
Wajah yang tadinya suram bagaikan awan gelap kali ini, berganti cerah.
“Apa? kamu serius, kamu benar -benar hamil, ia berlari memeluk Ines, walau kali ini istrinya sedikit berontak, karena situasinya emang masih dalam konflik batin. “Benarkah Keanu punya adik?" Nicolas memeluk Ines dengan erat.
Tangannya meraba Perut datar istrinya walau bibit yang ada di dalam Rahim wanita itu masih segede biji kacang hijau, karena umurnya masih beberapa minggu.
“Makasih Nes karena sudah memberiku kebahagian lagi, Aku ingin melihatmu hamil lagi. Aku ingin merawat mu saat hamil, aku sudah lama memimpikan. Hari ini kabar paling bahagia.”
Nicolas memeluk Istrinya penuh kehangatan dan Ines merasakan kedamaian dari pelukan suaminya, jauh di lubuk hatinya inilah yang di inginkan, ia tidak ingin bertengkar lagi, tapi wanita itu menyebabkan konflik dalam rumah tangga mereka.
Nicolas tersenyum, akhirnya dia tau kenapa belakangan ini sifat dan perilaku istrinya berubah ubah, dia
mengalami MORNING SICKNESS yaitu salah satu masalah yang paling umum bagi wanita, dia awal kehamilan.
Ines mengalami Morning sickness itu karena masalah yang ia hadapi.
Kepanikan, takut di tinggalkan, stress itulah yang dia alami Ines belakangan itu.
‘Mengalami rasa sakit yang kedua kalinya, Apakah aku bisa bertahan?’ tanya Ines Ines dalam hati.
“Maafkan Daddy sayang..! Aku kurang peka tidak menyadari kehadiranmu. Keanu pasti sangat senang dapat adik baru.”
Nikolas lagi lagi mengusap usap perut Ines, dia memberikan percakapan pertamanya dengan calon anaknya.
“Sepertinya Daddy harus bekerja keras untuk menjaga kalian berdua. Mami kamu mengalami sedikit masalah sepertinya di awal kehadiranmu.
Tapi Daddy janji apapun yang terjadi aku akan tetap bersama kalian, katakana pada Mommy supaya jagan ragu lagi, kalian bahkan lebih penting dari jiwaku sekalipun dan kalian sangat berharga, Maka karena itu mari kita sama sama berjuang,” ujar Nicolas mencium perut Ines.
__ADS_1
“Kamu bicara pada dia apa bicara padaku?”
“Pada jagoanku.”
“Jagoan..? Dari mana kamu tau dia cowok,” tanya Ines mengintrogasi lelaki sok tau itu.
“Feeling seorang ayah,” ujar Nikolas dengan yakin.
“Aku maunya perempuan kalau bisa . Keanu juga pasti senang dapat adik perempuan.”
“Gak ah cowok aja lebih seru,” ucap Nicolas tidak mau kalah juga.
“Cewek lebih mudah di atur,” ujar Ines berharap anak keduanya nanti berjenis kelamin perempuan, “kalau dia cowok pasti keras kepala kayak kamu.”
“Ines, kamu tidak mau ada tiga laki laki tampan yang menjagamu?”
“Iya ampun.”Ines berteriak dan melepaskan rangkulan suaminya membuat Nikolas ikut terkejut juga.
“Iya, aku juga sayang.Tidak ada maksud menolak baik bidadari kelak yang datang aku juga akan bahagia.” Nikolas menarik kembali kata kata penolakan.
Mereka berdua kembali tersenyum dan tertawa bersama, karna merasa seperti calon orang tua yang bodoh dan menyadari tingkah kebodohan mereka karna berdebat.
Walau itu masih setitik Noda yang belum bernyawa di usia kehamilannya yang memasuki hitungan minggu, karna katanya .. Tuhan meniupkan nyawa pada janin pada usia Empat Bulan dan di bulan ke Lima dia akan mulai mengerakkan badannya, hal yang luar Biasa dari pemberian Tuhan, yang patut di syukuri manusia, sama seperti Ines .
