Buka Hatimu Kembali Untukku

Buka Hatimu Kembali Untukku
Menantu dan Mertua Saling Berbaikan


__ADS_3

Nicolas akhirnya merasakan  kebahagian, setelah  Ines mau  memaafkannya, saat Nicolas dan Ines  akhirnya saling memaafkan dan menikmati kebahagian, ternyata Axell tidak demikian. Saat ia mengungkapkan perasaannya pada Marta dan ingin  mengulang  hubungan mereka dari awal lagi, rupanya Mami dari Amber itu menolak dengan tegas kalau ia tidak ingin  menikah lagi.


Padahal Axell ingin menjadi Ayah Amber, ia membujuk Marta untuk menikah dan menjalin hubungan mereka yang pernah putus. Marta mengatakan ia bisa  menyayangi Amber tetapi tidak akan bisa mengantikan posisi Hendra sebagai ayah resmi dari anaknya. Hati Marta ternyata sangat tulus mencintai almarhum suaminya. Bahkan setelah kepergiannya beberapa bulan lalu Marta selalu datang untuk curhat ke makam sang suami.


“Apa kamu tidak akan memberi kesempatan untuknya, Ta?” tanya Ines saat mereka berdua duduk  mengobrol di taman malam itu.


“Aku senang kamu berbaikan dengan Nicolas, wajahnya sudah kembali pulih seperti Ines yang dulu,” ucap Marta, ia tidak menjawab pertanyaan Ines  tentang Axell.


“Ya, Aku memberinya kesempatan juga memperbaiki diri sendiri, karena sesungguhnya semua yang terjadi tidak sepenuhnya salah dia.”  Ines tersenyum  ceria.


“Aku juga tidak ingin menggantikan posisi suamiku dengan orang lain,” ucap Marta, pernyataan Marta cukup menjawab pertanyaan Ines.


“Baiklah, Aku hanya bertanya sahabatku,” ucap Ines, tiba-tiba jadi berubah lebih ceria, ia memeluk tubuh Marta dengan erat.


“Apa suamimu sudah memberimu obat? Kayaknya kamu bahagia bangat beberapa hari ini,” tanya Marta.


“Tidak. Kita justru belum melakukannya,” jawab Ines dengan jujur.


“Kenapa?” Marta menatap Ines dengan penasaran.


“Tidak ada kesempatan.”


“Bukannya kalian sudah tidur satu kamar?”


“Sudah,  tapi setiap malam mereka berdua akan datang ke kamar untuk menganggu,” ujar Ines tertawa.


“Kalian harus bulan madu, agar punya waktu berduaan.” Marta memberi usulan.


“Nanti saja pekerjaan masih  banyak, rumah sakit kita baru buka masih banyak yang perlu diurus.”


“Aku akan mengurus.”


“Bukan tidak   percaya dengan kemampuanmu tapi  rumah sakit kita masih dalam awal pembukaan, ibarat anak dia masih baru belajar berjalan,” ujar Ines.


“Lalu kapan kalian berdua dan nambah adik buat mereka berdua?”


“Itu gampang nanti saja,” jawab Ines menanggapi semua dengan santai.


Marta menepati janjinya sama Hendra kalau ia akan menjadikan sang suami satu-satunya lelaki yang ada dalam hatinya, walau Axell sudah meminta maaf Marta tidak mengubah sikapnya. Sebagai sahabat Ines tidak ingin memaksa.


        **


Ines akhirnya menempatinya janjinya kalau ia akan berbaikan dengan ibu mertuanya, hari itu saat Nicolas ingin pulang ke rumah maminya tiba-tiba Ines membuat kejutan.


“Ayo kita pergi ke rumah Mama bersama,” ujar Ines, karena selama ini Nicolas tidak ingin memaksa.


“Haa …?” Mata Nicolas menatap dengan terkejut,

__ADS_1


“Tidak boleh?” Ines balik bertanya.


“Ya, boleh dong Mommy … justru aku senang hanya saja Aku terkejut,” ujar Nicolas tersenyum bahagia.


“Ayo ajak anak-anak saja biar Papa bisa main dengan cucunya.”


‘Astaga … ini beneran Ines yang ngomong, ini istriku’ Nicolas menatap wajah istrinya  begitu dalam, ia masih belum percaya dengan apa yang di dengar.


“Kenapa?” Ines menatap balik ke arah suaminya.


“Daebak … istriku sangat cantik,” ujar Nicolas memeluk Ines.


Setelah menjemput anak-anak dari sekolah mereka  berangkat ke rumah orang tua Nicolas, Linda sampai melongo melihat menantunya  datang ke rumah dengan wajah dan tatapan yang berbeda.


