Buka Hatimu Kembali Untukku

Buka Hatimu Kembali Untukku
Aku Tidak Perduli Lagi Padanya


__ADS_3

Kepulangan Marta dan anaknya ke tanah air mengundang pertanyaan di hati Nicolas dan Axell, mereka berdua yakin kalau Amber anak Axell tetapi Nicolas belum tahu kalau Keanu anak sendiri, karena saat itu Keanu memanggil Marta dengan  sebutan Mami, jadi keluarga Nicolas berpikir kalau Keanu dan Amber anak Hendra.


Kepulangan Marta ke tanah air,  Nicolas merasa gugup, ia ingin bertanya bagaimana keadaan Ines. Saat lagi duduk melamun di meja kerjanya, ketukan pintu membuyarkan lamunan Nicolas.


Tok-Tok!


“Masuk!”


“Apa kamu sibuk?” tanya Axell.


“Tidak juga , Kenapa?”


“Baguslah, itu artinya Aku tidak menganggu,” tuturnya sembari menyeret koper miliknya.


Kedua Alis Nicolas  saling menukik saat melihat sang sahabat membawa koper, ia sering mendengar Axell bertengkar dengan Dinda istrinya, tetapi baru kali ini ia keluar dari rumah membawa koper.


“Apa ada masalah?” tanya Nicolas .


“Aku telah mengajukan  perceraian,” ucap Axell.


“Kamu gila! Kenapa?” ujar Nicolas saat Axell mengatakan  ingin bercerai dengan istrinya.


“Aku tidak perduli dengan semuanya, Bro.”


“Kamu yang setuju menikahi dengannya saat itu, lalu kenapa kamu juga yang ingin menceraikan?”


“Aku tidak tahan lagi dengannya Bro, rumah bagai neraka rasanya, tiada hari tanpa bertengkar, aku capek,” keluh Axell.


“Lalu koper untuk apa?” Nicolas melirik koper  yang dibawa Axell.


“Aku ingin tinggal di apartemen mu.”


“Apa? Kenapa di apartemenku. Kenapa tidak pulang saja dulu ke rumah orang tuamu?”


“Mereka akan  menyalahkanku dan  tidak mau tahu apa yang aku alami.”


“Apa kamu pikir Dinda akan menerima perpisahan kalian?”


“Tidak tahu, Aku hanya ingin bercerai dengannya.”


“Apa ini ada hubungannya dengan Marta? Bro … Hendra dan Marta sudah menikah, bahkan sebelum Amber lahir mereka sudah menikah. Lupakan saja tentang ucapanku saat itu. Anggap saja Aku asal bicara,” ucap  Nicolas.


“Aku yakin dia anakku,” ucap Axell.


“Tapi mereka sudah menikah, kamu tidak ada hak , Xell.”


“Aku ingin bertanya langsung pada dr. Hendra,” ujar Axell.

__ADS_1


“Aku  berharap perceraian mu tidak ada sangkut pautnya dengan orang lain,” jelas Nicolas.


“Aku akan bertanggung jawab dengan keputusanku, Bro.”


Nicolas tidak bisa menolak Axell , lelaki itu sudah terlalu banyak membantu dirinya, saat dr. Axell meminta ingin tinggal di apartemen sementara waktu Nicolas setuju.


Mereka berdua keluar dari kantor menuju apartemen.  Namun saat turun dari mobil, ia melihat Marta dan kedua anak itu menuju mall di samping apartemen Nicolas, ia buru-buru memarkirkan kendaraannya, mereka berjalan buru-buru  masuk ke dalam Mall.


“Apa kamu melihat?” tanya Axell.


“Tidak, kamu ke sebelah sana dan Aku akan arah sana,” pinta Nicolas.


Mereka berdua membagi tugas satu ke sebelah timur dan satu ke depan, lalu mereka berdua  ingat kalau dilantai atas ada tempat bermain anak. Benar saja … Nicolas dan Axell ke sana, mereka berdua melihat Marta berdiri dengan Hendra sedangkan Heru ada di dalam bersama anak-anak.


“Ko, kalian ada di Jakarta?” Nicolas mendekat.


“Eh, kalian berdua ada di sini juga?”


“Ya tadi kebetulan lihat kalian masuk ke Mall,” jawab Axell.


Melihat Axell menghampiri mereka, Marta langsung melakukan jurus andalannya, pura-pura menelepon dan menjauh dari sana.


‘Aku tidak ingin melihat kedua lelaki’ bisik Marta dalam hati,  ia berjalan  menjauh.


“Dok, apa kita bicara sebentar? Ada banyak hal yang ingin kami bicarakan denganmu, hari itu …  sibuk terus tidak ada  kesempatan untuk bertanya,” ujar Axell dengan wajah memohon . Hendra  sudah paham kemana arah pembicaraan  mereka berikutnya.


“Bentar, Aku izin sama Marta dulu.” Hendra memberi kode untuk bicara dengan kedua lelaki itu. Marta awalnya tidak setuju, tapi  Hendra memberi isyarat  untuknya tenang.


