Ayu Sang Penakluk

Ayu Sang Penakluk
#Jalan-Jalan ke Mall


__ADS_3

     Leo memeluk tubuh Ayu dari belakang. Sejak tadi istrinya itu sudah memperingatkan jangan mengganggunya yang sedang memasak. Namun, Leo tidak menggubrisnya. Malah dia sering mencuri ciuman pada Ayu. 


"Kak Leo, jangan ganggu aku! Ini masak seharusnya selesai sejak tadi. Tapi, lihat! Gara-gara kelakuan Kakak, sampai sekarang belum selesai juga," gerutu Ayu sambil tangannya sibuk membalikan ayam goreng.


"Aku rindu sama kamu, Sayang." Leo menciumi tengkuk dan leher Ayu sampai melenguh.


"Kak Leo ... kenapa belum bersiap-siap? Nanti kesiangan." Ayu membalikan badannya dan berhadapan dengan suaminya.


"Aku mau bolos kerja. Seharian ini mau sama kamu terus," balas Leo sambil membetulkan anak rambut Ayu ke belakang telinganya.


"Kalau Kak Leo bolos, nanti dipecat loh, sama Papa." Ayu membalikan tubuh suaminya dan mendorong ke luar dapur.


"Baby, aku sudah minta izin sama Papa, tadi. Katanya boleh kalau mau menjaga kamu seharian," ucap Leo.


     Ayu menggerutu karena takut jadwal jalan-jalan bareng Juli dan Aquarius akan terganggu kalau Leo ikut. Dia sengaja pilih hari ketika suaminya pergi kerja. Sebab, dia pasti akan melarang dirinya pergi. Alasannya adalah tidak boleh kecapaian. 


     Leo semalam dapat informasi dari Januari kalau istri mereka mau jalan-jalan bersama Juli ke mall dan butik terkenal. Sekalian ke salon. Jiwa posesif miliknya langsung meronta. Dia tidak mau kalau Ayu pergi tanpa dirinya karena selalu banyak laki-laki yang menggoda istrinya itu.


     Apalagi setelah mencari informasi butik yang akan didatangi adalah milik November Victorian. Dia ingin sekalian mencari informasi tentang wanita itu. Sebab sangat sedikit informasi tentang dirinya di media sosial atau cetak. Wanita itu seolah menutup segala tentang informasi tentang dirinya.


"Kenapa cemberut seperti itu?" tanya Leo sambil menarik pinggang Ayu dan perutnya yang sudah agak membuncit itu menempel padanya.


"Aku 'kan sudah janjian mau pergi sama Juli dan Aquarius. Pastinya Kakak nggak akan ngasih aku izin untuk pergi," jawab Ayu sambil memanyunkan bibirnya.

__ADS_1


"Siapa bilang? Kalau kamu ingin pergi jalan-jalan, silakan. Aku nggak akan melarang. Tapi, aku juga akan ikut dengan kamu," balas Leo yang membuat senyum Ayu semakin mengembang.


"Beneran, Kak? Aku boleh pergi!" Ayu tidak percaya. Biasanya suaminya itu selalu melarang mengunjungi tempat-tempat umum yang banyak orangnya.


"Iya, karena ada aku akan menjaga kamu," tukas Leo. 


***


     Ayu, Aquarius, dan Julia pergi jalan-jalan disertai dengan pasangannya. Meski para lelaki mengekori mereka di belakang.


"Para wanita itu kalau belanja selalu lupa waktu," kata Januari.


"Iya, benar. Apa kaki mereka tidak sakit?" tanya Leo.


     Januari dan Leo melirik ke arah Aprilio. Kedua orang itu tidak mengerti ucapannya.


"Maksudnya?" tanya Leo dan Januari bersamaan.


"Iya. Lihat saja nanti saat para wanita memasuki mall. Kita cuma duduk berjam-jam sedangkan mereka berkeliling berjam-jam nggak ada lelahnya. Itu sudah menunjukkan kalau para wanita itu punya kekuatan tersembunyi yang besar," jelas Aprilio yang sering mengantar Mama dan Ayu belanja dari dulu.


"Benar juga!" Leo dan Januari setuju dengan perkataan Aprilio.


"Lalu saat ada harga diskon. Para wanita itu saling adu kecepatan dalam mengambil barang yang ingin mereka beli, meski kadang saling berebut satu sama lain. Jelas ini membutuhkan tenaga yang besar," lanjut Aprilio.

__ADS_1


Lagi-lagi Leo dan Januari membenarkan apa yang di ucapkan oleh Aprilio. Saat mereka melintasi kawasan baju yang sedang mengadakan diskon besar-besaran tambah banting harga dan bonus barang, jika mencapai pembelian produk sampai minimal harga pembelian.


Leo yang melihat Ayu ikut ke kerumunan pada wanita yang sedang memilih baju-baju dengan harga diskon. Membuat ketiga laki-laki itu tercengang.


"Itu istri kamu ngapain ikut di sana?" Tunjuk Januari ke arah Ayu.


"Aduh malu-maluin! Masa Nyonya Muda Esteban belanja barang diskonan dan rebutan sama ibu-ibu," kata Aprilio sambil tertawa ngakak.


Leo gemas dengan tingkah istrinya itu. Lupa kalau dirinya sedang hamil. Malah ikut berdesak-desakan dengan penuh semangat. Saat Leo berjalan ke arah istrinya, tanpa sengaja ada seorang wanita yang menabrak tubuhnya sehingga gelas yang sedang dia pegang, air kopinya tumpah membasahi baju keduanya.


"Maaf, Tuan. Saya tidak sengaja," kata wanita itu kepada Leo sambil mengelap noda kopi di baju menggunakan sapu tangannya.


"Kalau jalan hati-hati. Jangan main tubruk badan orang," balas Leo dengan nada kesal dan langsung pergi meninggalkan wanita itu.


"Menarik," gumam wanita itu dengan senyum lebar tercipta di wajahnya.


***


Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu klik like, komentar, favorit, hadiah, dan Vote-nya juga ya. Dukung aku terus. Terima kasih.


Sambil menunggu Ayu up bab berikutnya, baca juga karya teman aku. Ceritanya nggak kalah bagus dan seru loh.


__ADS_1


   


__ADS_2