
Aries mengejar Leo dan Ayu. Hanya saja dia salah alamat, malah datang ke rumah Ayu. Tanpa dia ketahui kalau Leo membawa Ayu ke rumahnya. Istana kecil nan megah milik keluarga Esteban yang terkenal akan kekayaannya yang melimpah dan tidak akan habis tujuh turunan.
"Ke mana Leo membawa Ayu pergi?" gumam Aries saat melihat rumah Ayu dalam keadaan gelap, menandakan tidak ada penghuni di rumah.
"Akh ...! Si_al. Kenapa meski ada kecelakaan di jalan tadi. Jadi, aku kehilangan jejak mereka." Aries bermonolog sambil menjambak rambutnya karena kesal.
***
Meski tengah malam, Januari membawa Aquarius ke rumahnya dan mengenalkan kepada Oktober dan Juni. Kehadiran calon mantu keluarga Hadikusumo di sambut baik oleh keduanya.
"Kenapa Kakak nggak mengenalkan Aquarius dari dulu kepada kami?" tanya Juni sambil melirik ke arah putra sulungnya dengan kesal.
"Benar. Apalagi kalau kalian pacaran sejak di bangku SMP. Harusnya pas kuliah di luar negeri dulu sudah menikah agar tidak ada orang yang bisa memisahkan kalian," lanjut Oktober.
Mendengar perkataan orang tua Januari, membuat Aquarius merasa melambung perasaannya. Restu dari calon mertua sudah berada dalam genggaman tangannya.
"Jadi, kapan kita akan lakukan lamaran kepada keluarga George Louis?" tanya Oktober kepada pasangan pemuda-pemudi yang saling menggenggam tangan itu.
"Kita akan menikah bulan depan, Pa," ucap Januari dan di ikuti oleh anggukan kepala Aquarius, tak lupa senyum cantiknya yang masih saja terlukis di parasnya yang ayu.
"Wah, Kakak memang the best! Grecep kalau soal beginian," ujar Aprilio yang tiba-tiba datang ke ruang tamu dengan senyum jahil khas miliknya.
"Nggak apa-apa, justru bagus. Segala sesuatu yang baik atau mengajak pada kebaikan seharusnya disegerakan. Jangan di tunda-tunda." Oktober mendukung rencana putra tertuanya.
Januari dan Aquarius saling melempar senyum. Jemari mereka masih saling terpaut dan menggenggam dengan kuat seakan takut terlepas.
"Kakak harap besok Papa dan Mama mendatangi rumah Aquarius untuk bertemu dengan orang tuanya dan membicarakan keinginan kita berdua ini. Usahakan agar kita bisa lolos menikah bulan depan," pungkas Januari.
"Kalau itu tenang saja, Kak. Pasti bisa dapat izin. Ada Mama yang hebat dalam berdebat dan mengintimidasi, jika keinginannya tidak dituruti," balas Aprilio sambil nyerengeh.
"Apa kamu bilang!" Juni membelalakan matanya pada si bungsu dan ditanggapi oleh Aprilio dengan senyuman serta acungan dua jari tanda damai.
Januari mengakhiri pembicaraan mereka karena hari sudah menunjukan jam 00.00 itu tandanya dia harus cepat-cepat mengantarkan kekasihnya pulang. Juni melarang Januari dan Aquarius pergi. Bahkan mereka menyuruh calon mantunya untuk menginap karena hari sudah larut malam.
***
"Ayu, apa kamu mau bertunangan dulu dengan Leo? Sampai mencapai usia untuk siap menikah." Virgo Esteban melihat ke arah Ayu. Begitu juga dengan ketiga orang lainnya yang ada di sana.
__ADS_1
"Maaf Om ..., Tante, juga Oma. Ayu tidak bisa menjawab ini karena harus bilang sama Papa dan Mama dulu. Karena Ayu mendengar kalau sudah dijodohkan oleh orang tuaku," jawab Ayu sambil menundukan kepalanya.
"Tapi kamu cinta 'kan sama Leo?" tanya Scorpio. Ayu menggelengkan kepalanya untuk menjawab pertanyaan Oma-nya Leo. Hal ini membuat orang tua dan neneknya melirik ke arah Leo.
"Leo, kamu jangan memaksakan kehendak kamu sendiri. Itu malah akan membuat Ayu menderita dan sedih," ucap Canser kepada putranya.
"Tapi, Ma. Leo maunya Ayu yang jadi menantu keluarga kita," balas Leo dengan tatapan memohon kepada wanita yang sudah mengandungnya dulu.
"Leo, apa kamu tidak tahu perasaan Ayu yang sebenarnya? Jangan seperti ini Sayang, kasihan Ayu," ucap Canser menasehati putranya.
"Iya, Ma." Leo membalas dengan nada malas.
