Ayu Sang Penakluk

Ayu Sang Penakluk
#Kencan


__ADS_3

     Suasana pameran kesenian ternyata diminati oleh penduduk ibu kota. Apalagi bagian kesenian teater dan kesenian tradisional yang berupa nyanyian dan tarian. September yang merupakan seorang pencinta Drakor dan K-POP juga ternyata suka juga akan kesenian daerah.


    Netra September menangkap gerak tubuh Ayu yang seperti memberikan kode untuknya. Kedua sahabat itu seakan bisa komunikasi lewat tatapan mata mereka. Ayu menggerakkan tangannya silang, dia memberi tahu kalau temannya itu sudah salah dalam melakukan strategi.


    September mengerutkan kening, lalu terlintas dalam otaknya yang licik untuk mengajak Taurus makan siang bersama. Taurus awalnya menolak karena masih ada jadwal dengan rekan bisnisnya. Namun, asistennya bilang kalau jadwal diundur sampai jam 14.00 nanti.


     Betapa bahagianya September saat ajakannya dituruti oleh sang target. Tanpa buang-buang waktu lagi dia langsung mengajak ke restoran favoritnya.


***


     Kepribadian September yang suka bicara ceplas-ceplos dan jujur membuat suasana di antara mereka terasa riang. Taurus juga sering tersenyum bahkan tertawa saat mendengar cerita September. 


"Tuan Taurus boleh 'kah aku minta nomor kontak Anda? Siapa tahu nanti saat Anda butuh teman bicara untuk berbagi kisah dan keluh kesah, aku siap mendengarkan. Walau sepertinya malah nanti kebalik, aku yang banyak bicara." September tertawa begitu juga dengan Taurus yang tertawa tanpa suara.


"Boleh. Kamu tinggal di mana?" tanya Taurus di sela-sela tawanya sedangkan tangannya sibuk memotong daging steak.


"Aku? Tinggal di rumah orang tuaku?" jawab September jujur sambil menarik piring Taurus yang belum selesai memotong dagingnya. Piring itu ditukar dengan piring milik September tadi yang steak sudah dipotong semuanya.


     Taurus menatap September dengan tatapan terkejut akan perbuatannya barusan. Harusnya laki-laki yang memotong kan steak untuk teman wanitanya, ini malah terbalik.


"Kenapa? Makanlah. Aku paling ahli memotong-motong daging steak dengan cepat. Sudah kebiasaan memiringkan daging untuk orang-orang yang makan bersama aku." September memasukan satu potong daging ke mulutnya.


"Kamu orang yang sangat menarik. Pengetahuan aku akan seorang wanita tidak ada satupun ada pada dirimu," kata Taurus sambil menatap September yang menjadi terlihat menarik di matanya.


***


     Ayu duduk tidak jauh dari meja September dan tanpa di sangka, dia bertemu dengan Aries yang akan makan siang dan bertemu dengan kliennya di sana. Mereka akhirnya makan bersama di meja Ayu. 


     Tatapan Aries sesekali melihat ke arah Ayu yang dandanan santai. Namun, terlihat menggoda di hadapan Aries. Rambut panjang Ayu di ikat ekor kuda dan menampilkan leher jenjang mulus berwarna kuning langsat. Bibir merah alami dan terlihat segar membuat Aries ingin menciumnya.


     Ayu mengangkat kepalanya dan melihat Aries sedang menatapnya dengan intens. Sebenarnya, Ayu sudah tahu dari tadi. Kalau Aries diam-diam selalu memperhatikannya. Maka, Ayu pun tersenyum ketika netra mereka beradu.


"Cantik," gumam Aries dengan mata yang masih setia melihatnya.

__ADS_1


"Apa, Kak?" tanya Ayu yang begitu nggak jelas mendengar gumaman senior yang jadi incarannya dari dulu.


"Apa malam ini kamu senggang? Ah, tidak. Apa saat ini kamu senggang?" tanya Aries dengan senyum menggoda.


     Ayu terpesona saat melihat senyum Aries. Dia pun menganggukkan kepalanya. Jawaban yang sangat disukai oleh seniornya itu.


     Tanpa Ayu tahu kalau Leo juga berada di sana mengantar Mamanya—Canser. Leo tidak akan membiarkan Ayu dan Aries berduaan. Maka, dia pamit pada Canser untuk pergi menemui Ayu.


"Ayu," sapa Leo.


     Ayu yang terkejut saat mendengar suara laki-laki yang dikenalnya dengan baik. Suara senior paling nyebelin akhir-akhir ini. Membuat makanan yang berada di dalam mulutnya,tertelan tanpa sengaja dan dia tersedak.


