
"Maaf, aku sudah dijodohkan oleh orang tuaku dengan gadis pilihan mereka." Januari mendorong bahu Aquarius.
Mendengar pengakuan Januari, hati Aquarius terasa di remat dengan kuat. Sampai kakinya mundur dua langkah dan hampir limbung jika dia tidak berpegangan pada kursi taman. Aquarius menatap Januari dengan tatapan tidak percaya dan terluka. Selama ini dia selalu berusaha mencari Januari dan menjaga hati dia untuknya. Harapannya selama ini adalah bertemu dengan kekasih hatinya dan langsung mengikat hubungan dengan pernikahan.
Suasana malam yang cerah karena begitu banyak bintang yang bertaburan. Tidak membuat senang orang-orang yang ada di sana. Ayu terkejut saat Januari bilang sudah di jodohkan karena selama ini dia tidak tahu dan baru mendengar kabar ini. Aprilio juga nggak pernah bilang soal perjodohan Januari.
"Kak Juna, tidak bohong 'kan soal perjodohan ini? Karena Aprilio tidak pernah bercerita kalau Kakak sudah dijodohkan," kata Ayu dan melangkah mendekati Januari.
"Maaf Ayu. Tidak semua urusan keluarga kami, kamu harus tahu," ujar Januari.
Hati Ayu terasa sakit saat Januari bicara seperti itu kepadanya. Dia tidak menyangka kalau laki-laki yang sudah dia anggap sebagai Kakak sendiri, menatap tajam dan tidak suka padanya.
"Apa kamu mengajak aku ke sini hanya untuk ini, Ayu?" tanya Januari dengan nada tajam.
Ayu diam menggigit bibir bagian bawah, matanya juga sudah berkaca-kaca. Kakak yang selalu berlaku lembut dan memanjakannya kini seolah berubah menjadi orang asing.
"Kamu sudah membuatnya semakin terluka. Apa kamu tidak memikirkan perasaannya juga perasaanku?" Januari memarahi Ayu di depan orang yang di kenal olehnya.
Air mata Ayu akhirnya jatuh bercucuran saling berlomba untuk keluar dari mata dia yang indah. Bibir ranumnya bergetar karena menahan suara Isak tangis.
Leo jadi terpancing emosinya. Melihat sepupu dan gadis yang selalu dia jaga menangis karena Januari. Langkah kaki Leo yang lebar, hanya butuh lima langkah untuk sampai ke depan tubuh Januari. Langsung dilayangkan satu pukulan ke wajah Januari dengan sangat kuat.
Januari jatuh tersungkur karena posisi dia yang tidak siap menerima serangan Leo yang tiba-tiba. Darah pun keluar dari sudut bibirnya. Januari menyeka darah itu menggunakan ibu jarinya. Rahang dia terasa kaku dan sakit.
Januari melihat ke arah Leo dan tersenyum sinis. Dia pun dengan cepat membalas pukulan Leo. Namun, Aquarius menghalangi itu, sehingga wajah cantiknya jadi sasaran pukulan Januari.
Januari terkejut saat dia melayangkan pukulan malah terkena wajah Aquarius yang tiba-tiba menghalangi Leo. Rasa merasa bersalah langsung menyusup dalam hatinya.
"Aquari!" Januari langsung memeluk tubuh wanita yang langsung tidak sadarkan diri setelah pukulan keras mengenainya.
Semua yang ada di sana panik karena Aquarius, pingsan. Leo pun mendorong tubuh Januari agar menjauh dari Aquarius.
"Lepaskan sepupuku!" Leo mencoba mendorong tubuh Januari yang memeluk tubuh Aquarius.
__ADS_1
"Tidak!" Januari masih memeluk tubuh Aquarius dan membelai wajahnya. Ada memar di dekat mata dan tulang pipi. Keningnya juga terluka akibat jatuh barusan.
"Aquari, bangun!" Januari masih memeluk tubuh yang sedang tidak berdaya itu. Dia merutuki kebodohannya karena sudah termakan sama hawa napsu emosi.
"Kak Janu bawa Aquari ke ruang kesehatan. Istirahatkan di sana dulu," kata Ayu yang wajahnya semakin sembab oleh air mata.
Januari langsung membopong tubuh Aquarius ke tempat kesehatan yang ada di taman hiburan. Semua orang mengikuti Januari meninggalkan taman bunga itu.