Karena dia seorang dokter, dan faktor itu juga yang mempengaruhi Hormonnya yang membuat emosi dan prilakunya gampang berubah ubah, kadang merindukan suaminya dan kadang sangat membencinya, dan kadang menangis tanpa sebab.
Ada rasa takut padanya, jika kalau Nikolas Akan suatu saat Akan meninggalkan mereka bertiga lagi karena ada orang lain yang mencintai suaminya seperti dirinya mencintai laki laki itu bahkan cinta wanita itu sungguh nekat membuat Ines terkadang merasa takut.
__ADS_1
Bagaimana tidak, pada saat dia ingin merajuk kebahagiannya dengan suaminya ada duri penghalang pada Rumah tangga mereka,
Hari ketiga tepat kedatangan Nikolas dia ingin memberi kabar bahagia itu sebagai kejutan untuk suaminya, Karena walau dia sudah merasakan ada yang beda dari dirinya sebelumnya dia belum memeriksa, tapi tepat pada hari ketiga Nikola pulang dari Jerman dia memeriksakan dirinya. Ia ingin memberitahukan ke bahagian itu pada Bi Narti.
Sebelum dia ingin menelpon untuk mengucapakan ucapan selamat ulang Tahun, dia melangkah kearah dapur mencari tempat yang nyata untuk mengobrol santai dengan Bu Narti tapi di arah dapur ia melihat Nikolas suaminya pada saat itu lagi berkutat dengan kompor dengan celemek dua anak kucing dengan indahnya membalut tubuh Nicolas.
Dia memutar badannya mencari tempat yang Pas untuk mengobrol, karena setiap kali dia menghubungi Bu Narti tidak pernah waktu singkat harus berjam jam dan sering juga panggilan video call untuk melepaskan rindu, maka dengan begitu barulah putranya dan Bu Narti merasa senang,
ia menuju Balkon tapi perhatiannya teralih dengan bag kecil membuatnya penasaran, bukannya menelpon malah memeriksa isi kecil, tas kecil yang sempat dia lupakan.
Di dalamnya tes kehamilan yang dia bawa dari rumah Sakit tempat dia bekerja, tapi ia meletakkan di sana dan terlupakan karna ia sibuk .
Hari saat Ines mengetahui kalau dirinya hamil lagi, hari yang paling bahagia dalam hidupnya . Karena Keanu dan Amber akan punya adik baru.
Maka pagi itu setelah Nicolas pulang, ia membawa taspek, jantungnya berdendang tak karuan saat garis merah itu ada dua, bahkan dia harus beberapa kali menegangkan jantungnya yang hampir hampir melompat keluar karena bahagia.
Entah beberapa lama dia melompat berjinjit berjingkrak di kamar mandinya karna senang,
Tapi apa daya. Terkadang bahagia yang kita pinta tapi kemalangan yang kita dapat, seperti itulah rangkaian hidup, Ines menerima kiriman amplop di tengah rasa bahagianya dia tiba tiba bisa memutarbalikkan dunianya ada foto sang suami tidur dengan Sonia, bukan hanya itu, bahkan wanita itu dengan berani mendatanginya.
Sonia datang menemuinya.
Dapat kiriman foto bukan foto biasa tapi ini foto yang bisa bisa membuat para kaum istri bisa bisa berubah seperti monster atau berubah jadi depresi.
Bagaimana tidak, suaminya tertidur di ranjang dengan Sonia, wanita yang menjebak Nicolas. Marah, sedih tadinya Ines ingin menghilang lagi. Tapi ia yakin Itu pasti kerjaan jahat Sonia, Ines mencoba percaya pada sang suami.
“Dasar wanita jahat,” ucap Ines pelan dan menyimpan foto-foto itu kembali. Memegang dadanya yang begitu sakit melihat foto suaminya tidur dengan wanita lain itu sangat menyakitkan. Walau itu bukan kesalahan Nicolas tetapi rasanya Ines ingin marah dan ingin berteriak.
__ADS_1
‘Aku harus kuat demi anak-anakku’ ucapnya dalam hati.
Bersambung