
#WARNING!
#Baca sebelum imsak atau setelah buka, ya!
Aprilio yang diminta oleh Ayu untuk mengantarkan Juli ke perpustakaan nasional. Dia tidak bisa menolak permintaan dari teman baiknya itu. Maka, meski dengan berat hati mengantarkan Juli.
Tempat yang penuh dengan buku dari berbagai zaman dan jutaan judul buku, membuat Aprilio lebih senang berkeliling seorang diri. Dia membiarkan Juli mencari sendiri buku yang dia butuhkan.
Sekitar 3 jam Juli berkutat mencari beberapa buku yang berhubungan dengan tugas kampusnya. Sementara Aprilio, lebih suka tenggelam dalam buku-buku novel misteri.
Ketika Juli sudah mendapatkan judul dari buku-buku yang diperlukan, dia menghampiri Aprilio. Saat sampai di meja para pengunjung yang sedang membaca. Terlihat Aprilio sedang khusyuk membaca. Juli malah duduk tidak jauh dari Aprilio dan memperhatikan pemuda yang sedang asik membaca itu.
Wajah tampannya semakin terlihat sempurna, ketika dilihat dari samping. Juli benar-benar sudah dibuat tak berdaya oleh panah asmara yang di tancapkan oleh Dewi Asmara padanya.
"April, kenapa kamu tampan sekali? Meski sedang duduk diam dan membaca," gumam Juli dengan lirih bahkan hampir tidak terdengar.
Juli menelungkupkan badannya pada meja dengan wajah menghadap Aprilio. Tidak ada suara. Hening. Namun, terasa menyenangkan bagi Juli yang biasanya suka berbuat rusuh atau gaduh bersama teman-teman satu kelompoknya.
__ADS_1
Aprilio tahu kalau Juli sudah selesai mencari buku untuk tugasnya. Namun, dia tanggung sedang membaca dan sedang seru-serunya. Jadi, dia pura-pura tidak tahu dengan kedatangannya.
Dengan kecepatan membaca milik Aprilio, buku setebal 300 halaman bisa selesai dibaca dengan cepat. Aprilio melirik ke arah Juli. Terlihat kalau gadis itu masih sedang menatapnya.
"Apa belum puas menatap aku dengan cara seperti itu?" tanya Aprilio.
"Sepertinya tidak akan puas," jawab Juli.
"Apa sudah dapat semua buku yang kamu butuhkan? Jika sudah, ayo kita pulang!" Aprilio beranjak dari kursi kayu dan berderik ketika dia menggesernya.
***
"April, apa kamu benar-benar suka sama Ayu?" tanya Juli tiba-tiba setelah mereka membicarakan buku novel roman yang sangat booming pada saat ini.
"Aku rasa itu ada urusannya dengan kamu," jawab Aprilio.
"Ada. Karena aku suka sama kamu! Dan ingin menjadi orang yang spesial dalam hidup kamu," balas Juli dengan cepat dan tanpa keraguan saat bicara.
__ADS_1
Aprilio tahu akan perasaan Juli padanya, setelah ungkapan isi hatinya tempo hari. Namun, dia masih belum bisa menerima atau membalas perasaan Juli.
"Aku rasa untuk saat ini kita lebih baik berteman saja dulu." Aprilio saat ini, dia tidak tertarik untuk menjalin hubungan dengan lawan jenis.
"Apa aku masih punya kesempatan untuk bisa menjadi orang yang spesial dalam hidup kamu?" Juli masih bersikukuh dan tidak mau menyerah.
"Iya, tentu saja. Karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Bisa saja aku jadi menyukai kamu, atau sebaliknya. Begitu juga dengan kamu, saat ini bilang suka sama aku, tetapi siapa tahu di masa depan perasaan itu masih ada dan semakin kuat atau hilang dan berubah menjadi benci," jelas Aprilio.
Tanpa diduga oleh Aprilio. Juli mencium bibirnya dengan lembut. Ini adalah ciuman pertama Aprilio. Dia tidak menyangka akan direbut oleh teman yang dulu sering bertengkar dengannya.
"Aku tidak akan pernah membenci kamu. Setelah aku tahu kalau perasaan ini yang sering disebut cinta oleh kebanyakan orang. Maka, aku akan terus memupuknya agar semakin besar dan kuat," kata Juli ketika tautan mereka terlepas.
***
Hehehe ... sebelum puasa ada adegan kissu dulu. Kasihan Aprilio belum pernah. 🙈🙈🙈🙈
Jangan lupa untuk selalu klik like, komentar, favorit, hadiah dan Vote-nya juga ya. Dukung aku terus. Terima kasih.
__ADS_1