
Leo langsung membawa Ayu ke rumah sakit yang ada di sana. Untungnya dia sudah mengantisipasi kejadian seperti ini. Meski waktu kelahiran diperkirakan satu bulan lagi. Meina dan Canser selalu mengingatkan Leo dan Ayu untuk siap kapan saja saat terasa mau melahirkan.
Bukan hanya Leo saja yang panik, semua orang di sana juga panik setengah mati. Mereka takut terjadi sesuatu kepada calon ahli waris keluarga Esteban dan keluarga Jaya. Bisa-bisa mereka nanti akan dimarahi oleh Oma Pio dan Kakek Wijaya.
Aries mengendarai mobil dengan kencang menuju ke rumah sakit. Dokter yang sudah dihubungi oleh Leo tadi, sudah bersiap-siap di sana bersama para perawat.
"Tuan, tolong baringkan Nyonya Ayu di atas brankar!" pinta seorang perawat yang menunggu di depan pintu masuk.
***
Dokter pun memeriksa kondisi perut Ayu. Ternyata belum ada tanda-tanda pembukaan sama sekali. Di cek USG juga belum terlihat tanda-tanda si bayi mau keluar.
"Ini sepertinya kontraksi palsu. Kadang ini terjadi pada ibu hamil. Mereka merasa mulas dan sakit seakan-akan ingin melahirkan. Namun, sebenarnya itu hanya mulas biasa karena si ibu hamil kurang minum atau dehidrasi. Sebaiknya ibu minum Ais lebih banyak lagi," jelas dokter.
Ada rasa lega di wajah Ayu dan Leo. Kasihan sekali Ayu kalau hari ini harus sampai melahirkan si sini saat ini.
"Syukurlah, Sayang. Kita tadi sangat panik!" ucap Leo dengan mata yang basah karena tadi dia juga ketakutan akan terjadi sesuatu kepada istrinya itu.
"Maafkan aku Kak, yang sudah membuat kamu khawatir. Begitu juga dia meminta maaf ke semua orang yang sudah mencemaskan aku," kata Ayu dengan lirih.
__ADS_1
"Kamu tidak perlu meminta maaf. Ini bukan suatu kesalahan dan semua orang mencemaskan kamu itu karena mereka sangat menyayangi kamu," ucap Leo sambil menghapus air mata istrinya.
"Baby, istirahatlah dulu! Agar kondisi kamu cepat pulih," titah pewaris Esteban. Ayu pun tertidur setelah Leo mengusap-usap punggungnya.
***
Ayu pun dibawa kembali ke hotel saat hari sudah malam. Kedua orang tua Ayu dan kedua mertuanya pun datang untuk melihat kondisi istrinya Leo.
Mereka bergegas datang ke sana saat Leo bilang Ayu merasakan sakit di perutnya. Mereka mengira kalau Ayu akan melahirkan.
"Sayang, istirahatlah! Katanya kamu masih ingin tinggal di sini untuk liburan sama suamimu," kata Meina pada putrinya.
"Alasan. Padahal kamu yang tidak mau jauh-jauh dari Leo," balas Agustus sambil tersenyum jahil menggoda putrinya.
"Itu karena Papa menyuruh Kak Leo untuk lembur terus," gerutu Ayu kesal.
"Justru karena kinerja suamimu itu bagus, jadi Papa minta dia untuk melakukan tugas rahasia," sanggah Agustus.
Keluarga Leo hanya diam mendengarkan ocehan keluarga besannya itu. Mereka bersyukur karena kondisi menantu mereka baik-baik saja. Hanya kurang minum saja ditambah cuaca sedang musim panas.
__ADS_1
***
Acara pesta kembang api terpaksa mereka tunda. Rasanya kurang afdhol kalau salah satu dari mereka tidak bisa menyaksikan acara itu. Jadinya, mereka menghabiskan malam itu dengan pasangannya masing-masing.
Leo juga langsung tertidur setelah istrinya memasuki dunia mimpi. Setelah tadi dia buat panik setengah mati karena Ayu merasakan kontraksi palsu.
Akibat kejadian tadi Libra dan Januari mempelajari ciri-ciri kontraksi palsu dan kontraksi beneran saat ibu hamil mau melahirkan. Mereka membaca lewat internet dan bertanya-tanya kepada dokter kandungan masing-masing.
Bukan hanya para suami yang istrinya sedang hamil besar itu yang mencari tahu tentang kontraksi palsu. Aprilio dan Aries juga diam-diam mencari tahu. Agar suatu hari nanti saat istri mereka hamil tahu tentang kondisi ibu hamil.
"Ternyata banyak juga ya, perjuangan seorang wanita saat mengandung dan melahirkan anak mereka. Apa nanti Julia mau mengandung dan melahirkan anak untukku. Inikan taruhannya nyawa," gumam Aprilio.
Sementara Aries dia malah menangis setelah melihat video perjuangan seorang wanita saat melahirkan bayi-bayi mereka. Apalagi ada yang melahirkan bayi yang keadaannya tidak sempurna.
"Karena inilah para wanita yang dinamakan seorang ibu itu adalah orang kuat dan hebat. Perjuangan mereka semenjak mengandung sampai menyusui begitu berat," kata Aprilio di sela isak tangisnya.
***
Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu klik like, komentar, favorit, hadiah, dan Vote-nya juga ya. Dukung aku terus. Terima kasih.
__ADS_1