"Minum dulu!" Leo memberikan segelas air putih yang ada di sana dan meminumkan langsung kepada Ayu.


     Aries juga terkejut dengan kedatangan Leo yang tiba-tiba. Dia juga sama seperti Ayu, tersedak makanan yang ada di dalam mulutnya.


"Kak Leo mengejutkan saja! Datang dengan tiba-tiba." Ayu menatap kesal pada Leo yang kini sedang tertawa kecil.


     Leo pun langsung duduk di samping Ayu dan menatapnya. "Kamu mau ke mana?"


"Nggak kemana-mana," jawab Ayu setelah Leo bertanya.


"Hmmm ..., jangan bohong!" Leo mencubit pipi Ayu dengan gemas. Hal itu membuat Aries tidak suka.


"Aku dan Ayu sedang kencan. Jadi, aku harap kamu jangan mengganggu acara kami." Aries menatap tajam teman sedari waktu kecilnya itu.


"Boleh ikutan?" Leo tanpa tahu malu ingin ikut dengan Ayu dan September.


     Baik Ayu maupun Aries tidak ada yang menjawab. Meski sudah lima menit kedua terdiam. Leo tahu diri kalau keberadaannya tidak diharapkan oleh mereka.


"Selamat menghabiskan waktu berdua, maaf sudah mengganggu. Selamat tinggal," kata Leo menatap Ayu dengan nanar kemudian beranjak dari sana.


     Tanpa sadar Ayu menarik tangan Leo. Dia merasa nggak suka saat Leo mengucapkan selamat tinggal. Rasanya benar-benar akan pergi dan tak akan bertemu lagi.

__ADS_1


     Leo melihat ke arah tangannya yang di pengang oleh Ayu. Kemudian, Ayu dengan cepat-cepat melepaskan genggaman mereka.


     Aries menatap kesal kepada Leo karena sudah mengganggu acara kencan yang sudah ditunggu-tunggu olehnya selama ini. Seumur hidup Aries belum pernah benar-benar melakukan kencan. Selama ini dia selalu membantu Aquarius untuk mengusir para lelaki yang dijodohkan kepadanya dulu.


"Aku boleh ikut bersama kalian?" tanya Leo lagi dengan nada riang.


"Hmm, itu ...?" Ayu melihat ke arah Aries meminta persetujuan darinya.


"Nggak! Aku nggak mau diganggu oleh siapapun. Mau itu oleh teman baikku sendiri." Aries menyindir Leo dengan kata teman baik, tetapi mengganggu kebahagiannya.


"Baby, Aries nggak mengizinkan aku ikut. Kalau begitu kita tukeran posisi, kamu kencan dengan aku dan kita mengizinkan Aries untuk ikut di acara kencan kita." Leo ngomong seenaknya sendiri dan membuat Aries marah sampai mengepalkan tangannya.


     Leo sudah sejak dulu bilang sama Libra dan Aries kalau dia suka sama Ayu. Hanya saja rasa suka Leo lebih memperlihatkan kejahilan dia kepada gadis yang dulunya punya postur seperti tokoh kartun Baby Hui itu. Leo juga kesal kepada Aries yang dianggapnya menusuk dari belakang. Diam-diam mengincar Ayu dan tidak menghargai perasaan temannya sendiri.


     Ayu malah menjadi bingung, apalagi dengan permintaan Leo tadi. Jalan pikiran sang Pangeran Kampus ini ingin Ayu obrak-abrik biar bisa berpikir dengan benar lagi. Dia berpikir mana mungkin ada orang yang ingin ikutan di acara kencan orang lain, lebih parahnya lagi malah membalikkan posisi teman kencan.


'Kayaknya Kak Leo, gila atau stress!' batin Ayu.


"Kak Leo mana mungkin bisa begitu? Kakak ada-ada saja," ucap Ayu dengan tawa gadingnya karena kini kedua pemuda itu saling menatap tajam.


"Leo bisakah kamu jangan mengganggu kami. Bagaimana jika posisi kamu menjadi aku? Apa kamu akan senang jika kencanmu di ganggu oleh teman kamu sendiri." Aries berkata dengan nada kesal.


"Maaf aku nggak mau menjadi kamu. Sudah tahu dia gadis incaran temannya dari dulu, tapi masih saja diembat! Jangan menjadi pagar makan tanaman."


***


Apa yang akan terjadi antara Ayu, Leo dan Aries? Akankah kencan itu bisa berjalan lancar? Tunggu kelanjutannya ya.


Jangan lupa untuk klik, like, favorit, hadiah dan Vote-nya juga ya. Dukung aku terus. Terima kasih.


Baca juga karya aku yang lainnya.


__ADS_1


__ADS_2