Ayu menelepon Aprilio karena belum datang juga. Ternyata dia mengalami ban kempes di jalan. Ayu pun menceritakan kejadian yang sudah terjadi di taman hiburan. Aprilio pun memutuskan untuk naik taxi online karena akan memakan cukup waktu jika dia menunggu mobilnya di derek oleh orang bengkel.
***
Januari mencari minyak angin atau kayu putih untuk menyadarkan Aquarius. Digosokkan minyak itu ke pundak dan dada Aquarius. Hidungnya pun diolesi oleh minyak angin agar terhirup olehnya.
Keempat orang lainnya menunggu di depan ruang kesehatan. Mereka memberi privasi bagi Januari dan Aquarius untuk menyelesaikan masalah mereka.
Aquarius menggerakkan kepalanya yang terasa sakit. Matanya tertutup semakin rapat dengan kening yang berkerut menahan rasa pusing. Tangannya menyentuh pelipis yang terasa berdenyut.
"Aquari, mana yang sakit?" tanya Januari sambil memegang tangan Aquarius yang berada di kepalanya.
"Di sini," jawab Aquarius menunjuk dada sebelah kiri.
Januari menatap Aquarius dan tangannya menggenggam kuat. "Tidak bisakah kamu melupakan aku?"
Aquarius menggelengkan kepalanya. Air matanya juga mengalir kembali. Januari menghapus dengan lembut dan meminta jangan menangis lagi.
"Sampai kapanpun aku tidak akan bisa melupakan kamu. Biarkan saja aku, jangan paksa aku untuk melupakan dirimu. Kalau kamu masih bersikukuh agar aku melupakanmu. Maka buatlah aku hilang ingatan atau bunuh sa—" Januari menutup mulut Aquarius.
"Jangan bicara yang enggak-enggak! Aku tidak pernah melarang kamu untuk melupakanku. Itu hak kamu karena itu perasaan milikmu." Januari masih memandang ke arah wajah Aquarius yang dihiasi memar.
"Sebaiknya kita ke dokter untuk mengobati memarnya. Maaf karena aku sudah memukul kamu," lanjut Januari.
"Hm." Aquarius pun bangun dengan memegangi kepalanya yang masih dirasa pusing.
__ADS_1
Januari pun memegangi tubuh Aquarius saat turun dari brankar karena terlihat limbung. Aquarius pun melihat Januari dan tersenyum kepadanya.
"Terima kasih."
***
Aprilio datang bareng Aries keduanya terlihat kehabisan napas karena habis berlari. Keringat juga membasahi kening dan baju mereka. Meski begitu tidak mengurangi ketampanan wajahnya.
"Kemana saja kalian?" tanya Leo dengan nada kesal kepada dua orang yang malah cengengesan karena sudah datang terlambat.
"Maaf ada urusan mendadak barusan," jawab Aries dan melihat kepada Ayu.
"Mobil aku mogok," jawab Aprilio.
"Lalu gimana? Apa berhasil?" tanya Aries pada Ayu.
"Nggak. Kak Janu ternyata sudah di jodohkan oleh orang tuanya," jawab Ayu sambil melihat ke arah Aprilio. Dia meminta penjelasan kepada sahabat dari masa masih pakai popok.
"Kenapa melihat aku seperti itu?" tanya Aprilio kepada Ayu karena terus melihat dengan tatapan menyelidik padanya.
"Kenapa? Bukannya itu pertanyaan untuk kamu. Kenapa kamu tidak bilang kalau Kak Janu sudah dijodohkan? Jadinya, Aquarius semakin terluka saat mengetahui kenyataan ini." Ayu bicara dengan agak sewot karena Aprilio memasang wajah seakan tidak tahu apa-apa.
"Kata siapa?" Aprilio bertanya dengan wajah bertanya-tanya.
"Kak Juna bilang kalau dia sudah dijodohkan oleh Om Okto dan Tante Juni," jawab Ayu.
"Apa?" tanya Aprilio dengan nada agak tinggi karena sangat terkejut mendengar perkataan Ayu barusan.
***
Benarkah Januari sudah di jodohkan oleh orang tuanya?
Tunggu kelanjutannya ya.
__ADS_1
Jangan lupa untuk klik like, favorit, hadiah dan Vote-nya juga ya. Dukung aku terus. Terima kasih.