Ayu Sang Penakluk

Ayu Sang Penakluk
#Mei Shock


__ADS_3

"Ayu! Ayo kita sarapan dulu sebelum aku membereskan rumahmu!" Suara Leo yang baru masuk ke rumah, terdengar begitu nyaring dan jelas karena dia bicara dengan berteriak.


     Mendengar suara Leo membuat Ayu kembali tersedak untuk ke tiga kalinya. Dia bisa melihat jelas wajah Mama dan Papanya yang sangat terkejut mendengar suara Leo.


'Gawat, mati aku!' Ayu memalingkan wajah meringisnya karena yakin setelah ini akan ada sidang bagi dirinya.


     Leo yang baru masuk ke ruang makan dibuat terkejut dengan kehadiran orang tua Ayu. Dia menyangka kalau Tuan dan Nyonya rumah masih berada di kediaman saudaranya. Dia merasa malu karena sudah masuk ke dalam rumah orang lain dengan seenaknya tanpa permisi. Pemuda itu kini berdiri di dekat pintu dengan tangan kanan menenteng robot smart vacum cleaner, dan tangan kiri membawa keresek berisi bubur kesukaan Ayu.


     Agustus dan Mei menatap Ayu dengan tajam dan meminta penjelasan, kenapa Leo bisa masuk ke dalam rumah? Apa yang sudah terjadi ketika mereka pergi meninggalkan putrinya di rumah sendirian?


***


"Jadi ..., kamu mempekerjakan Leo sebagai pembantu di rumah ini karena kalah taruhan?" tanya Agustus dengan nada lemah karena terkejut setelah mendengar cerita putrinya. Dia tidak habis pikir akan kelakuan dan pikiran putrinya.


"Iya ..., Pa. Itu karena rumah ini sangat berantakan saat ditinggal pergi oleh Mama. Makanya, Ayu minta Kak Leo membantu membersihkan rumah ini," jawab Ayu dengan jujur.


"Huh, Mama sengaja tidak membersihkan dan membereskan rumah. Agar kamu yang melakukannya, itung-itung belajar jadi seorang istri. Nanti kamu juga harus terbiasa dengan semua pekerjaan rumah tangga. Mengurus rumah, suami, anak, dan mengelola keuangan. Semua itu demi kebaikan kamu di masa depan." Mei menasehati Ayu.


"Om ..., Tante. Ayu nggak perlu melakukan itu semua karena nanti akan ada banyak pelayan yang melakukan semua pekerjaan itu, kecuali mengurus aku. Itu tugas utama Ayu," kata Leo dengan nada tenang karena sedang mengikrarkan diri, kalau dia adalah calon suami Ayu.


     Baik Agustus maupun Mei, terkejut dengan ucapan Leo barusan. Sementara Ayu, merasa geram karena Leo malah membalas ucapan Mamanya dengan perkataannya barusan. Justru saat ini dirinya sedang menjauhi kata menikah dan perjodohan.


'Ish, harusnya Kak Leo diam saja!' Ayu merutuk dalam hati atas tingkah kekasihnya itu.


"Jadi, kalian serius menjalin hubungan ini?" tanya Agustus yang dulu pernah berprasangka kalau Ayu dan Leo sedang berciuman.


"Iya, Om. Kami serius dengan perasaan dan hubungan ini," jawab Leo dengan sungguh-sungguh.


"Ta–Tapi, Ayu ...." Mei ingin Ayu menjelaskan semuanya.


"Kami sedang pacaran saat ini, Ma." Ayu merasa lebih baik jujur dengan status mereka karena tidak mau kalau sampai perjodohan itu terjadi.

__ADS_1


"Tidak boleh!"


     Mei menentang hubungan mereka karena Ayu sudah punya calon pilihannya. Dia ingin Aprilio yang menjadi menantunya kelak. Bagi dia, Aprilio adalah sosok yang sangat perhatian, bisa diandalkan, mandiri dan dewasa, serta laki-laki bertanggung jawab. Semua hal kriteria suami yang cocok untuk Ayu ada pada diri Aprilio.


     Ayu tidak peduli dengan penentangan Mei. "Apa Mama lupa pernah merasakan jatuh cinta? tanya Ayu dengan wajah ditekuk.


"Ayu, kalau urusan mencari pendamping hidup itu jangan asal-asalan! Kamu harus tahu bagaimana kualitas, kuantitas dan segala hal tentang orang yang menjadi pendamping hidup kamu kelak!" Mei gemas karena Ayu bersikukuh ingin mempertahankan hubungannya dengan Leo. Padahal hari ini Keluarga Hadikusumo mau membicarakan tentang kelanjutan perjodohan antara putra dan putri mereka.