“Ya, kami sudah menikah di Jerman.”


“Lalu bagaimana dengan Ines?” tanya Nicolas tidak sabar.


“Dia tidak tinggal bersama kami,  belakangan ini dia tinggal di Afrika, dia menjalani  semua negara.”


“Apa dia tidak datang?” tanya Nicolas.


Hendra tidak ingin berbohong lagi.” Ines juga pulang,” jawab Hendra.


Seketika wajah Nicolas berubah jadi tegang, “kenapa Koko tidak bilang kalau Ines datang?”


“Nico, dia tidak ingin bertemu denganmu.”


“Kenapa? Apa  enam tahun tidak cukup melupakan apa yang sudah aku lakukan, Ko? ini tidak semuanya kesalahanku, Kenapa tidak membantuku untuk bicara?”


“Kalau kamu ingin bicara dengannya,  besok datanglah ke perusahaan, dia akan akan memimpin rapat di sana, kalau Aku yang mejelaskan akan sulit,” ujar Hendra.


“Dok, Apa Aku boleh bicara dengan Marta?” tanya Axell juga, hendra bagai diserang oleh kedua pria tersebut.

__ADS_1


“Apa yang ingin kamu bicarakan dengan istriku Axell, jika kalian punya masa lalu lupakan saja,” ucap Hendra menghela napas panjang.


“Apa Amber anakku?” tanya Axell.


Mendengar pertanyaan itu, Hendra memuji keberanian Axell,  lelaki itu hanya tersenyum kecil, ia tidak ingin terus-menerus berbohong


“Sekarang dia putriku dr. Axell,” jawab Hendra.


Mendengar jawaban Hendra, mereka berdua diam, secara tidak langsung Hendra mengakui kalau Axell ayah biologisnya, tetapi saat ini ia bapa sesungguhnya, ia yang  tercacat di akte kelahiran Amber sebagai ayah anak berwajah cantik tersebut.


“Jadi benar ... ,” lirih Axell dengan suara pelan.


Saat  mereka berdua sedang mengobrol Amber dan Keanu datang berlari kearah mereka, Marta langsung menahan keduanya membawanya menjauh, ia tidak membiarkan kedua anak itu mendekati Nicolas dan Axell lagi. Wajah Axell tegang,  ia menatap Amber yang berjalan menjauh .


‘Ternyata Amber putriku. Bagaimana ini’ ucap Axell dalam hati.


“ Aku mau pergi  dulu kapan-kapan kita sambung lagi.” Hendra berdiri.


“Apa boleh Aku bicara  dengan Marta?” Axell menatap dengan sendu.


“Dokter mau bicara apa?”


“Aku hanya ingin meminta maaf.”


“Nanti akan aku sampaikan Dok, Aku tidak bisa memutuskan sendiri,” sahut Hendra.


Sebenarnya ia ingin membantu Axell, karena keluarga istrinya menuduh Axell yang tidak bisa memberi anak, padahal sudah jelas-jelas istri Axell yang mengalami kecelakaan . Namun, Axell dituduh  mandul oleh keluarga Dinda.


Hendra orang yang  baik, ia suka menolong orang lain dan suka berkorban pada  keluarga. Saat ia mendengar Axell selalu direndahkan sama keluarga dari pihak istri, ia sempat berpikir ingin memperkenalkan Amber pada keluarga istri Axell, tetapi ia mengurungkan niatnya. Marta akan  marah kalau ia melakukan seperti itu.


Mengetahui kalau Amber putrinya, Axell merasa sangat bahagia sekaligus sedih, Marta  tidak memberinya kesempatan untuk mendekati Amber lagi, bagi wanita itu, Axell bagian masa lalunya. Hendra yang menjadi ayah putrinya. Sebelum mereka keluar dari Mall Hendra mengatakan Axell ingin bertemu dengannya, Marta marah.


“Sayang jangan marah , kalau kamu tidak mau tidak apa-apa,” ucap Hendra memegang pundak Marta.


“Harusnya Papi sudah tahu jawabanku, tanpa perlu mengkonfirmasi  padaku, aku sudah bilang berapa kali, dia bagian masa laluku.”


“Baiklah … tapi dia  tahu kalau Amber putrinya.” Marta langsung marah saat tahu kalau Hendra mengakui kalau Amber darah dagingnya.


“Sebenarnya tujuan  Papi apa sih, Apa ingin menjual kami berdua padanya?” tanya Marta kesal.


“Sayang tidak ada seperti itu, Aku hanya ingin membantunya .”


“Membantu apa?”


“Aku ingin ibu mertuanya  tidak menyebut Axel mandul lagi, katanya selama ini keluarga istrinya menuduhnya mandul.”


“Pi, tolong jangan libatkan Aku dan Amber, apapun masalahnya lelaki itu Aku tidak akan perduli lagi,” ucap Marta.

__ADS_1


Bersambung.


Bantu like komen,Vote ya kakak terimakasih


__ADS_2