Ayu Sang Penakluk

Ayu Sang Penakluk
#November (1)


__ADS_3

     Leo menghampiri Ayu yang sedang sibuk berebut baju kaos bergambar One Piece dengan seorang ibu-ibu paruh baya. Sebagai pecinta anime sejati, dia ingin punya kaos bergambar tokoh kesukaannya.


"Hei, Nyonya! Ini sudah aku duluan yang ambil. Cari lagi sendiri di tumpukan baju itu!" Ayu bersikukuh kalau baju yang sedang dipegangnya itu adalah miliknya.


"Enak saja! Aku duluan yang ambil baju ini! Kamu saja yang cari lagi," kata si Nyonya bertubuh gempal.


     Leo merasa kesal karena Ayu malah asik memilih baju dan berdesak-desakan. Lupa akan bayi dalam kandungannya akan terjepit dengan orang lain.


"Baby!" panggil Leo dengan penuh kesabaran dan menahan kekesalannya.


"Iya, Kak," sahut Ayu.


     Nyonya itu terpana melihat ketampanan Leo, sehingga dia melepaskan pegangan tangannya dari baju yang sedang diperebutkan dengan Ayu. Jadinya, baju itu berhasil Ayu dapatkan.


"Apa sudah memilih bajunya?" tanya Leo dengan seringai di wajahnya.


"Sudah, Sayangku yang tampan. Ayo!" Ayu tahu dari sorot mata Leo terlihat ada rasa kesal. Maka, dia mencoba menyenangkan hatinya.


     Ayu baru menyadari kalau baju Leo kotor terkena noda. Setelah dicium oleh Ayu, bau kopi yang menempel di sana.


"Baju Kakak kotor, ganti pakai ini saja." Ayu menyerahkan baju kaos yang dibelinya tadi. Untungnya itu ukurannya agak besar.


"Nggak mau. Mending aku beli baju yang lain saja. Tunggu di sini, aku segera kembali!" titah Leo kepada istrinya.


     Ayu mencekal tangan Leo, sehingga suaminya itu melihat ke arahnya. Dia melihat mata Ayu yang sudah berkaca-kaca. Maka, dia pun tidak bisa menolak keinginan istri tercinta.


     Teman-teman Leo sedang menahan tawa. Mereka sebenarnya ingin tertawa terbahak-bahak ketika melihat sahabatnya memakai kaos bergambar salah satu tokoh kartun dari One Piece. Namun, mereka tidak bisa melakukan itu karena Leo sudah memberikan tatapan tajam.


***


     Julia mengajak mereka memiliki baju dahulu sebelum ke salon. Ketiga wanita itu begitu semangat memilih gaun keluaran model terbaru dari perancang terkenal dunia. Sementara para lelaki, mereka duduk di sofa yang berada di sana yang diperuntukan bagi pengunjung.

__ADS_1


"Sayang, ini cantik tidak?" tanya Aquarius kepada Januari.


"Cantik sekali, Sayang. Beli kalau kamu suka," jawab Januari sambil mengacungkan ibu jarinya.


     Aquarius sangat senang karena gaun pilihannya itu disukai juga oleh suaminya. Berbeda dengan Julia yang mengenakan gaun agak terbuka punggungnya. 


"Ganti! Aku tidak suka bagian tubuh kamu di ekspost seperti itu di depan orang banyak!" perintah Aprilio kepada tunangannya.


"Kalau begitu bantu aku mencari baju yang sesuai selera kamu!" pinta Julia.


     Aprilio pun memilihkan beberapa gaun yang terlihat lebih sopan dan elegan. Serta menyuruh Julia untuk mencobanya.


"Kak Leo, lihat! Apa aku pantas pakai baju ini?" tanya Ayu sambil memutarkan pelan badannya.


"Cantik sempurna, Baby. Baju apapun yang kamu pakai selalu pantas di tubuh kamu," jawab Leo, dengan dua jempol diberikan untuk istrinya.


"Terima kasih, Sayangku ... cintaku!" Ayu melangkah ke arah suaminya dan memberikan satu ciuman di pipinya.


"Belilah yang banyak!" titah Leo.


     Seseorang memperhatikan mereka dari kejauhan. Wanita itu berdiri di sebuah ruangan yang dibatasi oleh kaca.


"Siapa wanita itu? Kenapa dia dekat-dekat dengan laki-laki tampan itu?" gumamnya.


"Nona November, Anda sedang melihat apa?" tanya salah seorang berseragam karyawan di sana.


"Hanya melihat para pengunjung," jawab November.


     Karyawan itu pun melihat ke arah atasannya memfokuskan penglihatannya. Dia melihat ada beberapa orang terkenal sedang mengunjungi butik La Mode.


"Oh, ada Tuan Muda Esteban dan Tuan Muda Hadikusumo!" pekik karyawan itu.

__ADS_1


"Kamu mengenal mereka?" tanya November dengan rasa penasaran.


"Mereka itu orang-orang terkenal di negeri ini. Siapa pun pasti tahu mereka," ujar karyawan itu sambil menatap dengan mata berbinar ke arah Leo dan teman-temannya.


"Lalu siapa para wanita yang bersama mereka?" tanya November dengan tatapan penuh kesal karena ada salah seorang dari ketiga wanita di sana terlihat bermanja-manja kepada Leo, bahkan menciumnya.


"Wanita itu adalah para pasangannya. Istri dan tunangan lebih tepatnya.


     November masih memperhatikan interaksi mereka yang terlihat bahagia. Dia merasa cemburu dengan mereka terutama pada pasangan Leo.


"Apa kamu tahu siapa nama wanita berbaju biru itu?" tanya November lagi mencoba mengorek informasi dari karyawannya.


"Dia istrinya Tuan Leo, namanya Ayu," jawab wanita yang berusia sekitar 30 tahun-an.


'Beruntungnya wanita itu, bisa mendapatkan Leo.' November masih memperhatikan keenam orang itu.


***


Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu klik like, komentar, favorit, hadiah, dan Vote-nya juga. Dukung aku terus. Terima kasih.


Sambil menunggu Ayu up bab berikutnya, baca juga karya teman aku ya. Ceritanya bagus dan seru loh.


Author: Anisa Mufida


Judul: Misteri Kematian Renata


Blurb:


Renata adalah hantu yang ingin menuntut balas akan kasus kematian tragis yang di alaminya setelah di bully dan di lecehkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Ia meminta bantuan kepada seorang gadis indigo penakut bernama Fanya.


Akan kah Fanya berhasil membantu nya?

__ADS_1


Ikuti terus kisah mereka hanya di


*Misteri Kematian Renata*


__ADS_2