
Ayu menampilkan senyum jahilnya kepada Aprilio. Sebagai orang yang sudah lama mengenal Ayu, tentu dia tahu kalau sahabatnya itu sedang merencanakan sesuatu.
"Apa? Katakan saja," kata Aprilio sambil duduk di ujung brankar dekat kaki Ayu.
"Bisa tidak kamu temani Juli ke perpustakaan nasional untuk mencari buku untuk tugas kita di kampus?" tanya Ayu dengan langsung dan agak malu-malu karena tiba-tiba menyuruhnya.
Mendengar permintaan Ayu itu membuat Aprilio menaruh curiga kalau teman sejak zaman masih orok itu tahu sesuatu antara dirinya dengan Juli. Biasanya Ayu akan minta diantar atau menyuruhnya langsung tanpa ada orang yang menyertai.
"Kamu tidak sedang merencanakan sesuatu 'kan?" tanya Aprilio dengan pandangan penuh selidik.
"Merancanakan apa?" Ayu balik bertanya.
"Ya, seperti mau mendekatkan aku dengan Juli?" tebak Aprilio masih menatap mata Ayu.
'Peka banget perasaan dan pikiran April,' batin Ayu.
"Memangnya kamu ada masalah apa sama Juli?" Ayu memancing Aprilio.
"Tidak ada masalah. Hanya saja kemarin Juli mengungkapkan perasaanya kepadaku. Dan aku sungguh sangat terkejut dan tidak menyangka." Aprilio mengangkat bahunya.
"Benarkah? Padahal Juli itu cantik, loh! Apa kamu beneran tidak mau kencan dengan dia." Ayu masih menggoda Aprilio.
"Ckik ... aku lebih memilih kencan dengan kamu saja!" Aprilio mendelikkan matanya.
__ADS_1
***
Aries yang baru merasa baikan badannya, mendatangi kamar rawat inap yang dihuni oleh Ayu. Saat dia masuk, terlihat Aprilio sedang mencubit pipi Ayu dengan gemas. Anehnya Leo malah tertawa begitu juga dengan Ayu.
"Ada apa ini?" tanya Aries penasaran.
"Entahlah. Ayu setelah tertidur lama, dia menjadi orang yang menyebalkan," jawab Aprilio dengan wajah terlihat jengkel.
Leo dan Ayu masih saja tertawa. Keduanya bahkan sampai memegang perut karena menahan tawa mereka.
"Kak Aries, tahu tidak?" Ayu bicara sambil menahan tawanya.
"Apaan?" Aries semakin penasaran.
"Tapi, kamu selamat 'kan? Tidak terluka?" tanya Aries dengan nada khawatir. Dia salah arti perkataan Ayu.
"Bukan di tembak pakai pistol, tapi maksud tembak di sini itu ungkapan isi hati atau pernyataan cinta," jawab Leo sambil menahan tawanya. Sementara April, memolototi Leo karena kesal.
"Oh. Siapa yang menyatakan cinta pada April?" tanya Aries penasaran.
"Dia—" Leo belum juga memberi tahu, Aprilio sudah memotongnya.
"Kak Leo, bicara lebih banyak lagi. Aku janji akan membawa Ayu pergi darimu, dan meminta Tante Mei untuk melanjutkan perjodohanku dengan Ayu!" Ancam Aprilio.
__ADS_1
Leo langsung menatap ke arah Aprilio dan membelalakkan matanya. Dia tidak suka saat Aprilio bicara seperti itu.
"Jadi penasaran, siapa orangnya?" Aries masih melihat ke arah Ayu dan Leo.
***
Siang harinya Ayu sudah bisa pulang ke rumah. Kedua orang tuanya dan Leo membawa Ayu pulang. Ternyata saat sampai rumah keluarga Wijaya menyambut kedatangan Ayu. Tentu saja Juli ikut hadir di sana.
Juli sempat cerita kemarin siang kepada Ayu. Kalau dirinya menyukai Aprilio. Awal mula suka padanya dan hal yang membuat dirinya tertarik kepada teman semasa sekolahnya dulu itu.
Ayu tahu kalau Juli sudah berubah menjadi sosok yang lebih baik. Sebelum pergi mengantar Februari dan Maret ke luar negeri kemarin. Juli sempat mendatangi Ayu dan meminta maaf atas perbuatannya dahulu kepada sepupunya itu. Ayu yang awalnya kesal dengan kedatangan Juli, menjadi senang dan antusias saat Juli banyak bercerita yang kini sedang berusaha menjadi orang baik.
Sejak saat itu Ayu dan Juli bertekad akan menjadi saudara yang baik satu dengan yang lainnya. Keduanya melupakan masa lalu buruk yang menimpa mereka.
"Ayu, selamat datang!" Juli memeluk Ayu begitu mereka bertemu. Keduanya saling memeluk dan tersenyum.
Melihat kedua gadis itu akur. Membuat semua orang merasa senang. Biasanya kalau mereka bertemu akan terjadi percekcokan dan berakhir salah satunya menangis.
***
Bagaimana perjuangan Juli untuk menaklukan hati Aprilio? Bagaimana pernikahan Leo dengan Ayu?
Tunggu kelanjutannya ya. Jangan lupa untuk selalu klik like, favorit, hadiah dan Vote-nya juga. Dukung aku terus. Terima kasih.
__ADS_1