
Ayu dan September mau menyerahkan tugas mereka kepada dosen. Namun, saat akan mengirimkan file dokumen tugas yang di minta lewat email, Ayu tidak menemukan semua dokumen miliknya.
"September, tugas milik aku nggak ada!" Ayu panik karena tugas itu harus dikumpulkan hari ini.
"Kok, bisa! Apa kamu me-restart atau nggak sengaja menghapus file dokumen kamu?" tanya September.
"Nggak kok. Aku yakin barusan sebelum ke toilet aku memeriksanya. Tapi kini semua hilang! Materi yang aku susun pun nggak ada yang bersisa. Padahal itu file terpisah-pisah." Ayu sangat kesal kenapa semua itu harus terjadi pada hari ini.
Datang salah seorang teman Ayu yang selalu duduk di pojok ruangan. Dia termasuk mahasiswa yang kurang bergaul dengan orang lain.
"Ayu ada apa?" tanyanya.
"File dokumen di laptop aku hilang semua!" jawab Ayu.
"Apa kamu nggak di backup semua tugas kamu atau file dokumennya?" tanya mahasiswa itu lagi.
"Eh iya, aku selalu backup semua catatan milikku." Ayu merasa senang karena tugas-tugas masih bisa terselamatkan. Mahasiswa itu pun membantu Ayu. Ternyata dia orang yang paham dan suka akan IT. Semua file yang di hapus oleh Juli dapat kembali lagi. Ayu pun sangat senang dan langsung saja mengirimkan tugas miliknya.
"Oh, iya. Tadi aku lihat Juli mendekati meja kalian. Jadinya, aku curiga kalau dia telah berbuat sesuatu." Mahasiswa itu memberi tahu Ayu akan perbuatan Juli.
Ayu yang terpancing emosinya melakukan perbuatan yang sama terhadap Juli. Saat perhatian Juli sedang bercanda tawa dengan temannya. Ayu membuka laptop milik Juli dan menghapus semua file dokumen tugas punya Juli. Ayu pun cepat-cepat pergi dari sana. Entah keberuntungan atau apa? Saat Ayu menjalankan aksinya, tidak ada satu orang pun tahu akan perbuatannya itu.
"Rasakan, Juli. Aku ingin tahu, jika hal yang sama terjadi padamu, apa yang akan kamu lakukan?" gumam Ayu, tetapi September masih bisa mendengarnya meski tidak begitu jelas.
"Na, tugas milik aku kok nggak ada! Menghilang ke mana, ya?" Juli bertanya dan sibuk membuka semua file yang ada di dalam laptopnya.
__ADS_1
Waktu akan pulang, Juli baru heboh kalau file tugas miliknya hilang. Padahal dia tinggal mengirimkan saja lewat email.
"Kok bisa sih, Jul! Apa kamu yakin sudah mengerjakannya?" tanya Nana.
"Aku yakin sudah mengerjakannya semalam. Bahkan tadi aku sempat cek juga dan tugas itu sudah selesai.
"Kamu punya backup file dari tugasnya nggak?" tanya salah seorang dari temannya di sana.
"Ahk! Si_al." Ayu mengumpat karena terasa kesal tingkat dewa.
Juli semakin sesal karena selain tugas kuliahnya. File-file dokumen lain juga ikutan menghilang. Mau buat ulang tugas pun tidak akan bisa karena sudah tidak ada waktu. Salahnya dia tidak mem-backup semua file miliknya. Alhasil, Juli tidak bisa menyerahkan tugas yang di minta dosen. Hal itu berpengaruh pada nilainya.
Ayu tidak menyangka kalau Juli tidak punya salinan file tugas. Ayu juga tadi sama paniknya saat tahu file tugasnya hilang dan itu semua gara-gara Juli.
"Sudahlah, itu salah Juli sendiri. Dia yang memulai, dan saat hal serupa dibalikkan padanya, ternyata dia kelimpungan sendiri. Coba kalau dia tidak memulai gara-gara, maka semua ini tidak akan terjadi." September mendukung apa yang dilakukan oleh Ayu tadi.
"Juli, yang sudah menjadi antagonis. Sedangkan kamu tokoh protagonis yang melakukan perlawanan." September memeluk Ayu dari samping.
Juli mendapatkan nilai jelek karena tidak menyerahkan tugasnya tepat waktu. Kejadian itu pun memberikan pelajaran bagi Ayu ataupun Juli. Kini, mereka selalu mem-backup setiap hasil kerja atau file yang di rasa penting.
***
Hari Minggu yang dinanti oleh Ayu, Akhirnya tiba juga. Ayu dan September akan mengikuti kegiatan bakti sosial bersama Aries dan teman sekampus lainnya. Ayu juga ikut menyumbangkan 50 paket sembako dan 200 paket keperluan sekolah untuk anak-anak panti asuhan. Kalau September berupa paket kebutuhan sehari-hari dan paket makanan snack untuk anak panti. Mereka menggunakan mobil September yang agak besar karena mobil milik keluarga Ayu sedang di reparasi.
Penampilan Ayu yang sederhana berupa kaos putih plus jaket dan bawahan celana jeans berwarna biru, tanpa diduga Leo juga mengenakan setelan yang sama. Seolah-olah mereka pasangan yang sengaja mengenakan baju couple.
__ADS_1
'Kenapa aku dan Kak Leo pakai baju yang sama,' batin Ayu.
Namun, saat dia melihat Aries dan Libra berpakaian yang serupa dengannya, membuat Ayu tersenyum senang. Dia pun menjadi tenang karena nggak akan ada yang bilang kalau dia janjian sama Leo untuk pakai baju yang sama.
Terdengar suara berisik dari arah kanan mobil. Ketika Ayu menoleh ternyata ada sang Primadona Kampus datang dengan penampilan cantik sempurna. Layaknya putri kerajaan yang berjalan dan gerak tubuhnya begitu anggun.
"Eh, si Vivi sang Primadona Kampus ikutan juga?" tanya September.
"Mana aku tahu? Aku 'kan bukan penggemar dia," jawab Ayu.
"Pasti ikut 'lah, karena ada Kak Aries yang menjadi ketua penyelenggara kegiatan baksos ini," lanjut salah satu mahasiswi yang berdiri di dekat Ayu.
'Jadi, benar kabar dia yang selalu mengejar-ngejar Kak Aries.' Ayu membatin karena harus bersaing dengan wanita yang sempurna seperti Vivi.
***
Bagaimana kegiatan baksos Ayu?
Apa saja yang akan terjadi di sana?
Tunggu kelanjutannya ya.
Teman-teman baca cerpen buatan aku. Bagi penyuka bon cabe lumayan nih. Kalau kalian suka sama ceritanya dan ingin dijadikan versi novel komen ya. Kasih lope juga.
__ADS_1