“Ines …!” seru wanita itu dengan mata berkaca-kaca,  ia menatap Nicolas  lalu memeluk Ines dan menangis minta maaf.


“Maafkan Ines  Ma.”


“Tidak, mama yang harus minta maaf Nak, kamu tidak salah Mama yang salah,” ujar Lina memeluk Ines semakin erat, Mami Nicolas  merasa sangat bahagia karena Ines akhirnya memaafkan Nicolas bukan hanya Nicolas semua keluarganya  juga .


Setelah memaafkan semua keluarga, Ines merasa sangat lega, tidak ada lagi kemarahan dalam hati.


“Mama janji, Mama akan memperlakukanmu seperti putriku, bukan sebagai menantu lagi, terimakasih Nak sudah memaafkan putraku,” ujar Linda, memegang wajah Ines mencium pipinya kanan kiri.


“Terimakasih Ma.”  Ines sangat terharu karena disambut bak tamu  spesial di rumah ibu mertuanya, impiannya terwujud, ia mendapatkan sosok ibu dari mertuanya seperti keinginannya dulu.


“Ovi kemana Mi?” tanya Nicolas.


“Dia pergi ke luar negeri, biarkan saja,” ujar Linda dengan raut wajah sedih.


“Ada apa?” Nicolas menatap wajah Maminya.


“Tidak apa-apa,” ujarnya pergi ke dapur.


Ines merasa ada yang tidak beres ia mengikuti ibu mertuanya ke dapur.


“Ada apa Ma?”


“Dia hamil?”


“Ha? Sama siapa?” tanya Ines kaget.


“Sama Axell katanya.”


“Ha!?” Mata Ines melotot kaget.


“Jangan sampa suamimu tahu,” ujar Linda menarik tangan Ines ke belakang.

__ADS_1


“Kok bisa Ma?” Ines masih tidak percaya.


Linda akhirnya menceritakan bagaimana ia mengetahui kalau Novi hamil tapi menyembunyikan semuanya dari semua orang.


“Kamu tidak apa-apa Vi?” tanya Bu Linda saat putri mual-mual di kamarnya.


“Tidak apa-apa Mi.”


“Mami sudah berpengalaman katakan siapa ayahnya?’


Wajah Novi langsung pucat, ia menutupi bagian perutnya yang sudah mulai membuncit.


“Maafkan Ovi Mi.”


“Katakan siapa yang harus bertanggung jawab?”


“Saat itu kami berdua sama-sama mabuk Mi, aku yang merayunya dia bahkan tidak tahu kalau kami melakukannya, aku malu kalau dia sampai tahu tapi tidak tega mengugurkan anak ini, tolong Mi jangan sampai dia tahu.”


“Siapa?” tanya Linda.


“Axell.”


“A-a bagaimana bisa, bukankah kalian sudah seperti kakek adik,” ujar Linda memegang dada karena kaget.


“Aku yang salah Mi, kami sama-sama mabuk malam itu, dia juga tidak tahu kalau kami melakukannya,” ujar Novi mengatupkan kedua tangannya memohon sama Maminya supaya jangan menyalahkan Axell dan jangan memberitahukannya.


“Apa nanti kata Nicolas kalau sahabatnya meniduri adiknya, dia akan marah,” ujar Linda menangis hari itu.


“Maafkan Aku Mi, aku akan pergi dan menghilang selamanya, aku akan merawatnya sendirian, Aku akan menjauh agar Mami tidak malu,” ujar Novi memohon.


Besok harinya Novi berangkat ke London sendirian, ia akan tinggal di sana. Linda kecewa dan marah, tetapi ia tidak bisa mengabaikan putrinya begitu saja, Gunawan juga sangat marah pada Axell, tapi karena novi memohon pada orang tuanya jangan menyalahkan Axell orang tuanya tidak memberitahukan dokter tersebut.


“Apa Mama tidak mengantarnya ke sana?”


“Dia tidak memperbolehkan mama ikut.”


“Axell harus tau , sebelum Nicolas mengetahuinya,” ujar Ines.


“Mama juga maunya seperti itu, tapi mama takut.”


“Biarkan Aku yang mengurusnya Ma,,” ujar Ines.


"Makasih Nak, akhirnya ada juga  teman untuk curhat ,  Mama tari kemarin tidak tahu mau curhat dan minta tolong sama siapa, biasanya sama Novi , anak nakal itu pergi Mama tidak punya teman."


"Aku akan selalu ada untuk Mama," ujar Ines ," kita juga akan kasih tahu dr. Axell tentang kehamilan Novi jangan khawatir Ma, dia baik."


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2