
Suhu udara di ibu kota pagi itu sangat dingin karena diguyur hujan sepanjang malam, ingin rasanya dia terus tidur memeluk bantal guling nya, entah berapa kali dia melakukan bagun tidur, bangun tidur dengan malas, andai jarum jam itu kembali ke jam empat pagi ia masih memeluk bantal guling itu lagi.
Tapi mau tidak mau di harus tetap bangun karena jam sudah menunjukkan jam enam pagi, wanita cantik berambut sebahu itu sudah ada janji dengan pasien seorang pemuda yang habis melakukan operasi jantung dan pagi ini jadwal control.
“Aku malas bangat bangun, bisa gak kamu memutar jarum itu kembali ke angka empat,” bisik Ines pada lelaki yang tidur di sampingnya, Nico hanya tersenyum kecil dan melingkarkan tangannya di pinggang Ines.
“Gampang … mau Aku putar lagi ke jam sepuluh malam?” tanya Nicolas mengedipkan mata nakalnya.
“Gak ah … nanti kamu minta sampai tiga ronde,” balas Ines memajukan bibirnya.
Nicolas tertawa lepas melihat Ines jengkel karena ia membuat wanita itu sampai terkulai lemas karena ia melakukannya sampai tiga ronde.
“Itu namanya balas dendam,” ucap Ines.
“Itu bukan balas dendam Mommy, itu karena terlalu rindu, coba bayangkan … dia puasa sampai hampir enam tahun, kalau dia besi pasti sudah karatan dan berkerak,” ujar Nicolas ia membandingkan tongkatnya dengan besi.
“Tapi kamu sampai melakukannya tiga ronde, aku jadi kesakitan,” ujar Ines memicingkan bibirnya.
“Sayang … Aku wajar minta sampai tiga ronde, hampir tiga malam aku tersiksa menahan hasrat karena kamu selalu ketakutan.”
“Pertamanya Aku memang takut bangat, mungkin kalau kamu memaksaku malam itu Aku akan kembali trauma, untungnya kamu bisa menghilangkan traumaku,” ujar Ines.
“Ya dong, Aku ahlinya … tapi aku jadi kangen jagoanku, demi bisa minta jatah ranjang dari kamu Aku terpaksa memintanya dibawa ke kampung.”
“Parah …,” ucap Ines tertawa.
__ADS_1
Jadi setelah satu bulan setelah mereka berbaikan, Nicolas tak kunjung bisa mendapatkan jatah ranjang dari istrinya alhasil dia jadi panas dingin.
Setiap kali ingin melakukannya kedua anak itu akan tidur dengan mereka, saat ia membujuk Ines tengah malam dan ada suara-suara mereka berdua bangun, demi bisa berduaan dengan istrinya. Nicolas meminta Ibu Narti dan Marta pulang kampung dengan begitulah mereka berdua bisa bebas di rumah seperti pengantin baru, setelah mereka pergi rintangan untuk mendapatkan jatah ranjang dari istrinya masih panjang.
Saat ingin unboxing ternyata Ines lampu merah, Nicolas greget menunggu sampai berhari-hari, setiap malam juga ia bertanya pada istrinya sudah selesai apa belum, setelah bersih barulah ia minta lagi. Ternyata Ines ketakutan dan butuh waktu untuk merayu dan menjelaskan kalau ia tidak akan melakukan dengan sakit, malam pertama gagal Ines masih ketakutan saat ingin di masukkan, hari kedua gagal juga Nicolas lelaki yang punya kesabaran yang luar biasa, tidak banyak lelaki yang bisa menahan hasrat saat-saat di pertarungan terakhir. Malam ketiga Nicolas masih berusaha ia tidak mau menyerah, ia membawa istrinya pindah kamar dan mengajaknya nonton film haram dengan begitulah trauma itu sedikit demi hilang dan akhirnya ia berhasil . Saking senangnya dengan keberhasilan itu Nicolas melakukannya sampai tiga ronde malam itu.
*
“Ah, aku jadi malas bangun badanku remuk, aku masih merasa perih,” kelu Ines memegang bagian bawahnya.
“Kamu masih seperti gadis perawan masih sempit,” bisik Nicolas mengigit daun telinga Ines.
“Iyalah, hanya kamu pertama kali yang membobol secara paksa,” ujar Ines menyentil kening suaminya.
