Buka Hatimu Kembali Untukku

Buka Hatimu Kembali Untukku
Ines Melakukan Gebrakan


__ADS_3

Melihat kondisi perusahaannya tidak bisa terkendali lagi, Heru terpaksa meminta bantuan Bu Narti untuk membujuk Ines agar ia mau turun tangan untuk mengurus perusaan milik kakeknya. Setelah kehilangan kakek dan setelah melahirkan Keanu, Ines banyak berubah, ia jadi sosok wanita yang tidak banyak bicara, baik sama Marta maupun Bu Narti.


Jadi untuk bicara dengannya mereka semua harus hati-hati, Heru tidak berani bicara dengan Ines, ia meminta bantuan Bu Narti. Pagi itu sehabis serapan. Bu Narti mengajak Ines untuk bicara, ia mengajak Mommy Keanu itu duduk di taman samping panti asuhan .


“Apa Bi?” tanya Ines, ia menghentikan kursi roda milik Bu Narti, wanita itu masih belum sembuh, ia masih menggunakan kursi roda.


“Begini Nes, kamu akan mengurus perusahaan kita besok.”


“Kenapa Harus  Aku? Ada Heru dan Bibi yang  mengurus, lakukan apapun aku tidak akan mengurus.”


“Nes, perusahaan ini semuanya diserahkan Kakekmu atas namamu.”


“Aku sudah bilang dari dulu  Bi aku-”


“Hanya kamu yang bisa menghentikan  mereka Nes, kamu hanya perlu menghentikan para penjahat itu selanjutnya biarkan Bibi dan Heru yang yang mengatasinya.”


“Tapi Aku tidak tertarik, Bi.”


“Itu milikmu Nes,   perusahaan, rumah dan aset lainya itu milikmu dan Keanu Bibi dan Heru hanya mengurusnya. Semuanya atas nama kamu, karena itulah mereka ingin kamu yang memimpin perusahaan.”


“Baiklah,  besok  Aku akan datang ke perusahaan.”


“OH, syukurlah.” Bu Narti menghela napas panjang.


Setelah sekian tahun menolak mengurus perusahaan keluarga, Akhirnya Ines bersedia melakukan semuanya, Heru dan Bu Atin menunjukkan wajah bersemangat, setelah bertahun -tahun menerima penolakan dan penghinaan  dari semua pemilik saham dan rekan perusahaan, akhirnya mereka berdua bisa mengangkat wajahnya di depan semua orang karena Ines  ada bersama mereka.


                       *


Ines akhirnya tiba di Jakarta , ia datang  dengan Bu Narti terbangkan menggunakan helikopter, sementara Marta dan Hendra sudah di rumah yang di Jakarta.


“Apa bibi yakin sudah kuat?’ tanya Ines menatap Bu Narti wajahnya masih khawatir.

__ADS_1


“Bibi sudah kuat, Aku mau tunjukkan pada mereka semua, kalau kamu bersama kami.”


“Kamu tidak tahu Nes, selama ini mereka  menyebar rumor kalau Aku dan Bibi sengaja mengusir kamu keluar negeri agar Aku dan Bibi yang menguasai perusahaan.”


“Siapa yang menyebar gosip seperti itu?” Ines menatap Heru yang duduk di sampingnya.


“Siapa lagi kalau bukan wanita gila itu.”


Ines menyengitkan kedua alisnya mendengar sebutan wanita gila yang dilontarkan Heru. Selama dia mengenal lelaki bertubuh tinggi tegap itu , ia belum pernah mengatai seseorang seperti itu.


“Apa maksudnya  Bu Marisa?”


“Ya, dia sudah tua tapi kelakuannya semakin tidak masuk akal,” ucap Heru lagi.


“Bagaimana  dengan Pak Gunawan?”


“Nicolas dan-”


“Ah, gunawan Papinya Nicolas Nes, sampai kapan kamu membenci lelaki itu,” ujar Heru dengan suara membujuk.


“Aku tidak akan melakukannya,” ujar Ines, ia  membuka laptop yang ada di pangkuannya.


“Selama kamu di Jerman, dia selalu datang mencari kamu, dia dulu  membantu kami saat ada masalah besar di perusahaan, tadinya Aku tidak suka dengannya sama dengan Omahnya.”


“Aku tidak ingin  membahasnya Heru,” ucap Ines dengan suara terdengar tegas, bahkan tidak mengalihkan  wajahnya dari layar laptop yang  ada di pangkuannya.


