Ayu Sang Penakluk

Ayu Sang Penakluk
#November (2)


__ADS_3

     Setelah memilih gaun yang sesuai dengan keinginan pasangan masing-masing. Mereka melanjutkan ke salon. Para wanita memanjakan diri mereka dengan mempercantik wajah dan luluran. Meski harus hati-hati karena Ayu dan Aquarius sedang hamil.


     Para suami sambil menunggu istri-istri mempercantik diri. Mereka memilih nongkrong di cafe tidak jauh dari salon. Membicarakan hobi dan kegiatan mereka dengan pasangannya ketika mereka hanya berdua menghabiskan waktu. 


"Ayu itu malah menjadi semakin manja sejak hamil. Senang rasanya melihat dia seperti itu," kata Leo sambil tersenyum.


"Aquarius justru jadi sebaliknya, dia jadi sangat cerewet. Padahal dulu dia nggak seperti itu. Apalagi kalau malam hari, aku harus bernyanyi sambil mengusap-usap punggungnya yang selalu terasa gatal," ucap Januari.


"Aku no coment kalau soal begitu. Karena Juli sedang tidak hamil. Hanya saja kalau lagi datang bulan, dia berubah jadi sensitif perasaannya. Untuknya aku bisa dengan mudah meluluhkan hatinya," ujar Aprilio.


"Bagaimana caranya?" tanya Leo dan Januari bersamaan.


"Tinggal puji saja dia. Maka hatinya akan meleleh dan kembali lagi luluh," jawab Aprilio sambil tersenyum jahil.


     Leo dan Januari melemparkan kacang atom yang hendak mereka makan kepada Aprilio. Namun, pemuda itu berhasil menghindarinya. Justru benda itu mengenai seorang wanita yang lewat di dekat mereka.


"Aw!" pekik wanita itu.


"Oops, maaf! Kami tidak sengaja," ujar Leo dan Januari bersamaan.


"Apa semudah itu Anda meminta maaf kepada seorang wanita tanpa merasa bersalah?" Wanita itu tersenyum tipis.


"Baiklah. Sebagai permintaan maaf kami. Aku akan mentraktir Anda satu gelas kopi," kata Leo dengan datar.

__ADS_1


"Baiklah akan aku terima tawaran ini," ucap wanita itu. Lalu duduk di depan Leo dan di samping Aprilio.


     Leo pun mentraktir wanita itu minum kopi sesuai seleranya. Sebagai seorang yang selalu mendatangkan produk barangnya kesana-kemari. Wanita pandai memulai pembicaraan dan bisa memancing lawannya untuk terus berbicara.


"Kenalkan nama saya November Victorian. Kalian boleh memanggil aku dengan Novi," kata wanita itu sambil mengulurkan tangannya ke arah Leo.


     Ketiga laki-laki itu terkejut saat mendengar nama wanita itu. Leo dan Januari saling melirik dan memberi kode.


"Senang berkenalan dengan kamu," balas Leo tanpa menyambut uluran tangan November. Hal ini membuat wanita itu tersenyum kecut.


'Sesuai gosip yang beredar. Kalau Leo Alexi Esteban itu adalah laki-laki dingin dan sombong.' November berkata dalam hatinya dengan netranya menatap laki-laki itu dengan penuh damba.


     Bukan hanya Leo yang terkesan dingin pada November. Januari dan Aprilio juga sama. Mereka agak waspada dengan wanita yang bernama November. Bisa saja November ini mantan kekasih suaminya Gemini. Orang yang dicurigai sebagai dalang kecelakaan yang menimpa sahabat mereka.


"Kalian sedang apa di sini?" tanya November lagi dengan senyum manis menghiasi wajahnya.


"Sedang menunggu istri yang sedang memanjakan diri di salon," jawab Aprilio datar sambil menyesap kopinya.


"Bolehkah aku menjalin pertemanan dengan istri kalian? Aku masih baru tinggal di sini. Jadi, tidak punya teman," pinta November dengan memasang wajah memelas.


     Leo tidak suka dengan cara menatap November pada dirinya. Dia pun menyenggol kaki Januari. Agar dia yang memberi jawaban.


"Hmm, istri kami kebetulan orangnya kurang gaul. Mereka tidak suka dengan orang asing. Makanya kemana-mana kita harus menyertai mereka." Januari memberi alasan yang kira-kira logis dan menolak secara halus.

__ADS_1


"Kenapa? Apa kalian mencurigai aku bukan orang yang baik?" tanya November sambil memperhatikan wajah ketiga laki-laki yang satu meja dengannya.


"Kamu terlalu mengada-ada. Mana kami tahu kamu ini orang baik atau nggak? Kita saja baru pertama kali bertemu hari ini. Tidak relevan kalau kita menilai seseorang hanya hitungan beberapa menit saja." Leo melihat jam di tangannya. Sudah hampir 2 jam, para istri itu memanjakan dirinya.


"Sebaiknya kita pergi, sekarang! Jangan biarkan mereka menunggu terlalu lama." Leo berdiri dan meninggalkan meja itu tanpa pamit kepada November.


'Leo ... laki-laki yang sangat menarik dilihat dari segi manapun.' November memperhatikan ketiga laki-laki yang berjalan menjauhinya.


***


Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu klik like, favorit, komentar, hadiah, dan Vote-nya juga. Dukung aku terus. Terima kasih.


Sambil menunggu Ayu up bab berikutnya. Baca juga karya teman aku. Ceritanya bagus dan seru loh.


Judul : the Day i become a God


Napen: haoyi


Blurb:


Menceritakan Perjalanan seorang anak tanpa bakat bernama Arjuna Daniswara.


Tepat di umurnya yang ke sepuluh tahun Juna mendapatkan sebuah system yang dapat mengetahui segala hal di dunia.

__ADS_1


Dan dengan bantuan system yang dia beri nama Eva itu Juna mulai bertambah kuat dan bertemu dengan banyak teman dan musuh.


Akankah juna bisa bertahan melawan musuh musuhnya dan siapakah Eva yang sebenarnya ?....


__ADS_2