
Udara panas dan sinar matahari yang panas, membuat Leo tidak ingin keluar rumah. Dia memilih diam di dalam kamarnya dan melihat foto di laptop miliknya. Kebahagian saat bersama sang kekasih, terabadikan di sana. Senyum dan tawa kebahagian yang baru mereka rasakan, kini hanya tinggal kenangan.
"Bagaimana kabar kamu di sana, Baby?"
"Apakah kamu saat ini sedang memikirkan aku, seperti aku yang selalu memikirkan dirimu?"
"Kenapa aku merasakan sakit yang amat sangat? Saat memikirkan dirimu saja membuat aku senang, sedih, dan takut."
"Aku tidak tahu bisa bertahan sampai kapan? Rasanya ini sangat menyakitkan harus pisah dan jauh sama kamu."
"Seandainya kita tidak bisa bersatu. Aku harap kematian datang menjemputku dengan cara apapun! Gila. Ya aku menjadi gila karena keadaan ini."
Canser yang hendak masuk ke kamar Leo mendengar semua ucapan anaknya. Dia menahan tangisnya. Dada dia di remat karena merasa sesak. Dia sungguh merasakan ikut sakit melihat putranya sedih dan menderita.
'Mama akan lakukan apapun. Asal kamu bahagia.' Canser berkata dalam hatinya.
***
Dokter memeriksa keadaan Ayu. Alat-alat juga dipasang pada tubuhnya agar membantu semua organ bisa bekerja, dan dapat di cek dengan teliti kondisinya tiap waktu.
"Pasien ini benar-benar aneh. Dia seakan ingin hidup dan mati dalam waktu bersamaan. Apa yang sebenarnya terjadi pada Ayu?" tanya dokter itu kepada Agustus dan Meina.
Kedua orang tua Ayu terdiam. Mereka merasa bersalah kepada putrinya itu. Dikarenakan keegoisan mereka, Ayu menjadi korban.
__ADS_1
"Apa Tante dan Om, senang? Lihat apa yang terjadi kepada Ayu! Dia begitu menderita sampai ingin mati. Mungkin cintanya kepada Kak Leo yang membuatnya bertahan hidup. Saat aku bilang kalau Kak Leo pergi. Kondisi Ayu semakin drop! Meski dalam keadaan koma, hanya Kak Leo yang ada dalam pikirannya." Aprilio bicara dengan berderai air mata. Dia tidak kuat saat melihat dokter dan perawat memasangkan beberapa peralatan media kepada Ayu saat pemerikasaan tadi.
"April mohon, Om ... Tante! Restui hubungan mereka. Biarkan mereka berdua hidup bahagia." Aprilio bertekuk lutut di hadapan Agustus dan Meina.
"April! Apa-apa kamu." Agustus mencoba membangunkan Aprilio.
"April, kamu jangan seperti ini! Kamu membuat Tante semakin merasa bersalah kepadamu." Meina bertekuk lutut juga di hadapan Aprilio, kemudian memeluk tubuh pemuda itu.
"April mohon Tante! Biarkan Ayu hidup bahagia bersama dengan laki-laki yang dicintainya." April menumpahkan air matanya dalam pelukan Meina.
***
Kediaman Durelli kini dikepung sama polisi dan anak buah Castello juga Kimberley. Mereka akan menangkap Taurus Durelli dengan tuduhan penculikan terhadap September.
Ada beberapa luka memar di bagian tubuhnya meski tidak parah. Dokter bilang akan hilang dua atau tiga hari dengan diobati pakai salep.
Kini September memandikan tubuhnya yang dirasa kotor karena dijamah oleh Taurus. Dia sangat marah. Tidak suka cara laki-laki itu menyentuh dirinya.
"Sayang. Mandinya sudah belum?" Libra masuk ke dalam kamar mandi dan membuat September marah-marah.
"Aku juga ingin mandi karena gerah habis berkeringat." Libra membela dirinya sendiri.
September ke luar dari kamar mandi, hanya memakai handuk milik Libra. Dia ragu-ragu karena handuknya terlalu pendek. Dia merasa sangat malu.
__ADS_1
"Pakai saja baju aku yang ada di lemari," kata Libra dan cepat-cepat masuk ke dalam kamar mandi.
September memilih kaos oblong yang ukurannya paling besar dan agak panjang ke bagian bawah. Dicarinya celana pendek milik Libra tetapi semua melorot di pinggangnya.
"Kenapa nggak ada yang kecil celana?" September bermonolog.
"Nggak akan ada celana aku yang muat buat kamu yang kurus seperti ini." Tiba-tiba Libra memeluk September dari belakang. Hal itu membuatnya sangat terkejut.
"Kak Libra membuat aku jantungan!" September memasang wajah cemberut dan itu membuat Libra gemas dengan bibir yang kini sedang manyun.
Tanpa aba-aba, Libra langsung mencium bibir September yang mengerucut dengan lembut. Sampai tanpa sadar membuat wanita itu terbuai dan membalas setiap pergerakan bibirnya. Kedua tangan di kalangan di leher sang Casanova. Kakinya berjinjit karena perbedaan tinggi badan mereka.
'Aku harus bisa membuatnya beneran hamil, malam ini. Jangan sampai bulan depan dia mendapatkan jadwal menstruasinya,' kata Libra dalam hatinya.
"Kak," kata September dengan suaranya yang bergetar saat berada di bawah Kungkungan suaminya.
"Aku akan melakukannya dengan lembut. Lupakan hal mengerikan yang ada dalam pikiran kamu," bisik Libra. September pun menganggukkan kepalanya.
Dengan keahlian sang Casanova dalam menaklukan wanita. Libra membuat September benar-benar menikmati malam pengantin mereka. Dia berusaha agar istrinya tidak mengalami trauma setelah kejadian tadi. Kata-kata sayang dan pujian Libra terus diucapkan agar wanitanya merasa hidup dia sangat berarti baginya.
***
Apakah Agustus dan Meina akan memberikan restu pada hubungan Ayu dengan Leo? Bagaimana cara Aprilio agar bisa menghubungi Leo?
__ADS_1
Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu klik like, favorit, hadiah dan Vote-nya juga. Dukung aku terus, ya!