‘Kenapa kamu sangat berubah Nes … kamu bukan Ines yang  kami kenal dulu. Ines yang dulu suka bercanda . Sekarang … Ines yang sekarang bersikap dingin, hampir tidak pernah senyum’ ucap Heru dalam hati.


Setelah Ines terbang ke Jerman, Nicolas  mencari Juga ke Jerman, tapi karena Bu Narti tidak memberikan alamat, Bu Narti juga meminta pihak KBRI  Jerman tidak memberitahukan alamat Ines, Jadi  Nicolas tidak menemukan Ines.


Tapi belakangan Heru dan Bu Narti merasa kasihan pada Nicolas setelah tahu kebenaran   kalau Naura menjebak Nicolas, bahkan ia tertidur sampai siang saat di rumah sakit saat itu.  Ternyata Nicolas juga di beri obat tidur, kebenaran itu terungkap saat  Bu Narti masuk ke rumah sakit dan Nicolas datang menjenguk. Salah satu perawat mengaku pada Heru kalau Naura memaksanya memberi Nicolas obat. Pengakuan suster membuat Heru menyelidiki kebenaran tentang hubungan Naura dan Nicolas di masa lalu,  di sana ia menemukan Fakta  dimana Nicolas korban dari penghianatan Naura.

__ADS_1


Sebelumnya Heru  berpikir kalau Nicolas mau menikah dengan Ines demi harta yang dijanjikan Pak Darto. Ternyata setelah Pak Darto meninggal, Nicolas tidak mau menerima  uang pemberian Pak darto, ia memilih  membuka perusahaan sendiri.


“Mungkin dia ada di sana Nes, sebab Pak Gunawan  masih memiliki saham di sana.”


“Tidak  masalah bagiku,” jawab Ines acuh.


Tidak lama kemudian mobil mereka akhirnya tiba di perusahaan , Ines turun, ia menatap kearah taman kecil di depan perusahaan, saat masih kecil Ines kerap di bawa Papinya  ke perusahaan dan ia akan bermain di taman.


“Nes, kamu tidak apa-apa?”


Ines menghela napas panjang lalu ia  mengangguk,. “Apa kolam ikan di taman itu tidak ada lagi?” tanya Ines melirik Bu Narti.


“Tidak ada lagi, saat Marisa memimpin perusahaan, dia  menutup kolam ikan itu. Ayo masuk mereka sudah  menunggu kita,” ucap Bu Narti.


Masuk ke ruangan rapat, Marisa dan Duha kaget saat melihat Ines datang bersama, Marisa dan  Bu Narti sudah pulih. Di depan semua  orang Ines  terlihat sangat berbeda dengan Ines enam tahun yang lalu. Saat ia dicerce dengan berbagai pertanyaan ia tampak tenang.


“Kami ingin perusahaan ini dipimpin orang yang berpengalaman,” ujar salah satu pemegang saham, mereka orang-orang yang  menolak kepemimpinan Heru.


“Perusahaan ini tidak butuh orang yang berpengalaman. Perusahaan ini butuh orang yang mau bekerja keras dan ada kemauan membangun perusahaan  untuk maju,” ujar Ines menatap semua orang dalam ruangan tersebut.


Ines menegaskan Heru orang tepat untuk memimpin perusahaan, ia bahkan meminta para pemegang saham untuk membuat pilihan. Ines mengatakan ia siap membeli saham mereka semua jika ingin menjualnya.


“Apa cucu Darto punya uang sebanyak itu?” tanya mereka berbisik seperti lebah.


“Saya tidak perduli dengan nasib perusahaan ini dan saya tidak tertarik  ikut andil di dalamnya. Tapi Heru, peduli dengan nasip perusahaan ini dan nasip ribuan karyawan yang menggantung hidupnya di perusahaan, dia sudah puluhan tahun ikut kakek, jadi untuk pengalaman tidak perlu diragukan.”


“Heru tidak ada hubungan keluarga dengan Pak Darto, kenapa dia  yang pimpin perusahaan?’ Marisa  buka suara juga.


“Heru sudah seperti saudara  bagiku, saya rasa itu cukup,” jawab Ines.


Ines  menolak usul dari Marisa, dengan berani Ines mengatakan kalau perusahaan saat ini tidak ada lagi hubungannya dengan keluarga Darmawan sebagai pendiri perusahaan.  Ines bahkan mengganti nama perusahaan yang sudah  melekat selama berabad-abad ditubuh perusahaan tersebut.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2