Ayu Sang Penakluk

Ayu Sang Penakluk
#Kebahagian di Taman


__ADS_3

     Ketiga pasangan itu melanjutkan kencan mereka ke taman kota. Setelah di sana mereka berpencar. Leo dan Ayu memilih duduk di taman bunga. Wangi yang menyegarkan membuat perasaan mereka senang.


"Terima kasih, ya. Kakak selalu ada untuk aku." Ayu memandang wajah tampan suaminya.


"Seharusnya aku 'lah yang berterima kasih kepadamu, Baby. Karena kamu sudah mau memilihku."


     Saat ini mereka berdua duduk di kursi taman yang dikelilingi dengan pohon mawar yang merambat. Batang-batang besi yang melingkupi area di sana membuat enak dipandang mata. Tempat yang tidak terlalu ramai. Bahkan saat ini hanya ada mereka berdua.


     Suasana tenang dan nyaman membuat keduanya lupa akan yang lainnya. Leo merengkuh istrinya ke dalam pelukan hangat dia. Saat netra mereka saling bertemu, tidak lama kemudian, bibir lembut dan hangat mereka saling bertautan.


"Ayu, aku sangat ... sangat mencintai kamu!" Ciuman mesra pun kembali terjadi di antara mereka.


"Aku juga begitu sangat mencintai kamu. Berjanjilah kalau kamu akan selalu setia kepadaku!" Mata Ayu mengunci pandangan Leo.


"Ya. Aku berjanji akan selalu setia kepadamu. Aku harap hanya maut yang bisa memisahkan kita," ucap Leo dengan bersungguh-sungguh. Kali ini ciuman panas yang mereka lakukan.


"Aduh!" Ayu tiba-tiba melepaskan tautan bibir mereka dan merasakan sakit di perutnya.


"Ada apa? Mana yang sakit?" tanya Leo dengan nada panik.

__ADS_1


"Sepertinya tadi ada yang menendang perutku," jawab Ayu sambil mengusap perutnya.


"Apa sakit? Aku tidak melakukan apa-apa, kok. Pada perut kamu, Baby." Leo mengusap-usap perut istrinya. Hal ini malah memancing pergerakan di dalam perut Ayu.


"Baby, bayi bergerak!" seru Leo yang baru saja merasakan pergerakan bayinya di dalam perut Ayu.


"Benarkah?" Ayu juga merasakan kalau bayi-bayinya bergerak di dalam perutnya.


     Ayu menangis terharu saat merasakan ada kehidupan di dalam perutnya yang terus tumbuh. Kehadiran dari buah cintanya bersama sang suami, membuat dia semakin mencintai Leo.


     Bukan hanya Ayu yang menangis. Leo juga sama. Bahkan dia tergugu saking senangnya dan tidak bisa berkata apa-apa lagi. Dipeluk dan di cium kening istrinya sebagai ungkapan terima kasih.


"Iya. Semoga saja doa kita terkabul."


***


     Lampu-lampu taman yang berwarna-warni dan berkerlap-kerlip terlihat sangat indah bagi siapa saja yang melihatnya. Dua sejoli sedang duduk saling merangkul.


      Januari mengelus perut istrinya. Dia sudah tidak sabar ingin merasakan pergerakan calon penerusnya. Aquarius memejamkan matanya, begitu menikmati sentuhan lembut dari suaminya. Dia menyandarkan kepalanya di bahu calon Papa muda itu.

__ADS_1


"Sayang, apa kamu merasa kedinginan" tanya Januari.


"Tidak. Karena ada kamu yang terasa hangat dan nyaman saat dipeluk seperti ini," jawab Aquarius dan memberikan satu kecupan di rahang suaminya. Januari pun mencium pucuk kepala istrinya.


"Aku masih nggak menyangka kalau sekarang kita bisa duduk berdampingan seperti ini." Aquarius semakin mengeratkan pelukannya.


"Justru aku selalu menunggu saat-saat seperti ini dari dulu. Duduk berdua denganmu dan saling memeluk. Sampai aku dulu pernah berpikir kalau aku tidak akan pernah merasakan di mana aku dan kamu bisa duduk berdampingan dan saling memeluk. Karena kamu sudah bahagia dengan lelaki pilihanmu itu," ujar Januari.


"ish ... Sayang, kamu nggak tahu, ya? Bagaimana perjuangan aku dulu. Bertahun-tahun aku mencoba mencari kamu. Coba kalau aku tahu rumah sama identitas asli kamu. Pastinya sudah sejak lama kita bisa bersama." Aquarius menggerutu dan menyesali keputusan bodohnya dahulu.


"Yang penting sekarang kita bisa hidup bersama dan bahagia bersama. Aku harap hanya kematian yang memisahkan kita." Januari memberikan ciuman mesra kepada istrinya.


"Aku mencintai, Sayang!"


"Aku juga sangat ... sangat mencintaimu!" Senyum keduanya menghiasi wajah mereka.


***


Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu klik like, komentar, favorit, hadiah, dan Vote-nya. Dukung aku terus. Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2