Buka Hatimu Kembali Untukku

Buka Hatimu Kembali Untukku
Ternyata Dia Anakku


__ADS_3

Setelah Ines menunjuk Gunawan dan Nicolas yang memimpin perusaan, Marisa sangat marah, ia tidak terima saat Ines mempercayakan perusahaan  besar pada anak tirinya, ia pulang ke rumah mereka dan melampiaskan kemarahannya pada anak-anaknya.


“Dari mana dia tahu tentang keluarga kita? anak kecil itu membuatku marah,” ucap wanita itu dengan tatapan penuh dendam.


“Oma, tenanglah,” ujar Duha.


Sebenarnya anak-anak kandung Marisa lelah dengan sikap Mama mereka, karena ia selalu memaksakan kehendak pada anak -anak, mereka tidak akur sesama saudara.


“Tidak, Aku tidak bisa tenang, perusahaan Opamu yang mendirikannya, seenaknya saja dia mengganti nama perusahaan,” rutuknya dengan marah.


Marisa sudah tua bukannya bertobat, ia malah menambah dosa, setelah hampir mencelakai Bu Narti, kini tatapan mata jahatnya tertuju pada Ines. Heru dan Ines menyelidiki siapa dalang di balik kecelakaan yang dialami Bu Narti ternyata pelakunya Marisa. Tadinya Ines dan Heru ingin memberi wanita tua itu pelajaran. Namun, Bu Narti melarang, ia menjaga perasaan Hendra, ia meminta Ines dan Heru untuk memaafkan perbuatan Marisa. Bu Narti tidak memperpanjang masalah, ia tidak ingin mereka melakukan pada Ines juga, jadi Bu Narti memilih melupakan.


Setelah menunjuk Gunawan  dan Nicolas sebagai pemimpin perusahaan


 Ines pulang, tapi kali ini ia tidak pulang ke rumahnya ia, ia datang  ke makam  orang tuanya, di sana ia mencurahkan apa yang ada dalam hati.


“Mi, hari ini Aku merasa sangat sedih, Aku sangat membenci lelaki itu. Tapi Aku terpaksa setuju dia  yang memimpin perusaan  karena kakek yang menginginkannya,” ujar Ines menaburkan bunga di kuburan kedua orang tuanya. “Mi Aku belum bisa memaafkannya, Aku akan pergi lagi menjauh dari mereka semua, Aku akan membawa Keanu bersamaku,” ujar Ines. Setelah menyelesaikan masalah perusahaan ternyata Ines  berencana akan pergi lagi.


“Mi, setiap kali Aku merasa sedih  kalau sudah datang ke sini rasanya setengah bebanku hilang.”


Ia duduk di samping makam kedua orang tuanya setelah mencurahkan semua masalahnya di makam , saat ingin pulang ternyata Nicolas dan keluarganya datang juga ke makam . Ines menghela napas panjang, ia menyesali dirinya  karena terlalu lama duduk diam di sana.


‘Harusnya Aku pulang  lebih cepat tadi’ Ucap Ines memakai kaca hitam ia bersikap seolah-olah tidak melihat keluarga Nicolas, lalu ia berdiri ingin pulang.


“Mommy!” panggil Keanu.


Ternyata dari arah belakang Marta dan Hendra datang.


‘Apa ini? Kenapa bisa bersamaan’ ucap Ines panik,  dari balik kaca hitamnya ia bisa melihat Nicolas dan keluarganya melihat Keanu yang datang menghampirinya.


“Mommy apa yang kamu lakukan di sini?” tanya Keanu.


“Mudah-mudahan mereka tidak menyadarinya,” gumam Ines pelan.


“Mommy!”  Amber ikut berlari ke arahnya.


Marta sempat melongo, saat  melihat keluarga Nicolas ada di sana juga.

__ADS_1


Ines datang ke makam orang tuanya untuk curhat, sementara Gunawan ingin curhat ke makam ayahnya karena Ines akhirnya mempercayakan perusahaan itu untuk ia pimpin kembali.


“Kenapa mereka juga ada  di sini?” tanya Marta.


“Mungin ingin curhat sama Opa tentang perusaan yang ganti nama,” balas Hendra.


“Lalu bagaimana Keanu?” tanya Marta dengan panik.


“Biarkan berjalan apa adanya jangan  berbohong lagi.”


