
Suasana di meja yang sedang diduduki oleh tiga orang itu, kini dalam keadaan tegang. Leo dan Aries saling menatap tajam. Leo merasa Aries telah menjadi penghianat baginya. Sementara bagi Aries dia ingin meraih kebahagian dirinya yang baru ditemukan dalam hidup dia.
Tatapan Leo seolah berkata, "Bukannya kamu tahu kalau aku suka sama Ayu."
Aries pun membalas dalam tatapannya, "Salah sendiri, kenapa tidak dari dulu kamu jadikan Ayu kekasih atau tunangan kamu?"
Kedua pemuda itu sudah bersahabat semenjak masih bayi merah. Sudah bisa memahami satu sama lain meski lewat tatapan dan gestur tubuh.
Ayu mulai kesal dengan dua orang seniornya itu. Tanpa sepengetahuan mereka dia mengirim pesan kepada Aprilio untuk menyelamatkan dirinya dari dua predator yang sedang saling mengancam keberadaannya.
'Aku seperti kelinci yang sedang diperebutkan oleh macan dan singa, untuk dijadikan santapan mereka,' batin Ayu.
Ayu melihat September pergi dengan Taurus keluar dari restoran. Tanpa ba-bi-bu lagi, dia langsung menelepon temannya.
"Mau kemana?" tanya Ayu.
["Mau ke kantornya Taurus"]
"Serius?"
["Iya, dia mengajak aku pergi dengannya. Aku juga kini sedang ikut naik mobil dia."]
"Jangan-jangan semuanya berjalan dengan lancar?"
["Doakan saja, ya! Mudah-mudahan aku bisa terlepas dari si Casanova tengil itu."]
"Iya aku doakan semoga sukses!" Ayu pun mengakhiri pembicaraannya lewat handphone-nya.
Aries dan Leo kini perhatiannya teralihkan kepada Ayu, semenjak menelepon seseorang. Mereka menyimak apa yang sedang dia obrolkan.
"Apa?" tanya Ayu kepada Aries dan Leo.
"Barusan siapa yang ditelpon?" tanya Leo.
" Itu—"
"Ayu!" Terdengar suara Aprilio dari kejauhan.
Melihat sahabat kecilnya datang, Ayu sangat senang. Dia pun cepat-cepat beranjak dari sana dan menghampiri Aprilio.
__ADS_1
Dengan kedipan mata Ayu, akting drama pun dimulai. Aprilio tersenyum kepada Aries dan Leo.
"Terima kasih, ya. Sudah menemani Ayu makan. Aku ada rapat bersama teman mahasiswa lainnya, ternyata memakan banyak waktu. Aku takutnya Ayu menunggu sampai dia nggak makan." Aprilio berakting seolah dia sudah janjian bersama Ayu untuk makan siang bersama.
"Ayu, Mama barusan menelepon katanya mau di ajak ke salon. Agar nanti malam pas acara lamaran, kamu terlihat semakin cantik." Aprilio sengaja bicara seperti itu di depan Aries dan Leo. Dia ingin melihat di antara keduanya yang lebih besar rasa cinta itu siapa?
Aprilio bisa melihat tatapan kekecewaan dari keduanya. Hanya saja Leo kelihatan lebih terluka. 'Ayu haruskah aku relakan dirimu kepadanya?' batin Aprilio.
"Maaf, ya. Aku akan bawa Ayu dulu karena nanti malam keluarga kita ada acara penting," kata Aprilio dan menggandeng tangan Ayu.
"Permisi, Kak." Ayu pamitan kepada Leo dan Aries.
Leo dan Aries menatap kepergian Ayu dan Aprilio dengan perasaan kesal bercampur sedih. Keduanya baru ingat kalau lawan yang harus mereka hadapi untuk merebut Ayu adalah calon suaminya itu. Pemuda yang telah mengklaim dirinya sebagai calon suami yang sudah dijodohkan oleh orang tua mereka.
***
Seorang gadis cantik berpakaian elegan dengan warna blue baby, berdiri di depan kaca. Sapuan make up natural yang sederhana membuatnya terlihat cantik alami khas anak remaja. Dress selutut yang Ayu kenakan saat ini adalah pilihan Juni. Dia menyerasikan baju Ayu dengan setelan tuxedo yang akan dipakai oleh Aprilio.
Malam ini adalah pesta pertunangan antara Aquarius dengan Januari. Dalam waktu satu hari kedua orang tua mereka disibukkan dengan persiapan pesta. Menggunakan kuasa dan nama dari keluarga terkenal, semua berjalan lancar dan cepat.
Orang tua Ayu pun cepat-cepat pulang begitu pagi hari tadi Juni memberi tahu mereka akan acara pertunangan Januari. Keduanya juga menyambut pertunangan anak sahabat mereka dengan antusias.
"Iya, Ma. Ini juga mau turun," balas Ayu sambil menutupkan pintu kamarnya. Kemudian dia pun berlari menuruni tangga.