"Pah, nasehati Ayu!" pinta Mei kepada Agustus yang sejak tadi tidak terlihat menentang keputusan Ayu untuk menjalin hubungan yang serius dengan Leo.


"Papa tidak akan bicara panjang lebar. Jika, menurut Ayu memilih Leo adalah pilihan yang tepat untuknya. Papa tidak akan menentang hubungan mereka saat ini, selagi hubungan mereka masih dalam batas yang aman. Jangan melakukan hal-hal diluar batas hubungan kekasih. Kalau sampai Ayu hamil di luar nikah, maka aku tidak akan segan-segan menghabisi kamu!" Agustus memberikan ancaman kepada Leo dan memberi peringatan kepada Ayu.


"Tentu saja, Om. Ayu juga tidak mau aku cium sebelum kita menikah tiga tahun lagi," balas Leo.


"Menikah!" teriak Mei. Kabar berita yang mengejutkan dirinya. Mei sampai memijat kepalanya yang mendadak sakit. Dia tidak menyangka kalau Ayu dan Leo sudah membicarakan hubungan mereka sampai ke tahap pernikahan. Impian menjadikan sahabatnya sebagai besan akan mengalami kesulitan.


"Tiga tahun lagi?" Agustus membeo.


***


     Kabar yang membuat Mei shock sejak kedatangan Leo tadi. Membuat penyakit darah tinggi dia kambuh. Dia langsung dibaringkan di kamarnya dan dipanggilkan Dokter keluarga mereka.


"Biarkan Mama istirahat dulu. Mungkin karena tubuhnya yang masih kelelahan membuat tekanan darah tingginya naik lagi," ucap Agustus.


"Tapi Mama baik-baik saja 'kan, Pah?" tanya Ayu dengan nada suara yang bergetar. Dirinya sangat sedih melihat Mamanya yang biasa aktif membereskan rumah di pagi hari, kini terbujur lemah.


"Iya. Kamu jangan sedih begitu, nanti Mama juga ikut sedih," jawab Agustus sambil mengusap kening Mei.


     Ayu dan Leo berdiri di sisi ranjang tempat Mei berbaring. Terlihat rasa cemas dari wajah mereka. Keduanya merasa kalau Mei menjadi seperti itu karena ulah mereka. Agustus pun menyuruh kedua anak muda itu segera pergi ke kampus karena mereka punya jadwal kelas pagi.


***

__ADS_1


"Ayu, sepertinya Mama kamu tidak akan menyetujui hubungan kita ini," ucap Leo sambil berjalan menuju halaman depan, di mana mobilnya terparkir.


"Tadi sepertinya Mama sangat terkejut dan itu membuatnya shock. Mungkin beberapa hari kedepan dia akan merestui hubungan kita." Ayu masuk ke mobil setelah Leo membukakan pintu untuknya.


"Ya, semoga saja. Hati-hati mengemudikan mobilnya!" titah Leo.


"Sampaikan salam dan maaf aku kepada Tante Canser, karena tidak bisa memenuhi undangannya," kata Ayu dengan wajah sendunya.


"Iya, akan aku sampaikan." Leo pun menutup pintu mobil Ayu setelah selesai memasangkan sabuk pengaman terlebih dahulu.


     Seseorang memperhatikan mereka di balkon rumahnya. Terlihat gurat kesedihan di wajah tampannya. Aprilio berusaha merelakan Ayu dengan pilihannya itu. Dia akan membicarakan terlebih dahulu dengan orang tuanya. Kalau dia menolak dijodohkan dengan Ayu. 


"Ayu semoga kamu bahagia dengan lelaki pilihan kamu." Aprilio memandang langit cerah yang sinar matahari masih terasa hangat.


"Aku pun akan mencari kebahagian dengan cara aku sendiri." Aprilio bermonolog kemudian memejamkan matanya menikmati udara yang masih segar dan kehangatan dari sinar mentari.


***


Bagaimana hubungan keluarga Ayu dan Aprilio kedepannya? Bisakah Leo mencuri hati Meina agar bisa jadi calon menantunya?


Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk klik, like, favorit hadiah dan Vote-nya juga. Dukung aku terus.


Akan diadakan give away bagi 3 orang yang memiliki poin tertinggi dan 3 orang yang memberikan komentar terbaik (versi aku). Hadiah pulsa akan diberikan 1 hari menjelang lebaran. Jadi, mumpung masih banyak waktu, kalian masih punya kesempatan.


juara 1 pulsa 30.000


juara 2 pulsa 20.000


juara 3 pulsa 15.000


3 komentar terbaik pulsa @10.000

__ADS_1


__ADS_2