
Suasana di dalam ballroom hotel masih sangat ramai. Ayu dan Aprilio berjalan sambil mengedarkan arah pandangan mereka ke berbagai tempat mencari sosok pemuda yang bernama lengkap Leonardo Alexi Esteban.
Aprilio malah menemukan Aries Horisson yang sedang bersama orang tuanya dan beberapa kolega bisnisnya. Mereka sedang terlibat pembicaraan santai dan penuh tawa.
"Ayu untuk membuktikan perasaan rasa cintamu, di mulai dari sekarang," bisik Aprilio di telinga Ayu dan mendapat jawaban dengan anggukan kepala.
"Mau kita samperin Kak Aries atau cukup lihat di sini?" tanya Aprilio.
"Samperin saja. Untuk memastikan perasaanku padanya," jawab Ayu dan berjalan ke arah Aries.
Aries tersenyum saat melihat Ayu berjalan ke arahnya. Namun, senyumnya langsung tertahan saat melihat Aprilio berjalan di belakangnya.
"Hai, Ayu." Aries menyapa Ayu terlebih dahulu.
"Halo, Kak Aries. Halo, Paman Horisson, apa kabar?" sapa Ayu kepada Aries dan ayahnya.
"Halo, gadis cantik. Apa kamu kekasih Aries?" tanya Tuan Horisson kepada Ayu. Dia pernah mendengar kalau putra sulungnya menyukai gadis bernama Ayu.
Aries mukanya berubah menjadi merah karena malu, sedangkan Ayu tersenyum kaku. Aprilio pun berbisik, "Bagaimana perasaanmu sekarang?"
Ayu terdiam untuk memastikan perasaan dia untuk Aries. Dia pun melirik ke arah Aprilio dan menggelengkan kepalanya sedikit, tetapi masih bisa dilihat dengan jelas.
"Aku dan Kak Aries berteman baik, Paman. Dia orang yang sangat baik dan menyenangkan," jawab Ayu atas pertanyaan dari ayahnya Aries.
"Oh, sayang sekali. Aku kira gadis cantik dan pintar sepertimu akan cocok menjadi Nyonya Horisson di masa depan." Ayahnya Aries memasang wajah kecewa.
"Papa, aku dan Ayu menjalin hubungan baik selama ini. Kalau Papa ingin menjadikan Ayu calon menantu keluarga Horisson, aku harus bekerja keras," kata Aries dan melirik ke arah Ayu yang diam saja.
"Kak Aries lihat Kak Leo nggak?" tanya Ayu tiba-tiba dan itu mendapat cubitan di tangan dari Aprilio.
"Tuan Muda Esteban? Dia tadi masuk ke kamar miliknya di lantai paling atas," kata salah seorang pria yang sedang berkumpul di sana.
"Terima kasih Tuan," balas Ayu kepada pria itu.
"Kalau begitu kami permisi dulu," kata Aprilio dan menggandeng tangan Ayu.
__ADS_1
Ayu dan Aprilio pun hendak pergi dari sana, tetapi di cegah oleh Aries. Dia memegang tangan Ayu dan bertanya, "Ada apa mencari Leo?"
"Apa sesuatu yang penting yang harus dibicarakan dengannya," jawab Ayu.
Meski hatinya meronta ingin menahan Ayu bersamanya dan mencegah bertemu dengan Leo. Aries melepaskan genggaman tangannya. Ayu pun pergi dengan Aprilio memasuki lift.
***
"Apa yang kamu rasakan saat bersama dengan Aries barusan?" tanya Aprilio.
"Aku tidak merasakan jantung berdebar-debar atau gugup saat dipandang dengan lekat olehnya. Tidak ada kupu-kupu yang menari di dalam perutku. Berbeda dengan saat bersama Kak Leo tadi, saat dia mencium keningku.
"Aku merasa jantungku berdetak dengan kencang, tetapi aku suka. Di dalam perutku pun terasa sangat banyak kupu-kupu yang berterbangan. Aku menyukai sensasi saat itu." Ayu menjawab dengan jujur pertanyaan Aprilio.
"Aku akan dukung siapapun pilihan kamu. Karena kebahagian itu harus kamu sendiri yang buat. Yakinlah akan perasaan cintamu ini dan pelihara jangan sampai berubah benci." Aprilio memegang kepala Ayu dan mengusapnya.
"Terima kasih, April. Kamu adalah sahabat paling baik dan mengerti aku." Ayu memeluk erat tubuh pemuda yang kini sedang menahan perasaan sedih karena cintanya bertepuk sebelah tangan.
***
Ayu pun berjalan dengan cepat. Ada perasaan tidak suka saat melihat Pisces berada di dekat kakak seniornya di kampus. Kedua orang itu masih terlibat percakapan di depan pintu.