Setelah  Marta dan Hendra tiba,  Ines ingin pulang, ia bahkan meminta Keanu jangan mengikutinya dan meminta  bocah tersebut ikut sama Marta, saat ia bergegas tiba-tiba Linda berdiri dan menatap Ines lalu ia berkata;


“Apa kamu  tidak mau memaafkan Mama, Nak?” panggil Linda.


“Halo Ma, senang bertemu dengan kalian ,” ujar Ines mengangguk kepalanya, hanya itu saja ucapan sapa dari Ines, lalu  ia  berjalan meninggalkan makam.


“Nes! Mama dan Novi minta maaf!” panggil Linda lagi, Ines terdiam sejenak,  lalu ia  berjalan tidak menghiraukan permintaan maaf Linda.


Apa yang dilakukan Linda saat itu ternyata saat membekas di hati Ines, saat percaya dan menganggap Linda sebagai ibu dan satu-satunya orang yang ia percaya, tetapi saat ia terluka dan merasa hina karena Nicolas melakukannya dengan paksa. Linda justru memintanya meninggalkan Nicolas dan lebih memilih Naura, dari sejak saat itu Ines semakin membenci  keluarga Nicolas.


“Nes. Apa kamu tidak akan mengatakan apa-apa tentang Keanu sama mereka!” teriak Hendra.


Mendengar hal itu, wajah Ines langsung menegang seketika, seolah-olah ada sesuatu yang memukul jantungnya,  ia kaget saat Hendra membongkar tentang anaknya di waktu yang tidak tepat. Pundak Ines naik turun menahan emosi , ia tidak menduga kalau Hendra akan melakukannya.


“Pi … Apa yang kamu lakukan,” ujar Marta dengan panik ia marah dan bertengkar dengan Hendra.


“Nes, bukan hanya kamu menderita di sini. Nicolas juga menderita. Menunggu kamu selama enam tahun memikul rasa bersalah tidaklah hal yang mudah,” ujar Hendra lagi.


“Pi, hentikan kamu sudah berjanji tidak akan melakukannya,” ujar Marta.


“Mi … Nicolas berhak tahu tentang anaknya, apapun yang aku lakukan sebuah kebenaran,” ujar Hendra membela diri.


“Ines akan  marah besar. Kenapa kamu melakukannya !” teriak Marta, melihat Maminya memarahi Hendra Amber menangis.


“Mami , Papi jangan dimarahin,” ucapnya dengan raut sedih.


Lalu Ines mendekat lagi.

__ADS_1


“Lalu Koko ingin Aku melakukan apa …?” tanya Ines dengan kemarahan.


“Katakan kebenarannya kalau Keanu anak  kamu dan Nicolas!”


“HAA …!” Merek semua melongo.


“Kamu   gila,” ujar Marta dengan marah.


LInda terduduk di tanah memegang dadanya, sementara Nicolas melotot kaget, Marta  buru-buru membawa anak-anaknya ke dalam mobil dan menyetir pulang.


“Koko bilang Keanu putraku?” tanya Nicolas dengan mata berkaca-kaca.


“Katakan kebenarannya Nes, Aku tidak akan membiarkanmu membawanya begitu saja, Aku tahu rencana kamu,  besok kamu akan membawa  Keanu bersamamu kan?”


“Ya, Keanu anakku,” ujar Ines.


Lalu ia meninggalkan pemakaman.


“Kenapa kamu berbohong  padaku?”


“Karena aku membencimu,” jawab Ines dengan wajah  merah padam menahan luapan emosi.


“Kamu tidak berhak menjauhkan aku dan anakku!” teriak Nicolas dengan dada bergetar.


“Aku berhak, Karena kamu sudah setuju bahkan menandatangani kesepakatan kita. Apa kamu tidak ingat …  kalau kakek meninggal kita tidak ada hubungan apa-apa dan kamu setuju. Aku akan mengajukan perceraian di pengadilan.”


“Aku sudah bilang padamu, Aku tidak akan bercerai dengan kamu sampai kapanpun,” ujar Nicolas.


“Terserah kamu.” Ines menatap Nicolas dengan tajam.


“Ah! Cucuku” teriak Linda memegang dadanya, ia terjatuh ke tanah lalu pingsan.


Apakah Ines akan mempertemukan  putranya dengan keluarga suaminya?


Bersambung


Kakak jangan lupa vote, like, komen karya ini terimakasih

__ADS_1


__ADS_2