
Ayu dan Leo sudah membuat rencana untuk kencan ganda demi menyatukan Januari dengan Aquarius. Mereka sudah menyewa taman hiburan milik keluarga Castello untuk satu malam mulai pukul 20.00 nanti. Rencana itu hampir gagal karena Januari tidak bisa mengantar Ayu. Dia tidak suka mengunjungi tempat yang banyak orangnya. Meski Ayu bilang kalau malam hari pengunjung sedikit, Januari tetap menolaknya. Bahkan menyuruh Aprilio saja yang mengantar Ayu dan bermain bersama di taman hiburan itu.
Aprilio awalnya tidak tahu rencana Ayu, tetapi saat melihat wajah Ayu yang seakan berkata 'diam saja dan turuti apa yang aku mau,' membuat Aprilio menolak permintaan Kakaknya dengan banyak alasan. Jadinya, mau nggak mau Januari bersedia pergi ke taman hiburan bersama Ayu. Namun, Aprilio menjadi ingin ikut setelah Ayu menceritakan rencana dia dengan Leo.
Berbeda dengan Leo yang tidak mengalami kesusahan saat mengajak Aquarius pergi ke taman hiburan. Dia biasanya tidak mau pergi ke tempat yang pernah membuatnya kecewa tingkat tinggi itu karena mengingatkan hari di mana dia putus hubungan dengan Januari. Dia menunggu sehari semalam di depan gerbang taman hiburan demi kencan dengan kekasihnya. Namun, kekasihnya itu tidak datang juga.
***
Jam 20.00 tepat Januari dan Ayu sudah berada di taman hiburan mereka berjalan-jalan dahulu karena Leo dan Aquarius belum kelihatan. Mereka jalan-jalan ke taman bunga yang suasananya tenang dan wangi aroma dari bunga-bunga yang ada di sana.
'Aduh Kak Leo dan Aquarius mana? Keburu kemalaman nanti.' Ayu melihat jam tangan sudah menunjukan jam 20.15 berarti mereka sudah berjalan di taman bunga itu selama 15 menit.
Ayu pun sekali lagi mengirim pesan kepada Leo. Kalau dia sudah berada di taman bunga sesuai tempat perjanjian. Ayu malah melihat ada Libra dan September yang mengunjungi taman bunga itu. Hal ini membuat Ayu terkejut karena taman hiburan sudah Leo booking selama satu malam.
"Hai, Ayu!" sapa September.
"Hai, juga!" balas Ayu, "sedang apa kamu di sini?"
Ayu memeluk tubuh September dan berbisik kepadanya karena penasaran. Bagaimana kedua orang itu bisa juga masuk ke taman hiburan yang sudah di sewa untuk pribadi.
"Aku dipaksa ikut oleh si Casanova tengil itu untuk ikut pergi dengannya. Aku juga tidak tahu kalau akan dibawa ke sini," jawab September.
"Kalian akrab banget, ya! Sering pergi ke suatu tempat bersama-sama. Apa kalian pacaran?" tanya Ayu kepada Libra dan September.
September mengerlingkan matanya nggak suka dengan perkataan Ayu. Berbeda dengan Libra yang terkesan biasa saja.
"Mereka sudah dijodohkan," bisik suara laki-laki yang sudah Ayu tunggu-tunggu kedatangannya.
Ayu menolehkan kepalanya ke belakang, terlihat pemuda tampan yang tersenyum manis kepadanya. Ayu terkejut sekaligus tidak percaya dengan apa yang sudah dikatakan oleh Leo.
__ADS_1
"Benarkah itu Kak Leo?" tanya Ayu menatap manik berwarna coklat muda dan sangat bening itu.
"Tanya saja pada mereka berdua!" perintah Leo yang masih setia menatap wajah Ayu dari dekat.
Ayu pun mengalihkan penglihatannya kepada September dan Libra. Keduanya tampak gugup dan salah tingkah.
"Benarkah itu?" tanya Ayu kepada September dan Libra.
Ayu tidak menyangka kalau September menyembunyikan berita perjodohan itu darinya. Padahal selama ini mereka berdua saling terbuka dan selalu mencurahkan isi hati dan perasaan satu sama lain.
"Itu ...," kata September tidak jelas.
"Iya, kita berdua dijodohkan. Tapi kita menolak karena masih ingin menikmati masa muda yang tidak akan kembali lagi. Aku masih menikmati kencan dengan wanita-wanita cantik dan body goal." Libra bicara dengan blak-blakan dengan gayanya yang terlihat arogan.
