Ayu Sang Penakluk

Ayu Sang Penakluk
#Apa Kali ini Hamil


__ADS_3

     Aprilio mengantarkan Julia dan keluarganya ke bandara. Dalam perjalanan itu Julia dan Aprilio saling berpegangan tangan. 


"Ingat hati-hati saat di sana," kata Aprilio.


"Iya." Julia melihat wajah tampan dari laki-laki yang pasti nanti akan dia rindukan.


     Julia dan Aprilio duduk di kursi penumpang paling belakang. Mama dan Papanya duduk di kursi kemudi dan penumpang paling depan. Kursi penumpang yang di tengah di isi Kakek dan Nenek Wijaya.


     Jemari kedua sejoli itu saling bertautan. Kepala Juli juga bersandar pada bahu Aprilio. Dia senang meski baru sekedar teman tapi mesra. Belum ada ungkapan cinta dari Aprilio untuknya. Dia sudah berjanji akan bersabar sampai tiba waktunya, Aprilio menerimanya atau menolaknya.


      Kepergian Juli ke luar negeri pun bagian dari rencananya. Untuk mengetahui kadar perasaan dirinya dan Aprilio. Ini adalah saran yang diberikan oleh Leo untuk Juli. Ketika beberapa waktu lalu, dia curhat sama Ayu dan tanpa sengaja Leo mendengarkan. Maka terbesit lah ide yang dulu di gunakan oleh Canser.


'Semoga saja rencana ini berhasil!' kata Juli dalam hatinya.


"Kamu, kenapa?" tanya Aprilio ketika melihat wajah Juli tatapan matanya terbesit rasa ke khawatiran.


     Juli yang ditanya hanya bengong. Dia merasa sejak tadi diam dan tidak bicara atau melakukan apa-apa.


"Apanya, yang kenapa?" Juli balik bertanya.


"Terlihat jelas dari pancaran mata kamu. Kalau saat ini kamu merasa seperti sangat khawatir," jawab Aprilio.


"Aku tidak merasa khawatir saat ini. Justru aku sudah tidak sabar menantikan datangnya hari ini. Dimana aku akan liburan," jelas Julia sambil tersenyum tipis.


    Aprilio memandangi wajah gadis yang belakangan jadi pendiam. Tidak banyak tinggal seperti dahulu. Serata kini dia tidak terdengar berteriak-teriak lagi.


"Segitu senangnya kamu akan pergi liburan. Jika, aku mengajak kamu pergi liburan, apa akan senang juga?" tanya Aprilio.


     Juli menatap Aprilio dengan mata berbinar. Dia sangat mengharapkan itu.

__ADS_1


"Ya, tentu saja aku akan senang. Jadi, apa kita akan pergi berlibur bersama," jawab Juli.


"Aku akan agendakan liburan dengan kamu nanti," lanjut Aprilio sambil mengelus kepala Julia.


***


     Rujuknya September dan Libra satu bulan yang lalu. Membuahkan hasil. Pagi-pagi sekali saat September sedang tidur, tiba-tiba perutnya terasa di kocok. Semua isi perutnya dikeluarkan sampai dia terjatuh lemas. Untuk ada Libra yang juga ikut terbangun tadi karena ada pergerakan tiba-tiba dari istrinya.


"Sayang, kamu sakit?" tanya Libra sambil membersihkan mulut September.


"Perut aku tiba-tiba terasa mual," jawab September dengan lemah.


     September pun digendong oleh Libra dan di baringkan di atas sofa dahulu. Dengan cepat Libra membereskan kasur dan mengganti seprai dengan yang baru. Dia juga memanggil Dokter Pribadinya.


"Kak, aku merasa mual lagi!" dengan langkah lemas September melangkah menuju kamar mandi. Libra pun menggendongnya.


***


"Nyonya, kapan terakhir kali Anda mendapatkan siklus bulanan wanita?" tanya Dokter itu kepada September yang sedang memasang wajah lesu.


     September diam, seperti sedang berpikir. Lalu, dia berkata, "Sepertinya aku terlambat lima atau enam hari," jawab September.


"Bagaimana jika kita tes dulu menggunakan testpack?" Tanya Dokter memberikan saran.


"Apa kali ini kamu hamil, Sayang?" Wajah Libra langsung berseri-seri menampilkan senyum kebahagiaan.


"Kita tes dulu. Nanti siang boleh di cek ke dokter kandungan," jawab Dokter itu.


     Dengan memesan melalui kurir, Leo bisa mendapatkan beberapa buah alat tes kehamilan. Dia pun meminta September agar cepat-cepat mengetesnya.

__ADS_1


"Cepat, Sayang!" Libra berada di balik pintu.


"Tunggu, Kak. Kita juga harus menunggu beberapa saat, untuk mengetahui hasilnya." September membuka pintu kamar mandi.


"Bagaimana hasilnya?" tanya Libra lagi.


"Sabar, Kakak. Belum kelihatan hasilnya," jawab September sambil mencubit ke dua pipi suaminya karena gemas akan sifatnya yang tidak sabaran.


***


Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu klik like, komentar, favorit, hadiah dan Vote-nya juga. Dukung aku terus. Terima kasih.


Sambil menunggu Ayu up bab berikutnya, baca, juga karya teman aku. Ceritanya bagus loh.


Judul: Takdir Gadis si Buruk Rupa


Author: Imamah Nur


Blurb:


Rindu Maharani harus menerima kenyataan pahit saat terbangun dari koma, akibat kecelakaan yang menimpa diri dan keluarganya.


Tidak hanya kehilangan kedua orang tua, tetapi ia juga dihadapkan dengan kenyataan bahwa kini wajahnya menjadi buruk rupa.


Bukan hanya wajah tetapi pekerjaan yang sebagai pencabut bulu itik dan ayam menjadi sorotan dan hinaan di sekolah.


Cobaan demi cobaan senantiasa menemani perjalanan hidupnya. Namun, Rindu tidak patah semangat. Dia menjadikan hinaan dan cercaan sebagai semangat untuk bangkit dan berkembang.


Mampukah ia mengubah takdirnya?

__ADS_1


__ADS_2