Ayu Sang Penakluk

Ayu Sang Penakluk
#Janji Libra


__ADS_3

"Akh! Hentikan!" September berteriak kesakitan.


"Berteriak lah, Sayang! Lebih kencang lagi!" Taurus kelihatan senang.


     Teriakan September membuat Taurus semakin  bernapsu. Memancing gairahnya. Kali ini cambukan dari ikat pinggang, dia layangkan ke tubuh sang pengantin.


"Septie, Sayang. Kenapa kamu begitu menggoda? Aku jadi tidak sabar ingin segera bercinta denganmu." Taurus membuka kemejanya.


     Keadaan September kacau. Gaun pengantinnya pun sudah sobek di sana sini. Wajahnya kusut karena linangan air mata. Bibirnya mengeluarkan darah karena gigitan menahan sakit saat dicambuk.


     Disaat seperti ini, September baru ingat kepada Libra. Meski dulu dia diperkosa olehnya, tetapi lelaki itu memperlakukannya dengan lembut, tidak kasar seperti ini.


     Tatapan mata Taurus berbeda dari biasanya. Tidak ada tatapan memuja dan binar yang selalu dilayangkan kepadanya. Takut. Itu yang sedang dirasakan oleh September saat ini, ketika netra milik lelaki yang selalu dia pujanya itu, menatap dirinya.


"Septie, Sayang. Kamu adalah milikku!" bisik Taurus di telinga September. Kemudian menggigitnya.


'Kak Libra tolong aku!' batin September.


     Baru kali ini dalam hidup September mengharapkan keberadaan laki-laki yang dibenci keberadaannya itu, untuk menolong dirinya. Hanya suaminya, orang yang saat ini dalam pikirannya.


'Kak Libra kamu di mana? Tolong aku!' suara hati September berharap bisa sampai kepada suaminya.


     Taurus terus saja menggerayangi tubuh September yang masih memakai baju pengantin. Kedua kaki sang pengantin juga diikat karena tadi terus menendang melakukan perlawanan.


***


     Libra memaksa naik ke lantai atas mencari kamar tidur Taurus. Meski kepala pelayan dan beberapa anak buah Taurus mencoba menghentikannya. Mereka terlibat perkelahian dengan Libra dan Aries.


"Kamu cepat cari September! Di sini biar aku yang hadang sementara waktu," kata Aries.


"Terima kasih," balas Libra dan berlari memeriksa setiap ruangan di lantai dua.


***

__ADS_1


     Tuan Kimberley dan Tuan Castello mengerahkan anak buahnya menuju kediaman Durelli. Mereka murka saat tahu September di culik oleh Taurus.


     Kedua Kakak laki-laki September juga ikut serta. Para tamu undangan yang menyadari ada yang aneh saling bertanya-tanya. Mereka melihat orang-orang dari kedua keluarga pengantin hilir mudik kesana-kemari. 


"Maaf, para hadirin tamu undangan, sekalian. Pesta pernikahan kami hentikan sampai sini saja. Terima kasih atas kedatangan Anda yang memberikan doa dan restu untuk putra dan putri kami." Tuan Kimberley memberikan pengumuman di atas panggung. Sebelum dia pergi menjemput putrinya.


***


     Libra berlari ke lantai tiga. Dia merasa kalau September berada di kamar paling ujung. Dia berlari ke arah sana dan langsung mendobrak masuk. Untungnya pintu itu tidak dikunci.


     Dia melihat istrinya di ikat dengan tali kedua tangan dan kakinya. Taurus berada diatasnya sedang mencumbu September.


"Ba_jingan!" Libra langsung menerjang Taurus.


     Keduanya terlibat perkelahian yang sengit. Saling pukul. Saling tendang. Keduanya layangkan, tiada hentinya. Sampai Libra jatuh terjengkang dan menabrak meja, akibat tendangan dari Taurus. Ada asbak di atas meja itu. Libra melemparkannya dengan cepat ke arah kepala Taurus dan mengenainya dengan tepat.


     Taurus pun limbung. Libra tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Dia mengambil lampu duduk di atas nakas dan dipukulkannya dengan keras kepada kepala Taurus berulang kali sampai tidak sadarkan diri.


"Rasakan! Berani-beraninya menyentuh wanitaku." Libra menendang keras perut Taurus.


"Aku takut," kata September sambil menangis.


"Ada aku. Jangan takut!" Libra memeluk tubuh istrinya yang masih menangis pilu.


     Libra memakaikan jasnya kepada September karena gaun yang dipakainya terkoyak. Sobek parah bagian atasnya.


"Aku takut! Sangat takut!" September memeluk erat tubuh Libra.


"Aku akan selalu menjaga dan melindungi mu," bisik Libra.


     Kedua mata itu saling menatap satu sama lain. Keduanya sama-sama memancarkan kerinduan.


"Berjanjilah!" September berharap.

__ADS_1


"Ya. Karena aku sangat mencintaimu."


"Selamanya?" Ini keinginan September yang di harapkan dari suaminya itu.


"Ya. Dan satu-satunya!"


     September mencium pipi Libra dan kembali memeluknya. "Buat aku agar mencintaimu juga."


"Ya. Akan aku buat kamu tergila-gila kepadaku. Seperti aku begitu tergila-gila padamu." Janji Libra.


***


     Aprilio menunggu kedatangan Aries. Meski sudah 2 jam berlalu, belum juga datang. Dia sangat berharap dengan kehadiran orang-orang yang dekat dengan Ayu, bisa membuatnya cepat sadar.


"Ayu, bangunlah!" Aprilio duduk di samping brankar. 


     Dielusnya pipi Ayu dan berkata, "Katanya Kak Leo pergi ke luar negeri. Dia —"


Piiiip


Piiiip


     Aprilio melihat semua angka yang ada di layar menurun. Dia panik. Lalu menekan tombol darurat untuk memanggil dokter dan perawat.


"Ayu, kamu harus tenang!" Aprilio merasa bersalah.


     Agustus dan Meina yang baru kembali dari kantin rumah sakit untuk makan malam, terkejut melihat dokter dan perawat yang berlarian dan menuju kamar Ayu.


"Pa, apa terjadi sesuatu pada Ayu?" tanya Meina dengan panik sampai wajahnya pucat.


"Semoga tidak terjadi sesuatu kepada, Ayu." Agustus menjawab sambil menarik tangan istrinya agar berjalan lebih cepat.


***

__ADS_1


Apa yang akan terjadi kepada Ayu? Akankah Ayu sadar atau malah semakin memburuk keadaannya? Bagaimana keadaan September pasca penculikan dirinya?


Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu klik like, favorit, hadiah dan Vote-nya juga. Dukung aku terus ya! Terima kasih.


__ADS_2