Ayu Sang Penakluk

Ayu Sang Penakluk
#Pertemuan Pertama Ayu dan Leo


__ADS_3

     Leo memikirkan bagaimana cara agar Ayu menjadi suka kepadanya, dan menolak perjodohan dengan Aprilio. Selain itu ada Aries yang belakangan selalu menempel kepada si gadis primadona. Ayu juga terlihat jelas kalau suka pada sahabatnya itu.


"Apa yang harus aku lakukan, ya?" gumam Leo bertanya kepada dirinya sendiri.


"Kenapa lagi si Aries ikut-ikutan suka sama Ayu. Waktu Ayu masih gendut, dia tidak terlalu menempel. Kini, di mana ada Ayu maka Aries akan datang." Leo membalikan badan karena posisi tadi sudah tidak nyaman baginya.


     Kini Leo memeluk guling dengan erat dan bicara dengannya. Seolah-olah guling itu adalah Ayu.


"Ayu katakan apa mau kamu? Agar kamu mau menjadi istriku." 


     Jika ada yang melihat Leo melakukan hal ini pasti akan meminta dokter keluarga untuk memeriksa kondisi kejiwaan si tuan muda. Penolakan Ayu begitu berefek kepada diri Leo. Apapun yang di inginkan oleh dirinya selalu berhasil dia dapatkan. Namun, kini hati gadis yang sudah dicintainya secara diam-diam selama lima tahun, tidak bisa dia raih.


     Pertemuan pertama Leo dan Ayu adalah ketika pergi ke villa di bukit Matahari Terbit. Villa yang berada di puncak, tempat yang paling nyaman untuk berlibur bersama keluarga atau hanya sekedar menenangkan pikiran dan perasaan.


     Saat itu Leo yang sedang menenangkan hati dan pikirannya karena di tinggalkan oleh orang yang dia sukai, memutuskan pergi ke villa seorang diri. Dia tidak mau ada orang yang mengganggu atau merusak agenda yang sudah dia susun. Banyak kegiatan yang bisa dilakukan untuk membuat mood kembali baik lagi.


     Selama tiga hari tinggal di villa, Leo sudah merasakan efek yang dahsyat bagi dirinya. Dia tidak lagi memikirkan Pisces, rasa sakit hatinya benar-benar sudah hilang. 


     Setiap pagi Leo berlari di perkebunan teh milik warga dan dia sering berinteraksi bersama mereka. Siang hari pergi ke tempat sungai yang terdapat banyak air terjun. Di sana kita bisa melompat dari atas tebing dan itu memberikan sensasi menyenangkan bagi Leo. Dengan memicu Adrenalin dalam diri kita, membuat kekesalan dan beban di tubuh menjadi hilang. Ada bagian yang Leo sukai, yaitu posisi air terjun yang miring bisa dijadikan perosotan. Meluncur dari ketinggian lima meter dapat memicu adrenalin dan berteriak sekuat tenaga, benar-benar cara terbaik untuk mengobati dirinya.


     Saat itu Leo melompat dari bagian atas air terjun dan berteriak dengan sangat keras. Ayu yang sedang berenang di sungai di bawah air terjun. Menyangka Leo adalah orang yang sedang melakukan bunuh diri.


Flashback on...

__ADS_1


"Apa yang sedang dilakukan oleh orang itu?" Ayu melihat ada seseorang berdiri pada batu di atas tebing, seperti mau melompat ke bawahnya.


"Jangan bilang kalau dia mau bunuh diri!" Ayu melihat di sekitar tidak ada orang lain.


"Hei! Apa yang sedang kamu lakukan! Jangan berbuat sesuatu yang gila!" teriak Ayu dari sungai di bawah.


     Leo yang terkejut karena tiba-tiba saja mendengar ada suara keras wanita, dia terpeleset dan kakinya terluka sehingga jatuh ke bawah. Kejadian yang tiba-tiba dan tanpa persiapan hati saat jatuh ke dalam sungai yang ada di bawah, membuat kaki Leo kram. Kakinya sangat terasa sakit bila dia gerakkan.


     Tubuh Leo yang tenggelam, merasa ada yang menarik tubuhnya ke permukaan. Antara sadar dan tidak sadar dia merasa ada yang menekan-nekan dadanya. Serta memberikan napas buatan. Padahal dia masih dalam keadaan sadar tidak pingsan.


"Hei sadarlah!" Ayu terus memberikan napas buatan untuk Leo. Ayu panik karena mengira Leo akan mati, sedangkan Leo sendiri menikmati wangi tubuh orang yang sudah menolongnya. Sentuhan lembut bibir yang hangat pada bibirnya. Membuat Leo diam saja. Semua itu harus berakhir saat ada seseorang yang datang mendekat ke arah mereka.


