
Pagi harinya Ayu kembali ke mansion milik keluarga Esteban. Para pelayan di sana sudah bersuka cita karena Nyonya muda mereka telah melahirkan generasi penerus Esteban. Namun, mereka sangat terkejut saat melihat perut Ayu yang masih buncit.
"Bukannya Nyonya Muda semalam mau melahirkan? Kenapa perutnya masih besar seperti itu?" bisik salah satu pelayan kepada pelayan lainnya.
"Diamlah kamu! Jangan banyak bicara," bantah salah seorang pelayan lainnya.
"Apa telah terjadi sesuatu kepada Nyonya Ayu?"
"Entahlah. Semoga saja semuanya bisa berjalan lancar."
Terlihat jelas wajah-wajah penasaran dari para pegawai di mansion Esteban. Ayu sebenarnya malu kalau berita tentang melahirkan itu tidak jadi karena sakit di perutnya itu akibat kelaparan. Apa yang akan dikatakan oleh orang-orang nantinya. 'Menantu keluarga Esteban kelaparan!' atau 'Bukan mau melahirkan, tetapi menantu Esteban itu kelaparan!' Ayu pasti akan sangat malunya berkali-kali lipat.
Leo menuntun Ayu masuk ke dalam kamarnya. Kemudian meminta Ayu untuk beristirahat jangan banyak pikiran. Agar bayinya sehat. Sebab tadi pagi bayi-bayi di dalam perut Ayu tidak mau diam entah sedang bermain atau berkelahi memperebutkan posisi ke dua saat lahir nanti.
"Baby, kamu istirahat dulu, ya. Jangan terlalu banyak pikiran. Pikirkan saja diri kamu dan bayi kita." Leo mengusap kepala Ayu dengan penuh sayang.
***
Ternyata beredar kabar Ayu mau melahirkan semalam sampai juga ke telinga teman-temannya. Mereka pun melakukan video call. Bukan hanya kaum para lelaki, tetapi para wanita juga ikut gabung dalam pembicaraan itu.
__ADS_1
"Leo, selamat ya! Akhirnya kamu duluan yang menjadi Papa, di antara kita semua," ucap Libra.
"Bagaimana rupa bayi kalian? Mirip kamu atau Ayu?" tanya Aries.
"Kak Leo, keponakan aku ganteng-ganteng 'kan?" Julia juga ikutan bertanya.
"Ayu lahirannya normal atau cesar?" September sangat penasaran. Dia mau tanya Ayu bagaimana rasanya melahirkan.
"Apa bayi kalian sudah diberi nama?" tanya Aprilio kali ini.
"Bilang sama Ayu, jangan kasih nama aneh untuk anak kalian." Kali ini Januari yang bicara.
"Hem ... Hem! Baiklah aku akan jawab semua pertanyaan kalian yang sangat penasaran sekali kepada keluarga aku," ujar Leo.
"Aku akan bicara dan kalian dilarang menyela atau membalas ucapannya," kata Leo dengan tegas.
"Ayu itu belum melahirkan!"
Terlihat jelas wajah-wajah terkejut dari teman-temannya itu. Mereka sudah ingin membuka mulut, tetapi ingat akan ucapan Leo. Jadinya mereka menahan diri untuk tidak bertanya.
__ADS_1
"Semalam itu kontraksi palsu."
"Jadi kita tidak tahu wajah bayi itu mirip siapa? Beratnya berapa kilo? Kalau wajahnya aku yakin mereka akan sangat tampan karena aku juga berwajah tampan. Nama bayi sudah kami persiapkan dari dulu," terang Leo. Dia tidak memberitahu kejadian heboh tentang kelahiran semalam. Bisa-bisa Ayu malu dua kali malunya.
"Akh! Sayang sekali, ya!" Kata beberapa orang di sana merasa kecewa.
"Semoga saja bayi kalian secepatnya bisa lahir. Aku tidak sabar ingin menimang anak kalian," ucap Julia.
"Lebih baik kalau kamu juga menikah secepatnya dan buat bayi sendiri. Pasti kamu akan sangat senang," balas September memanasi Julia.
"Sudah ... sudah! Kalian ini jangan mulai bertenkar," ucap Gemini mencoba melerai antara Julia dan September.
"Terima kasih, ya. Atas perhatian kalian semua. Aku senang sekali mendengarnya." Leo tersenyum simpul.
Akhirnya, mereka pun terlibat obrolan yang menyenangkan tentang persiapan mereka menyambut bayi-bayi itu lahir.
***
Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu klik like, komentar, favorit, hadiah, dan Vote-nya juga ya. Dukung aku terus. Terima kasih.
__ADS_1