Ayu Sang Penakluk

Ayu Sang Penakluk
#Desember


__ADS_3

"Desember, bantu aku untuk mendapatkan Leo putra dari keluarga Esteban." Wanita itu mengutarakan niatnya.


"Apa kamu begitu menyukai dia?"


"Iya. Aku jatuh cinta padanya saat pertama kali melihatnya."


     November berjalan menuju dinding kaca yang menampilkan pemandangan gedung-gedung pencakar langit. Kemudian dia membalikan badannya.


"Aku mohon bantu aku untuk mendapatkan Leo!" katanya dengan tatapan mata memelas.


"Apa kamu tahu kalau dia sudah punya istri?" tanya Desember.


"Iya. Aku tahu dan aku menginginkan dia!" pekik November.


"Apa kamu ingin aku menyingkirkan istrinya? Seperti permintaan kamu kemarin untuk menyingkirkan Gemini? Lalu malah mantan kekasih kamu itu yang mati!" geram Desember.


"Itu karena kamu tidak benar saat menjalankan misi. Kalau kamu langsung saja bunuh Gemini, maka dia tidak akan mati!" teriak November kepada kembarannya.


"Sebagai saudara kamu. Aku sarankan cari laki-laki yang masih sendiri tidak punya hubungan dengan orang lain," ujar laki-laki itu kepada November.


     November sangat marah kepada saudaranya. Dia melemparkan tas tangan yang sedang dipegangnya ke arah laki-laki yang sedang duduk di kursi.


"Kamu tidak sayang lagi sama aku, ya!" teriaknya lagi.


"Terserah kamu saja. Aku tidak mau berurusan dengan keluarga Esteban. Nanti ujung-ujungnya keluarga lainnya akan ikut campur. Apalagi keluarga George Louis juga masih keluarga Ibunya Leo. Kemarin saja aku hampir ketahuan. Kalau sekarang berbuat ulah lagi. Aku yakin nggak akan bisa lolos," jelas Desember.

__ADS_1


     November pun pergi keluar ruangan itu. Namun, tidak lama kemudian dia kembali lagi karena kunci mobil dan handphone miliknya berada dalam tas jinjing yang tadi dia lemparkan ke kembarannya.


***


     Ayu berada di rumah orang tuanya. Mama dan Papanya berebut ingin merasakan pergerakan cucu mereka. 


"Mama bayinya bergerak di sebelah sini!" pekik Agustus senang.


"Ayu, bayi-bayi kamu sangat aktif. Apa tidak sakit?" tanya Meina.


"Nggak terlalu sakit, mungkin agak linu kalau bergeraknya dekat ke bagian hati," jawab Ayu.


"Sewaktu kamu masih dalam perut tidak terlalu aktif. Bahkan cenderung diam saking langkanya. Sampai kadang Mama lupa kalau lagi hamil," jelas Meina dan diikuti tawa Ayu.


"Iya, dan setelah lahir pun, kamu itu bayi yang anteng nggak pernah rewel," tutur Agustus.


"Ma ..., Pa! Doa kan Ayu dan Kak Leo, agar bisa menjadi orang tua yang bisa mendidik anak-anak kita kelak dan membesarkannya dengan baik.


"Tentu saja, Sayang. Papa dan Mama yakin kamu dan Leo bisa menjadi orang tua yang hebat dan dibanggakan oleh anak-anak kalian nantinya!" seru Agustus sambil memeluk tubuh putrinya.


***


     Aries dan Libra sudah mendapat petunjuk tentang masa lalu dari suami gemini dengan November. Ternyata mereka pacaran sejak SMA. Keduanya merupakan pasangan populer di sekolahnya kala itu. November memutuskan sekolah ke luar negeri demi mengejar cita-citanya. Hubungan dengan kekasihnya meregang karena jarang komunikasi. Meski sudah selesai kuliah pun, November tidak langsung pulang. Dia memilih meniti karir di negeri seberang. Setelah 10 tahun pergi dia baru kembali lagi dan mendapati kekasihnya sudah menikah baru-baru ini. Dia marah dan kecewa kepadanya. Ada beberapa pesan chat yang bisa dilacak oleh hacker anak buah Libra.


"Gemini dan kekasihnya dulu itu berhubungan baru lima bulan 'kan?" tanya Libra mencoba mengingat-ingat lagi.

__ADS_1


"Tiga bulan masa pengenalan, tiga bulan pacaran, tunangan dan berselang satu bulan mereka menikah," jawab Aries.


"Wajarlah kalau hati seseorang itu berpaling karena hampir sepuluh tahun tidak ada kabar atau romansa di antara mereka," ucap Libra sambil memainkan handphone miliknya.


"Kalau kamu jauh dari September selama sepuluh tahun apakah akan berubah juga perasaan kamu?" tanya Aries dengan sedikit menggoda teman yang terkenal playboy.


"Kalau aku, tidak akan kubiarkan wanitaku pergi jauh dariku. Apalagi sampai bertahun-tahun. Seminggu aja aku nggak tahan jauh darinya," jujur Libra akan perasaannya.


     Aries tertawa terkekeh mendengar pengakuan sahabatnya itu. Dia belum pernah merasakan hal seperti itu. Jatuh cinta pada seorang wanita sampai seperti itu. Mencintai Ayu pun dia masih waras pikirannya.


"Kamu kayak Leo dan Januari saja! Tidak bisa jauh dari istri kalian." Aries bicara disela kekehan tawanya.


"Kamu bicara seperti itu karena belum pernah merasakan cinta sejati seperti kita bertiga!" sungut Libra dengan kesal. Hal ini malah membuat Aries tertawa semakin kencang.


"Ternyata sang Casanova itu sudah bertekuk lutut di hadapan sang istri. Benar kata orang. Cinta bisa membuat orang berubah!"


"Masih untung kalau berubah kepada hal yang baik. Kalau gara-gara cinta orang berubah ke dalam hal yang buruk? Bisa-bisa berbuat jahat!" balas Libra agak sewot.


     Keduanya kemudian saling diam dan menatap.


"Ya, sepertinya November masuk ke golongan ke dua. Apa dia masih akan lanjut balas dendam atau tidak? Aku tidak tahu," Aries bergumam.


"Apa Gemini masih dalam bahaya?"


***

__ADS_1


Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu klik like, favorit, hadiah, dan Vote-nya juga ya. Dukung aku terus. Terima kasih.


     


__ADS_2