"Ayu! Ada apa? Apa yang sudah terjadi?" tanya Aprilio yang baru saja datang ke sana.


"April, ada orang yang mau bunuh diri. Aku sedang berusaha menolongnya," balas Ayu kemudian kembali memberi bantuan napas buatan. 


"Syukurlah kamu selamat!" Ayu tersenyum bahagia melihat Leo membuka  matanya. Terus tanpa sadar langsung memeluk tubuh Leo.


     Leo yang merasa terharu akan perbuatan Ayu kepadanya. Membuat dia mencari informasi tentang si penolongnya itu. Leo tidak melihat Ayu melalui fisiknya tetapi kebaikan hati dan sifatnya. Itulah awal pertemuan Leo dengan Ayu. Seiring berjalannya waktu perasaan suka tumbuh semakin besar.


    Selama tiga tahun Leo menjadi penguntit keseharian Ayu. Dia juga senang ternyata si pujaan hati kuliah di universitas yang sama dengannya. Leo gemas kalau melihat Ayu. Badan bulat pipi chubby, bibir merah, mata belo dan berbulu lentik serta kalau jalan bokong indahnya bergoyang ke kanan ke kiri, gutak-gitek.


     Leo kalau melihat Ayu teringat akan tokoh kartun Baby Hui. Makanya dia sering memanggilnya begitu. Namun, hal itu ditanggapi negatif oleh mahasiswa lainnya di kampus. Panggilan itu malah digunakan untuk menghina Ayu.

__ADS_1


Flashback off.


***


     Leo datang ke rumah Ayu pagi-pagi sekali karena hari ini mereka akan kuliah. Leo ingin sarapan bersama Ayu. Setelah itu, membereskan rumah dan menyetrika. Baru jam 09.00 mereka pergi ke kampus.


     Ayu mengerutkan keningnya saat Leo muncul di depan pintu sambil menenteng bubur kesukaan Ayu. Namun, kali ini ditambah satu toples kue dan satu kotak coklat yang biasa Ayu dapati di meja di kelas tempat dia belajar. Dia sering merasa aneh dengan orang yang mengirim makanan itu untuknya. Mau masuk kelas mana saja, setiap kelas pertamanya pasti akan ada bingkisan itu atas nama dirinya.


     Ayu ingin bertanya pada Leo, apa selama ini dia yang selalu menyimpan makanan kesukaannya itu di meja kelas yang diikuti olehnya. Belum juga terucap kata-kata itu, Leo sudah menariknya dan mengajak ke meja makan untuk memakan buburnya bersama.


    Begitu selesai sarapan, Leo langsung membersihkan rumah Ayu dengan cekatan karena berpacu dengan waktu agar tidak telat masuk jam kuliah. Ayu yang melihat Leo seperti ini merasa kasihan. Dia ingin mengakhiri perjanjian menjadi pembantu di rumahnya.


"Sebaiknya aku akhiri sampai hari ini saja. Nggak enak melihat tuan muda harus mengerjakan pekerjaan rumah. Padahal di rumahnya sendiri dia tidak pernah melakukan ini semua. Kenapa juga dia mau melakukan di rumahku?" Ayu bermonolog sambil memperhatikan Leo yang sedang menyapu halaman depan.


"Apa dia sedang merencanakan sesuatu, ya?" gumam Ayu dan mengingat kembali kalau-kalau ada hal yang bisa membuat Leo marah dan ingin membalas dendam padanya.


"Sudah akh! Aku akhiri semuanya sampai hari ini. Apalagi nanti Mama dan Papa bisa-bisa memarahi aku karena sudah menjadikan Kak Leo sebagai pembantu di sini." Ayu pun berjalan ke depan teras di mana Leo sedang menyiram tanaman sekarang.


"Kak, ada yang mau aku katakan kepadamu. Ini penting!" ujar Ayu dengan menekan kata-katanya.


     Leo mengerutkan keningnya saat melihat wajah Ayu yang serius dan menatapnya tajam. Tidak ada senyum atau tatapan jahil yang belakangan ini sering diperlihatkan kepadanya.


***

__ADS_1


Bagaimana hubungan Ayu dan Leo kedepannya? Apa Ayu akan menerima perjodohan dengan Aprilio begitu saja?


Tunggu kelanjutannya ya. Jangan lupa untuk klik, like, favorit, hadiah dan Vote-nya juga. Dukung aku terus. Terima kasih. 


__ADS_2