
Nicolas dan Ines sudah di apartemen, wanita cantik itu hanya bisa tertawa saat Nicolas membereskan barang-barang istrinya yang berserak.
“Aku sudah bilang bawa asisten rumah tangga kalau kamu sibuk,” ujar Nicolas memasukkan pakaian kotor yang berserak.
“Gak terlalu sibuk sih, aku malas,” ujar Ines tertawa lebar.
“Biasanya kamu rapi bersih, tapi …astaga kamu jorok,” ujar Nicolas, menutup hidung membuang bekas makan Ines ke tong sampah, baru juga tiba di apartemen tapi sudah beres-beres.
“Habisnya mager bangat dingin, kamu tahu aku sudah tiga hari tidak mandi, hanya ganti pakaian gosok gigi,” ucap Ines membeberkan aibnya pada sang suami.
“Astaga kamu jorok Nes!” seru Nicolas, clemek yang dipakai membuatnya tambah lucu.
Ines hanya tertawa ngakak melihat ekspresi sang suami, ia tahu Nicolas tidak akan mau diam sebelum rumah itu bersih.
“Dingin bangat sayang … lihat! salju turun lagi itu membuatku ingin beku,” ujar Ines menunjuk jendela kaca apartemennya ia menarik selimut dan meringkuk.
“Kamu kan sudah biasa tinggal di negara ini. Kenapa masih kaget?”
“Aku merasa salju tahun ini lebih parah dari tahun sebelumnya.”
Lelaki berkulit putih itu hanya menggeleng melihat istrinya meringkuk di atas sofa padahal penghangat ruangan sudah dinyalakan , tetap saja Ines meringkuk bagai ayam mengeram telur.
*
Nicolas datang datang tanpa mengabari terlebih dulu, sebelum kedatangannya ke Jerman Lelaki itu bertemu Heru dan Bu Narti menitipkan perusahaan.
Ia capek berurusan dengan Sonia, manusia setengah plastik karena merombak sebagian besar anggota tubuhnya, demi bisa merebut Nicolas, ia cantik dilihat, tapi apalah artinya kalau semua itu palsu.
Berbeda dengan Ines yang tampil apa adanya, dan memiliki kecantikan alami kecantikan yang di miliki istrinya adalah kecantikan khas Indonesia.
“Tapi Dad kenapa tiba-tiba datang?” tanya Ines berpindah tempat duduk dari sofa ke meja dapur.
Nicolas mempersiapkan makan malam untuk mereka berdua, tangannya sibuk memotong-motong wortel jadi bentuk dadu, ia ingin masak soup panas untuk Ines.
“Apa kamu tidak pernah masak?” Nicolas balik bertanya.
“Jarang, pegang air tanganku jadi beku,” jawab Ines.
“Kamu belum jawab pertanyaanku kenapa kamu tiba-tiba datang ke sini.”
__ADS_1
‘Melarikan diri dari si nenek lampir Sonia’ jawab Nicolas dalam hati, tapi ia tidak mengatakannya.
“Masalah pekerjaan dan melihat kamu.”
“Kerjaan apa?” tanya Ines.
Nicolas tidak memberitahukan tentang Sonia, ia tidak ingin Ines memikirkan hal itu.
“Perusahaan kita ingin memperluas sayap sampai ke Jerman ini.”
“Kerja sama bidang apa?”
“Kecanggihan teknologi.”
“Oh.” Ines duduk dengan cara mengangkat kedua kakinya ke atas kursi.
“Iya karna di Negara kita masih minim alat teknologi yang canggih, Negara kita perlu mengikuti perkembangan zaman. Karna itu perusaan kita perlu membuat terobosan baru,” Jawab Nicolas dengan panjang lebar
“Dan rumah sakit yang kami ajak bekerja sama adalah Rumah sakit kamu.” rumah sakit tempat istrinya bekerja.
“Oh, benarkah kok aku tidak diberitahu sebelumnya, tapi kenapa harus itu …?”
“Iya karna rumah sakit itu salah satu rumah saki terbaik di Negara ini,
**
Setelah selesai makan, mereka berdua kembali duduk di ruang tamu.
“Aku merindukanmu,’’ bisik Nicolas ke kuping Ines.
“Ada maunya biasanya kalau seperti ini,” ujar Ines.
“Udaranya dingin juga lama-lama,” tutur Nicolas menarik selimut dari Ines.
“Kalau dingin .. mau apa?”
“Mau dihangatkan sama kamu.”
“Sekarang?” tanya Ines mengulum senyum.
