Ayu Sang Penakluk

Ayu Sang Penakluk
#Persiapan Pernikahan


__ADS_3

     Seperti yang sudah direncanakan, kini Juli tinggal di rumah kediaman Jaya. Dia satu kamar dengan Ayu. Meski ada kamar tamu di lantai satu. Tentu saja kalau di sana dia tidak bisa mengawasi kamar Aprilio.


     Meina dan Februari senang melihat putri-putri mereka pada akur. Bahkan sering terlihat tertawa bersama. Februari pun akhirnya ikut juga menginap di rumah saudaranya itu. Selama suaminya belum pulang dari perjalanan dinasnya ke luar negeri.


"Mei, apa kamu tahu kalau Juli sedang jatuh cinta?" Februari berbisik kepada kakaknya itu.


"Benarkah? Siapa pemuda yang beruntung itu?" tanya Meina penasaran.


"April. Mantan calon menantu kamu," jawab Februari.


     Mendengar perkataan Februari barusan, membuat Meina sangat terkejut. Dia tidak menyangka kalau keponakannya itu suka kepada anak sahabat karibnya.


"April?" Meina membeo.


"Iya, April. Juli benar-benar sudah tergila-gila kepadanya. Bahkan dia sering mengikuti April kemanapun dia pergi. Juli sudah seperti seorang penguntit." Februari membeberkan tingkah putrinya akhir-akhir ini.

__ADS_1


     Meina menahan senyumnya. Dia tidak menyangka kalau keponakannya yang jutek dan sombong itu bisa berbuat bodoh.


"Ya, siapa tahu April itu jodohnya Juli. Lagian April itu laki-laki baik dan pengertian. Selain itu dia juga penyabar dan penyayang. Padahal aku sudah senang kemarin saat April dan Ayu bertunangan. Tapi, apa daya kalau cinta tidak bisa dipaksakan." Meina memijat pelipisnya.


"Kamu kenapa? Pusing? Sakit kepala?" tanya Februari beruntun.


"Tidak. Hanya saja kepikiran saat Ayu tidak sadarkan diri kemarin. Dia menahan kesedihannya seorang diri, sampai-sampai dia menolak untuk bangun dari alam bawah sadarnya." Jelas Meina sambil bangkit meninggalkan Februari.


     Meina menyesali akan kekeraskepalan dia waktu itu. Padahal dia sendiri juga menolak saat dulu akan dijodohkan dengan Virgo karena sangat mencintai Agustus. Namun, dia memaksa Ayu agar menerima perjodohan dengan Aprilio. Padahal dia tahu betapa Ayu sangat mencintai Leo saat ini.


***


     Juni sedang sibuk menyiapkan pesta pernikahan Januari dan Aquarius. Dia sejenak melupakan kesedihan karena kandasnya perjodohan antara Aprilio dengan Ayu.


     Sejak dahulu dia sudah menginginkan Ayu sebagai calon menantunya. Gadis kecil kesayangan yang selalu membuat hari-hari di rumahnya terasa hangat dan ceria.

__ADS_1


     Dia tahu kalau putranya itu suka dengan Ayu. Dalam artian suka sama lawan jenis. Meski Aprilio selalu mengelak tuduhan itu, hati seorang ibu akan tahu.


"Sayang, apa gaun pengantinnya sudah siap?" tanya Juli kepada Aquarius.


"Sudah, Ma. Gaun untuk seragam keluarga juga semua sudah selesai dibuat. Hari ini atau besok katanya bisa dibawa dari butik," jawab Aquarius.


"Bagus, Sayang. Berarti semua persiapan pernikahan kalian sudah selesai, ya?" Juli bersemangat ingin melihat putra sulungnya bersanding di pelaminan dengan gadis pilihannya. Aquarius menganggukkan kepalanya.


"Yang sudah tidak sabar ingin menjadi istrinya Januari, segala persiapan dikerjakan dengan cepat. Padahal masih ada waktu dua minggu lagi. Atau besok saja kalian menikahnya, bukannya semua sudah siap?" goda Aprilio kepada calon kakak iparnya.


Digoda seperti itu oleh Aprilio membuat Aquarius malu. Wajahnya sudah merah seperti tomat masak. Hal itu membuat Juni memukul punggung Aprilio karena sudah berani menggoda calon kakak iparnya.


***


Jangan lupa untuk selalu klik like, komen, favorit, hadiah dan Vote-nya juga ya. Dukung aku terus. Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2