“Jadi Keanu, lewat jendela ini ya … Aku baru tahu kalau anakku keluar bukan dari pintu ternyata dari jendela pantas saja masih sempit bangat pintunya,” ujar Nicolas meraba bekas operasi sesar di perut Ines.
Ines saat melahirkan Keanu memilih melalui operasi karena ia takut melahirkan secara normal, mungkin karena saat itu tidak ada suami yang mendampingi.
“Tapi, nanti kalau ada anak kedua kita, melahirkan normal tidak apa-apa sayang,” ujar Nicolas, tangannya mulai bergerilya ke semua bagian tubuh istrinya dan sesekali memijit tubuh istrinya. Tapi percayalah, suami kalau sudah memijit tubuh istrinya biasanya tidak pernah tuntas, ia akan meminta pijatan lain. Hampir semua suami istri seperti itu apa lagi kalau baru bangun tidur hasrat mereka akan lebih mudah naik, tangan Nicolas berhenti karena ular keket di balik celananya sudah mulai bergerak .
“Apa kamu mau tidak sakit lagi?” tanya Nicolas.
“Ya, caranya …?” tanya Ines.
“Gampang,” jawab Nicolas mengulum senyum nakal, lalu mengendong tubuh Ines,
__ADS_1
“Eee … kita mau kemana?”
“Mandi bersama dan melanjutkan ronde selanjutnya.” Nicolas mengangkat tubuh istrinya ke kamar mandi.
“Ah, Aku tidak mau.” Ines tertawa ngakak saat digendong paksa ke dalam bathtub.
“Dasar dukun cabul … pura-pura urut ternyata ada maunya,” ujar Ines terkekeh.
Nicolas tidak ada rasa takut karena Ines sudah merasakan servicenya yang ia berikan, ia yakin wanita itu tidak akan merasa takut lagi terlihat dari erangan dan gerakan tubuh Ines tadi malam, saat ronde pertama Ines memang diam seperti batang pisang. Namun sat ronde kedua wanita cantik itu merasa nyaman dan menikmatinya, ketiga ronde ia akhirnya membalas dan ma mengikuti permainan yang diberikan sang suami.
Nicolas melepaskan piyama tidur Ines dan bibir mereka saling berpangutan, mereka pun saling bertukar air liur, terlihat seperti pengantin baru yang di mabuk asmara dan mungkin tadi malam itu adalah malam pertama mereka yang sesungguhnya. Ines tidak ada rasa takut lagi, ia terpikat dengan sentuhan yang diberikan sang suami, lidah mereka berdua saling membelit dan tubuh keduanya kembali naked Ines duduk di pangkuan sang suami memeluk leher Nicolas. Suara-suara ribut dari bibir keduanya memenuhi ruang kamar mandi.
Ines juga mengeluarkan suara irama manja dari bibirnya membangkitkan hasrat sang suami melihat istrinya mengimbangi permainan Nicolas juga bersemangat, meraba bagian bawahnya yang sudah mengeras kembali.
“Aku ingin memasukkannya, apa kamu sudah siap?” tanya Nicolas.
“Iyaaa ….” suara Ines terbata-bata karena nikmat.
“Kamu saja yang melakukannya dengan pelan-pelan sayang, agar kamu tidak merasa sakit,” ujar Nicolas mulutnya sibuk melahap bagian indah di dada Ines, ia seperti bayi besar yang sedang minum susu.
“Hmm.” Ines melakukan gerakan naik turun dipangkuan suaminya, sesekali bibirnya menjerit nikmat.
“Apa sakit?”
“Sakit tapi enak,” jawab Ines, kali ini dia yang menguasai permainan penunggang yang hebat. Nicolas hanya merem melek dan memegang pinggang sang penunggang, saat ingin mencapai puncak Nicolas buru-buru menganti posisi permainan meminta Ines berdiri dan memegangi sisi bathtub dan melakukannya dengan gaya ***** *****, Ines memang belum tahu, tapi saat diarahkan ia mau melakukannya dan tidak malu-malu lagi, ia akhirnya sadar melakukannya dengan suami, melayani suami dan memuaskan pasangan itu satu ibadah. Akhirnya lahar hangat itu akhirnya tumpah diiringi suara erangan panjang dari bibir mereka berdua dan sama-sama menikmati dan puas.
__ADS_1
Bersambung