"Wah anak Papa, cantik sekali malam ini. Jangan-jangan nanti akan ada banyak laki-laki yang mau melamar kamu." Agustus mencubit hidung mancung milik Ayu.
Keluarga Ayu pun pergi ke hotel super mewah milik keluarga George Louis. Ayu merasa gelisah perasaannya malam ini. Dia sehabis pulang dari salon tadi terus saja kebayang sosok seorang wanita cantik yang berkenalan dengannya dan mengaku bernama Pisces.
"Ayu? Hei!" Mei menepuk tangan putrinya menggunakan tas jinjing miliknya.
"Ada apa? Kok dari tadi melamun terus." Mei yang duduk di kursi depan memutarkan kepalanya.
"Nggak kok, Ma. Hanya sedang memikirkan hadiah untuk Kak Janu. Kenapa kita tidak membawanya?" Ayu kini mengalihkan perhatiannya kepada Mei.
"Janu 'kan tunangan bukan menikah. Kado kita siapkan untuk hadiah pernikahan nanti," jawab Mei.
Ayu pun tersenyum simpul dan menganggukkan kepalanya. Sebenarnya bukan hal itu yang ada di dalam pikiran Ayu saat ini.
***
__ADS_1
Pesta pertunangan Aquarius dan Januari diselenggarakan dengan sangat mewah. Tamu undangan juga dari kalangan pebisnis dan pejabat serta teman-teman dekat kedua pasangan yang baru saja mengikat tali perjodohan.
Aquarius dan Januari terlihat sangat bahagia. Senyum dan tawa menghiasi wajah mereka.
"Aquarius ..., Kak Janu ..., selamat atas pertunangan kalian." Ayu memeluk keduanya dengan senyum lebar.
"Terima kasih, Ayu. Kapan kamu mau menyusul kami? Leo sudah tidak sabar ingin meminang dirimu." Aquarius menarik turunkan alisnya dan senyum jahil terukir di wajahnya yang cantik.
Ayu mendelikkan mata dan bibir memble karena Aquarius menggodanya. Hal ini malah membuat Januari gemas dan mencubit kedua pipi Ayu dan menggoyang-goyangkan.
"Aquarius, selamat atas pertunangan kamu!" Suara perempuan dari arah samping Ayu.
Ayu pun melirik ke arahnya karena dia merasa familiar dengan suaranya. Ternyata dia adalah wanita yang Ayu temui di salon tadi siang.
"Pisces!" Aquarius memanggil nama perempuan itu.
Ayu merasa jantungnya tiba-tiba terasa jatuh. Ternyata penglihatan dia tidak salah, dia benar-benar Pisces. Ayu memperhatikan interaksi kedua wanita di sampingnya.
"Kapan kembali dari luar negeri?" tanya Aquarius kepada Pisces.
"Satu Minggu yang lalu. Dan betapa terkejutnya aku saat tadi siang mendengar berita pesta pertunangan kamu dengan Januari. Emang jodoh tak akan kemana." Pisces tersenyum dan terlihat rona kebahagiaan darinya.
"Jahat! Sudah satu Minggu di sini dan baru sekarang kamu menemui aku. Ternyata kamu tidak menganggap aku teman." Aquarius memasang wajah cemberut dengan pipi di kembungkan dan bibir manyun. Sebenarnya dia sangat terkejut dengan kemunculan Pisces yang tiba-tiba seperti ini. Pisces malah tertawa lepas melihat ekspresi dari sahabatnya itu.
"Aku belakang ini sedang mencoba menemui Leo. Tapi sangat sulit sekali. Apa Leo benar-benar sibuk?" tanya Pisces.
Lagi-lagi jantung Ayu merasa mencelos. Ternyata benar, wanita cantik yang bernama Pisces itu adalah wanita di masa lalu Leo. Ada perasaan tidak suka saat wanita berpenampilan terbuka bagian punggungnya membicarakan Leo di depannya.
"Iya, aku rasa Leo sangat sibuk belakangan ini. Ini sedang mengejar bintangnya yang sering lepas dan dikerubungi oleh orang banyak." Kata Aquarius yang mengisyaratkan kalau Leo sedang mengejar-ngejar Ayu. Aquarius melirik kan matanya sesaat kepada Ayu.
"Aku akan buat Leo kembali padaku. Karena hanya aku yang pantas untuk dia," balas Pisces. Dia merasa yakin kalau hanya dirinya, wanita yang disukai dan dicintai oleh Leo.
"Kamu terlalu percaya diri, Pisces! Mungkin saja Leo sudah menemukan pengganti dirimu." Aquarius bicara kepada Pisces dan sesekali melirik Ayu. Dia ingin melihat ekspresi wajah perempuan yang kini sedang bicara dengan Januari.
***
Bagaimana reaksi Leo ketika bertemu dengan Pisces? Apa yang akan Ayu lakukan setelah tahu Pisces kembali? Tunggu kelanjutannya ya.
Jangan lupa untuk klik like, favorit, hadiah, dan Vote-nya juga ya. Dukung aku terus. Terima kasih.
__ADS_1