Ayu Sang Penakluk

Ayu Sang Penakluk
#Kelebihan Leo


__ADS_3

      Kelima pasangan itu makan siang bersama. Para suami menyediakan semua bahan masakan dan membuat menu menyehatkan untuk para ibu hamil. Sementara para istri yang sedang menantikan kelahiran si buah hati hanya duduk manis sambil bergosip.


     Leo yang sudah terbiasa masak bersama Ayu, saat mereka tinggal berdua saja, sudah pandai memasak banyak menu. Dia paling cerewet kalau Ayu makan sembarangan. Maka, dia belajar memasak dari ibu mertuanya. Hasilnya Leo lebih jago masak dari Ayu.


"Baby, sini! Coba ini apa sudah sesuai selera kamu?" Leo memanggil Ayu untuk mencicipi masakannya karena mood Ayu sering berubah. Kadang ingin masakannya terasa asin, atau ingin terasa pedas. Pastinya Leo akan buat dulu sesuai rasa yang pas, nanti tinggal tambah apa sesuai keinginan sangat istri.


"Enak, Kak! Tambahin lagi cabainya. Hari ini sedang ingin makan yang pedas-pedas," jawab Ayu sambil mengacungkan jempol.


     Sesuai keinginan istrinya, maka Leo pun menambahkan lagi cabai. Lalu meminta Ayu kembali mencicip lagi rasanya.


"Enak, sudah terasa rasa pedasnya!" Ayu mencium pipi Leo.

__ADS_1


     Tingkah Ayu dan Leo sering membuat iri pasangan lain. Leo termasuk tipe suami yang sabar saat menghadapi mood istrinya. Dia melakukan apapun yang diinginkan oleh Ayu. Pintar menjaga perasaan dan mencuri hati istrinya. Apalagi Leo sering menyuapi Ayu agar bisa makan banyak. Meninabobokan agar cepat tidur atau mengajaknya jalan-jalan pagi di taman agar istrinya itu mau berolahraga.


"Coba suami aku kayak, Kak Leo. Pintar memasak makanan kesukaanku. Pastinya senang sekali," ucap September sambil melihat Leo yang sedang menyuapi Ayu.


"Maaf, ya Sayang. Aku ini bukan laki-laki yang sempurna. Salahkan 'lah takdir yang menjodohkan kita. Kalau kamu ingin laki-laki yang seperti Leo, aku tidak bisa," balas Libra dan menohok hati September.


"Kamu juga sudah cukup bagi aku, kok. Kamu suami yang perhatian. Suka memanjakan aku, dan yang utama adalah Kakak hebat dalam memuaskan aku," bisik September dengan malu-malu, takut terdengar oleh yang lainnya.


     Libra sebentar ingin tertawa. Dia tahu saat ini istrinya pasti sedang panik. Takut kalau dirinya marah pada dia. 


"Maafkan aku, Sayang. Aku tadi hanya iri sama Ayu yang selalu terlihat romantis di mana pun mereka berada." September menangkupkan kedua tangannya.

__ADS_1


     Melihat reaksi istrinya seperti itu membuat Libra luluh. Mana mungkin dia bisa marah sama wanita yang sangat dicintainya itu. Dia sudah tidak bisa dipisahkan lagi dengan September. Tidak bisa tidur jika tidak memerlukan tubuh istrinya. Tidak semangat jika tidak mendapat ciuman dan pelukan setiap pagi dari istrinya. Makan pun tidak enak jika tidak bersama September. Kadang dia juga berpikir, kenapa dia bisa jadi seperti ini? Padahal dulu dia itu seorang casanova ulung yang suka menaklukan para wanita di sekitarnya.


"Baiklah akan aku maafkan. Tapi, malam ini kamu harus membuat aku senang," bisik Libra dengan senyum manisnya.


"Nanti malam kita akan nonton kembang api bersama. Pastinya kamu akan senang 'kan, Sayang?" balas September dengan senyum genitnya pada sang suami.


"Bukan senang yang seperti itu," kata Libra kecewa karena istrinya tidak mengerti maksudnya.


"Bukannya kamu suka menonton kembang api raksasa? Aku tadi sudah minta sama Kak Janu untuk membuat kembang api yang besar dan akan muncul tulisan saat meledak di langit," ucap September dan langsung menutup mulutnya karena itu rahasia yang dia buat untuk suaminya nanti.


"Benarkah?" Libra tersenyum bahagia.

__ADS_1


***


Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu klik like, komentar, favorit, hadiah, dan Vote-nya juga ya. Dukung aku terus. Terima kasih.


__ADS_2