprilio. Dia masih saja menitikan air matanya, padahal mata sudah bengkak, hidung merah, dan bibirnya juga bengkak dan memerah. Tidak beda jauh dengan sang sahabat yang kini sedang melakukan video call dengannya.
"Kenapa nasib percintaan kita begini, ya?" tanya Ayu.
[Ya, sungguh tragis!]
"Aku bingung bagaimana besok memberi tahu Kak Leo, tentang pertunangan ini," ujar Ayu sambil menghapus air matanya pakai tisu.
[Aku rasanya ingin kabur saja kalau bisa. Tapi pastinya nanti aku akan diburu oleh keluarga Kimberley dan Castello.]
Ayu tertawa mendengar perkataan September barusan. "Iya. Kamu benar! Pastinya mereka semua akan mengerahkan kekuatan dan kekuasaan yang mereka miliki," kata Ayu.
[Tapi, aku nggak menyangka kalau kamu dan Kak Leo jadian. Padahal dulu kamu paling kesal kalau sudah bertemu dengan dia. Tapi, sekarang kamu bucin sama dia.]
__ADS_1
Ayu dan September tertawa bersama. Mereka mengingat masa lalu Leo yang selalu menghina Ayu dan tertawa puas kalau kalau sudah membuatnya marah atau menangis.
"Apaan sih! Bukan aku, ya, yang bucin. Tapi, Kak Leo yang bucin sama aku!" Ayu tidak mau terima kalau dia lebih bucin dari Leo.
[Kalian sama-sama bucin akut! Kenapa nggak kawin lari saja? Kalau hubungan kalian di tentang. Biasanya 'kan kalau di film-film, kisah cinta ditentang oleh orang tua akan kawin lari. Pulang-pulang bawa anak baru mereka mendapatkan restu.]
September sudah bisa bicara seperti biasa, jeplak dan tanpa rem. Hanya Ayu yang bisa diajak bicara olehnya tanpa ada beban dan tekanan. Dia bisa mengungkapkan semua perasaan itu kepada sahabat baiknya.
"Gampang banget kamu ngomong! Emang kalau kawin lari kita nggak butuh rencana, uang dan hal yang lainnya? Bukan hanya pergi cuma bawa badan saja. Bagaimana kalau kita kelaparan atau kedinginan saat dalam pelarian itu?" Ayu memasang wajah sebal kepada September. Apalagi temannya itu malah tertawa ngakak.
[Oh, iya. Kenapa kedua orang tua kamu nggak merestui hubungan kalian? Apa yang kurang dari seorang Leo Alexi Esteban?]
"Entahlah, aku juga kurang tahu. Tapi, tadi Papa bilang keluarga Esteban itu keluarga diktator. Entah apa maksudnya?" Ayu kembali murung.
[Keluarga diktator? Hm .... Bisa juga. Setahu aku keluarga mereka akan membalas atau membuat musuh atau orang yang menghianati keluarga Esteban, sampai sehancur-hancurnya. Bahkan sampai tidak bersisa.]
"Benar 'kah itu?" tanya Ayu sangat terkejut. Lalu berkata, "kalau begitu bagaimana sekarang? Aku sudah mengkhianati Kak Leo."
[Tenang keluarga Hadikusumo pasti akan membantu. Apalagi sekarang mereka akan besanan dengan keluarga George Louis. Kurasa jika kalian bergabung akan bisa bertahan dalam tekanan keluarga Esteban.]
Ayu terdiam. Dia berpikir bagaimana caranya agar jangan sampai Leo marah dan membalas sakit hatinya. Dia tidak mau orang-orang yang disayanginya sampai harus saling menyakiti.
"Apa pengorbanan perasaan aku ini adalah pilihan terbaik untuk semua orang?" gumam Ayu.
[Ya. Semoga saja semuanya berjalan dengan baik. Kalau Kak Leo ditakdirkan untuk kamu. Apapun tidak akan ada yang bisa memisahkan kalian.]
"Ya, aku harap takdir itu berpihak kepadaku!" Ayu dan September saling lempar senyum.
***
Bagaimana reaksi Leo setelah mengetahui pertunangan Ayu dengan Aprilio? Usaha apa yang akan dilakukan oleh Libra agar September bisa menjadi anggota keluarga Castello?
Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk klik like, favorit, hadiah dan Vote-nya juga. Dukung aku terus. Terima kasih.
__ADS_1