September mencebikkan bibir tipisnya pada Libra dan tangan terkepal seakan ingin memukul laki-laki yang berdiri agak depan darinya. Terlihat jelas kalau September juga tidak menginginkan perjodohan ini.
***
Januari juga niatnya mau bersenang-senang sebentar dengan Ayu. Mungkin saja dengan pergi ke tempat hiburan akan membuatnya melupakan bayangan dari wanita yang sudah mencuri hatinya itu. Namun, kini mereka malah bertemu di tempat yang seharusnya dihabiskan dan dinikmati dengan orang yang disayangi.
Aquarius merasakan jantungnya berdetak kencang berkali-kali lipat. Terasa jutaan kupu-kupu berterbangan di dalam perutnya. Dia sangat bahagia, senang, tidak percaya kalau bisa bertemu dengan Pangeran pujaan hati semenjak masih beranjak remaja. Laki-laki yang selalu dirindukannya setiap hari setiap waktu. Dia sudah berjanji kepada Leo akan mengejar kebahagiaannya. Walau apapun rintangannya. Baginya hanya Januari satu-satunya pria yang ingin menjadikan pendamping hidup.
"Juna ...!" panggil Aquarius dengan lembut.
Seakan terhipnotis dengan alunan suara milik Aquarius, Januari diam tak membalas panggilannya. Dia masih saja menatap wanita yang kini pipinya bersemu merah.
"Januari," ucap Aquarius kembali memanggil nama orang yang dicintai tetapi sulit untuk dimiliki.
Januari baru tersadar saat panggilan nama untuk keduakalinya. "Ya," jawab Januari singkat.
__ADS_1
"Aku ingin bicara empat mata bersama kamu. Ada yang harus aku katakan dan itu sangat penting," kata Aquarius yang masih setia menatap wajah Januari.
"Maaf, sudah tidak ada yang ingin aku bicarakan lagi denganmu. Bukannya kita sudah hidup bahagia dengan jalan kita masing-masing," balas Januari.
Aquarius yang kesal setelah mendengar perkataan Januari. Dia memukul dada laki-laki yang hendak pergi dari sana.
"Aku tidak bahagia!" teriak Aquarius dan itu membuat empat orang lainnya melihat ke arah mereka berdua.
"Aku selalu merasa bersalah …, merutuki kebodohan yang sudah aku lakukan! Telah melepaskan laki-laki yang segitu aku cintai dan mencintaiku." Aquarius terus saja memukul dada Januari. Air mata meluncur dengan deras menumpahkan cadangan yang sudah sejak tadi terkumpul di pelupuk matanya.
Januari seperti bisa membiarkan Aquarius memukuli dirinya sampai puas. Selama ini dia masih belum bisa melupakan Aquarius. Meski banyak wanita yang mendekati dan menggoda dirinya. Tak ada yang bisa menggeser keberadaan wanita yang sedang menangis dan memukulinya sekarang. Dalam hatinya masih ada satu nama yang terukir dengan kuat dan tidak bisa hilang.
"Aku ingin kita bisa hidup bersama selamanya. Aku selalu mengharapkan dirimu. Meski orang tuaku selalu mencarikan jodoh agar aku bisa melupakan dirimu. Mereka berpikir kalau aku bersama laki-laki lain bisa melupakan kamu. Itu salah! Aku tidak pernah bisa melupakan kamu dalam hidupku." Aquarius yang kelelahan memukul dan meluapkan emosinya kini menyandarkan kepalanya di dada Januari.
"Aku masih mencintaimu, percayalah!" lirih Aquarius.
Hati Januari terasa sakit saat mendengar isi hati Aquarius. Namun, dia juga masih belum bisa menerima Aquarius kembali. Setelah apa yang sudah dia lakukan dan katakan kepadanya dahulu. Meski saat itu mereka berdua masih labil kondisi jiwanya. Mudah marah, bertindak semaunya sendiri tanpa berpikir apa yang akan terjadi di kemudian hari.
***
Bagaimana hubungan Januari dan Aquarius kedepannya?
Apa yang akan terjadi saat acara kencan ganda di taman hiburan itu?"
Tunggu kelanjutannya ya.
Sambil menunggu up bab berikutnya baca juga karya teman aku. Ceritanya bagus loh!
Jangan lupa untuk klik like, favorit hadiah dan Vote-nya juga ya. Dukung aku terus. Terima kasih.
__ADS_1