Saat Ayu sudah dekat dengan mereka, dia menyapa, "Kak Leo."
"Baby."
Pura-pura tidak tahu malu Ayu merangkulkan tangannya di lengan Leo dan berkata, "Maaf Kak, aku datang terlambat."
Awalnya Leo sangat terkejut dengan tindakan Ayu saat ini. Sebab, ini seperti bukan Ayu yang dia kenal sering jutek dan galak padanya. Namun, kini berkata dengan nada manja dan menempelkan tubuh dia padanya. Bahkan Leo menjadi panas dingin karena dada Ayu menempel di lengannya, terasa empuk.
"A–Ayu!" panggil Pisces terlihat jelas rasa keterkejutan di wajah full make up itu.
"Halo, Pisces. Senang bisa bertemu kembali." Ayu bicara dan tersenyum seramah mungkin kepada wanita yang sedang menatap tajam padanya.
Ayu yang tidak sadar kalau sedang cemburu, dia melingkarkan tangannya di pinggang Leo. Sementara Leo melingkarkan sebelah tangannya ke pundak Ayu dan menariknya agar berada dalam dekapannya.
__ADS_1
"April aku sudah menemukannya. Terima kasih. Kamu sudah boleh pergi. Sana cari gadis cantik di ballroom hotel!" Kata Ayu kepada Aprilio dengan tujuan menyindir Pisces yang masih saja berdiri di hadapan mereka.
"Oke. Kalau ada apa-apa cepat hubungi aku," ucapan Aprilio terjeda dan melirik kepada Leo, "aku titip Ayu padamu. Jaga dia baik-baik, kalau sampai terjadi apa-apa kepadanya, maka kamu adalah orang pertama yang akan aku cari."
"Iya, tentu saja aku akan menjaga calon istriku dengan sangat baik dan bersungguh-sungguh," balas Leo. Aprilio pun tersenyum kepada Ayu dan mengacungkan jempolnya, sambil berjalan mundur dan pergi meninggalkan mereka.
Mata Pisces membelalak lebar sehingga Ayu bisa melihat jelas matanya seakan keluar dari tempatnya. Ada rasa senang dan puas saat warna muka Pisces berubah pucat.
"Ka–Kalian menjalin hubungan?" tanya Pisces dengan gagap.
"Ya, kenalkan Ayu. Dia calon istri aku. Terima kasih waktu itu kamu sudah pergi dari hidupku. Sehingga aku bisa menemukan cinta sejati milikku. Aku mencintai Ayu dengan apa adanya, segala kelebihan dan kekurangan yang dia miliki, aku terima dengan senang hati." Leo menjawab dan kembali mencium pucuk kepala Ayu.
Ayu merasa bahagia sekali saat mendengar kata-kata Leo barusan. Dia ingin berjingkrak-jingkrak untuk mengungkapkan perasaannya. Hanya senyum cantik dan manis miliknya yang kini menggambarkan kebahagiaannya saat ini.
Seorang bellboy mendatangi mereka dengan membawa banyak makanan dan minuman. Leo pun merasa senang saat ini karena tadi dia tidak sengaja pesan banyak makanan. Dia bisa memakannya berdua bersama Ayu.
"Pisces maaf, ya. Aku dan Ayu mau makan bersama di dalam. Selamat malam," kata Leo menarik badan Ayu masuk ke kamarnya dan menutup pintunya.
Pisces menatap nanar pintu berwarna putih bersih yang baru saja Leo tutup di depan mukanya. Dia pun berkata, "Leo, aku tidak akan menyerah untuk mendapatkan dirimu kembali ke dalam pelukanku."
***
Ayu menjadi gugup saat masuk ke dalam kamar Leo. Kini, hanya ada mereka berduaan saja di dalam kamar yang mewah. Pikiran Ayu kini kemana-mana karena hanya ada dua orang laki-laki dan perempuan dalam satu tempat yang di mana suasananya sangat romantis.
"Ada apa mencari ku?" tanya Leo tiba-tiba dan itu mengejutkan Ayu. Leo menatap gadis yang berpenampilan cantik dan terlihat manis dimatanya.
"Itu ..., aku mau memastikan sesuatu saja," jawab Ayu dengan gugup karena Leo kini berdiri di hadapannya yang berjarak dua langkah.
"Untuk memastikan apa?" Leo memajukan wajahnya sehingga tinggal beberapa sentimeter dari wajah Ayu.
***
Akankah Ayu jujur dengan perasaannya? Lalu bagaimana dengan perjodohan yang sudah di atur oleh kedua orang tua Ayu dan Aprilio?
Tunggu kelanjutannya ya. Jangan lupa untuk klik like, favorit, hadiah, dan Vote-nya juga. Dukung aku terus. Terima kasih.
__ADS_1