"Minta maaf kepada Ayu!" perintah Virgo.
"Ayu aku minta maaf, aku kira kamu juga suka sama aku. Seperti aku menyukai dirimu," kata Leo.
"Maaf Kak Leo, perasaan itu tidak bisa dipaksakan. Begitu juga dengan hak Kak Leo untuk menyukaiku. Aku tidak bisa melarangnya," balas Ayu.
***
Mobil sport mewah berwarna putih kini terparkir di depan gerbang rumah Ayu. Leo berlari keluar dari mobil dan membuka gerbang besi itu.
Ayu meminta Leo untuk segera pulang karena hari sudah lewat tengah malam. Tanpa mereka tahu ada Aries yang setia menunggu Ayu pulang tidak jauh dari pintu gerbang rumah.
"Ayu, akhirnya kamu pulang juga." Aries bermonolog saat melihat Ayu keluar dari mobil Leo.
***
Ayu masuk ke dalam kamarnya yang gelap. Hanya mengandalkan penerangan dari jendela kaca yang gordennya tidak di tutup. Begitu masuk dia langsung merebahkan tubuhnya dan menatap langit-langit kamar.
"Aku nggak menyangka kalau Kak Leo itu suka sama aku." Ayu bermonolog sambil mengangkat tangannya yang masih menyisakan kehangatan dari genggaman Leo.
"Dia suka sama aku karena kini sudah cantik dan langsing. Dulu 'kan dia suka menghina aku dengan sebutan Baby Hui. Beda dengan Kak Aries yang dari dulu selalu baik kepadaku." Ayu bangkit dari rebahan kemudian duduk dengan memeluk guling.
"Apa Kak Aries sudah punya orang yang dia sukai?" Ayu bertanya pada dirinya sendiri.
"Sekarang keadaan perekonomian sedang kacau. Dari mereka banyak yang melakukan pernikahan bisnis." Ayu kembali merebahkan badannya.
__ADS_1
"Perusahaan milik keluarga Horison masih stabil jadi pastinya banyak yang mengincar Kak Aries jadi calon menantu mereka."
"Kalau perusahaan milik Papa ikutan terguncang akibat perekonomian global. Apa aku juga akan jadi korban dari pernikahan bisnis?" Ayu bertanya-tanya karena perusahaan milik keluarganya bukan perusahaan raksasa seperti milik keluarga Aprilio, Aries atau Leo. Bahkan bisa dibilang perusahaan kecil menengah.
"Tunggu! Jangan-jangan aku dijodohkan dengan Aprilio juga karena ada udang dibalik batu!" Ayu kembali bangun dan turun dari ranjangnya kemudian berjalan bolak-balik.
Ayu akhirnya pasrah, jika dia harus menikah dengan Aprilio karena ada urusan bisnis. Lagian Aprilio selalu ada untuknya selama ini. Dia orang baik juga, sudah tahu baik dan buruk tabiat dirinya. Jadi, sebagai balas budi atas dukungan, pengorbanan dan semua hal yang dilakukan oleh Aprilio untuknya, Ayu siap jika sahabatnya itu meminta dia untuk menikah dengannya.
"Apa yang membuat Aprilio mau menyetujui perjodohan ini, ya?" Ayu berpikir keras kira-kira apa yang membuat pemuda itu tidak menolak keinginan orang tuanya.
"Jangan bilang kalau Aprilio kini suka sama aku!" Ayu menjadi narsis karena sudah banyak laki-laki yang menyatakan cinta padanya. Bahkan hampir setiap hari ada saja yang meminta untuk menjadi kekasihnya.
"Oh, tidak! Mana mungkin itu terjadi?" Ayu memegang kepala dengan kedua tangan dan me_remas rambutnya.
***
Benarkah Aprilio suka sama Ayu? Lalu apa yang akan dilakukan oleh Leo untuk mendapatkan cinta Ayu? Aries tidak mau kalah sama Leo, kira-kira strategi apa yang akan di buat?
Tunggu kelanjutannya ya. Jangan lupa untuk klik, like, favorit, hadiah dan Vote-nya juga. Dukung aku terus. Terima kasih.
***
Sambil menunggu Ayu up bab berikutnya. Baca juga karya teman aku, ya. Ceritanya bagus loh, rekomen deh.
Napen : Emy
Judul : It's me
Alice pernah mengalami kecelakaan, hingga membuat sebagian wajahnya terluka.
Semenjak itu, dia harus menerima cacian dan hinaan dari semua orang. Bahkan sang kekasih pun akhirnya memutuskan hubungan secara sepihak karena wajah buruknya.
Namun, diam-diam ada pria yang selalu membantu Alice.
Bagaimanakah percintaan Alice selanjutnya?
Apakah pria itu akan menampakan diri dan membantu Alice mengubah takdirnya?
__ADS_1