__ADS_1
“Tahun depan,” ujar Nicolas jengkel, karena Ines seolah-olah meledeknya.
Ines tertawa saat Nicolas kesal.
“Aku juga merindukanmu, Pak Nicolas,” balas Ines membalikkan tubuhnya dan meraup bibir Nicolas mencicipinya dengan nikmat, Nicolas tidak menyia-nyiakan kesempatan itu ia mengangkat tubuh Ines ke ranjang dan menarik selimut tebal di bawah selimut tebal itu Nicolas dan Ines melakukan olah raga kuda-kudaan. Nicolas mendapat jatah ranjang dari istrinya.
*
Pagi itu ketika Ines membuka matanya dan terbangun dari mimpi indah , mau enak menyeruduk hidungnya, saat ia masih tidur Nicolas sudah berkutat di dapur memasak serapan untuk sang istri. Kalau biasanya Ines akan pesan makanan di restoran Indonesia di samping apartemennya karena ia malas memasak, tapi saat suaminya datang ke Jerman akhirnya dapur itu ber asap juga.
“Ah dia suami yang luar bias,” ujar Ines memeluk bantal matanya masih setengah terbuka.
Di apartemen Ines, hari ini ada yang berubah kalau biasanya hanya ia sendiri penghuni ruangan yang serba putih itu, kali ini suana sedikit berubah ada Nicolas , mawar rose yang berwarna putih itu ikut mekar hari ini, Ines merasa sangat bahagia sudah lama bunga rose yang ia tanam di samping jendelanya itu tidak mekar, setelah Nicolas datang ia juga mekar.
Membuka matanya dengan begitu bersemangat dan seperti di isi dengan pikiran positif pada tubuhnya, dan perasaan seperti ini baru dia rasakan kali ini, kalau biasanya dia setiap pagi Akan berat hati intuk bangun.
“Ah suamiku … indah sekali pagi ini,” ujar Ines melirik bunga rose yang ikut mekar.
“Pagi sayang!” sapa Nicolas saat Ines datang ke dapur.
“Pagi juga suamiku, kamu cute pakai clemek itu,” ujar Ines menunjuk clemek bergambar dua anak kucing yang dipakai Nicolas.
“Ya cute seperti marmut. Ini untukmu.” Nicolas menyodorkan susu hangat untuk Ines.
Melihat perhatian dan cinta yang diberikan Nicolas padanya hari itu Ines i ingin rasanya melompat ke pangkuan lelaki berparas Tampan itu apa lagi agi itu suaminya tersenyum padanya.
Seakan-akan memancarkan cahaya yang indah dari mata coklatnya yang terang itu, ia baru menyadari kalau suaminya memilik senyuman manis yang memabukkan’ ada lesung pipi kecil pada sudut bibir bawahnya, hidung yang mancung dan pahatan wajahnya yang hampir sempurna , Nikolas memiliki kulit putih karena keturunan Tionghoa.
Nikolas memiliki tampang yang rupawan bahkan sekilas di lihat di Mirip dengan Korea Selatan . Nikolas memiliki tinggi badan lebih, maka tak heran jika dia emang di gilai banyak wanita salah satunya Naura atau yang sekarang bertranformasi jadi Sonia, wanita yang satu ini bahkan sudah lama jadi parasit, bahkan rela jadi orang ketiga dalam rumah tangga mereka.
Saat Nicolas duduk di samping Ines, ia mengenduskan hidungnya.
Bau harum dari tubuh Nicolas.
“Kamu sudah mandi?”
“Sudah dong, memangnya kamu badan masih lengket hanya di lap sama tissu basah,” ujar Nicolas meledek istrinya, saat malam panas mereka tadi malam Ines enggan masuk kamar mandi ia hanya menggunakan tissu basah membersihkan tubuhnya.
“Dingin tau,” ujar Ines membela diri.
__ADS_1
Kali ini wangi Palmolive Aroma Therapy sabun chair yang biasa di pakai untuk merendam, karan sensasi wanginya yang menyegarkan, itulah juga yang di pakai Nikolas tadi karna hanya itu sabun yang saya miliki di kamar mandi, tapi bau Palmolive itu terasa berbeda dari baum yang biasa hirup mungkin karena bercampur dengan bau tubuh Nikolas jadi rasanya jauh lebih harum, dan dapat membangkitkan hasrat Ines lagi ia memeluk Nicolas dengan erat dipeluk-peluk pagi-pagi Nicolas langsung lanjut satu ronde lagi
Bersambung