
Saat Nicolas berjuang untuk menyelamatkan keluarganya, ternyata Ines terjebak dengan Hendra kw, ia tahu dengan pernikahan Nicolas dengan Sonia dan memulai memanas-manasi Ines.
“Saat Nicolas menikahi wanita itu tanpa izin harusnya kamu marah,” ujar lelaki itu saat Ines datang ke rumah sakit.
“Tidak apa-apa dia bilang kok samaku,” jawab Ines santai.
“Jadi kamu tidak marah diduakan?”
“Untuk apa marah? Banyak kok orang sekarang ini yang poligami,” sahut Ines dengan tenang.
Wajah Hendra terlihat kesal saat Ines tidak marah Nicolas menikahi Sonia.
“Sebagai seorang istri yang sedang hamil harusnya kamu marah dong, Dok,” paksa Hendra palsu padanya.
“Tidaklah, Aku percaya suamiku, kalau dia sudah bosan nanti sama wanita itu ... dia akan kembali pada keluarganya.”
“Lalu kamu mau menerima?”
“Maulah, dia suami dan ayah anak-anakku,” sahut Ines.
“Astaga … kamu wanita yang aneh menurutku,” ujar Hendra, ia sewot karena Ines tidak marah.
“Kenapa aneh Pak, setiap orang itu berbeda-beda.” Ines membantah setiap omongan Nicolas.
“Aku akan menjaga dan merawat anakmu kalau Nicolas tidak mau datang lagi padamu,” ucap lelaki itu tanpa merasa malu.
‘Dasar orang aneh … siapapun kamu orang yang memakai wajah dr. Hendra, kamu itu sangat menganggu dan tidak tahu malu’ ucap Ines dalam hati.
Sementara Nicolas.
Hampir satu Jam sudah terlewatkan tidak ada tanda tanda orang suruhan Suroto menghampirinya untuk mengambil berkas tersebut, Nicolas hampir menyerah, ia masuk kembali kedalam mobilnya berniat meninggalkan tempat tersebut.
Tiba-tiba keempat orang itu datang menghampirinya, tapi smereka memakai penutup kepala.
“Berikan tasnya!” pinta salah satu dari mereka menodongnya dengan senjata, tapi Nikolas mempertahankan tas berisi dokumen.
“Saya tidak mau.” Nicolas melawan.
“Kami tidak ingin menyakitimu, hanya membutuhkan berkasnya, itupun kalau kamu masih sayang sama nyawamu,” ancam anak buah Suroto.
__ADS_1
Tetapi Nikolas tidak gentar, ia bahkan keluar dari mobil itu dengan sikap melawan. Ia sengaja berdiri di depan lelaki berbadan tegap itu.
Merasa dilawan Nicolas dihajar hingga babak belur, Nicolas mempertahankan tas miliknya hingga terus dipukuli.
Bian pengawal Okan merekam semua perbuatan anak buah Suroto.
“Kamu sudah bosan hidup rupanya!”
Puak!
Satu pukulan mengenai wajah Nicolas, ia bersikap mempertahankan tas.
Melihat Nicolas babak belur orang suruhan Suroto panik.
Karena mereka hanya diperintahkan merebut kertas yang sudah terlanjur di tanda tanganin Suroto, Mereka menelepon Suroto.
“Bagaimana Bos? Kami kesusahan mengambil barangnya target menyusahkan!”
Sonia duduk di meja makan dengan dengan bersenandung gembira, perhatian suaminya padanya tadi membuat hatinya berbunga-bunga ia merasa sangat bahagia. Suroto memandang putrinya dengan sedikit putus asa. Ia berjalan keluar dan marah-marah.
“Bodoh! Hanya mengerjakan itu saja tidak becus”
“Lenyapkan saja dan Buang,” jawab Suruto kesal, karena apa yang di rencanakannya tidak sesui dengan skenario yang dijalankan anak buahnya.
Mendengarkan kata di lenyapkan, sudah hal biasa bagi Sonia dan Ibunya baik di Meja Makan sekalipun seperti saat itu, Tapi dia tidak tau kata itu di tujukan pada orang yang berarti padanya, bahkan tidak ada virasat.
*
Di perintahkan menembak akhirnya timah panas dihadiahkan Suroto pada menantunya.
Dor!
Satu tembakan mengenai dada kiri Nikolas dan ia ambruk seketika. Suara itu menyebabkan orang yang melintas penasaran dan berdatangan, jalannya memang sepi hanya di lalui beberapa orang pejalan kaki dan beberapa kendaraan roda dua saja yang melintas. Orang suruhan Suroto mulai panik karena didatangi beberapa orang yang memergoki mereka, termasuk orang- orang Nikolas yang merekam kebiadaban manusia berbadan tegap itu.
Nicolas ditembak, ia mempertaruhkan nyawanya demi bisa menangkap Suroto. Nicolas mempunyai nyali tingkat Dewa yang patut di beri dua Jempol. Untuk menangkap seekor Harimau maka kamu akan masuk ke Kandang harimau itu' ucap Nikolas saat itu, maka terjadilah rencana tersebut.
Orang-orang orang berbadan tegap itu yang memakai penutup kepala itu, lalu menyeret tubuh Nikolas dan ingin memasukkannya ke dalam mobil untuk menghilangkan bukti. Tapi dari sisa tenaga yang di miliki Nikolas, ia dengan berani menarik penutup kepala mereka dan memperlihatkan wajah anak buah Suroto di kamera.
Satu pukulan keras dari gagang senjata mendarat di keningnya dan darah segar membanjiri wajah Nicolas. Hingga akhirnya dia benar- benar tidak berdaya dan pingsan
__ADS_1
Anak buah Suroto panik karena orang-orang semakin banyak berdatangan, lalu buru-buru membawa Nicolas dari tempat itu. Melihat mereka kabur dengan sigap juga orang suruhannya Nikolas mengikuti mobil hitam itu. Benar saja saat hari mulai gelap, dengan kejam tubuh Nikolas yang pingsan dibuang ke sungai.
Suroto benar-benar memperlihatkan siapa dirinya sebenernya, demi mendapatkan harta keluarga Nicolas, ia bahkan dengan mudah melenyapkan nyawa lelaki yang saat itu sudah jadi menantunya.
Semua yang mereka lakukan terrekam jelas di kamera di tubuh Nikolas baik kamera dari anak buahnya.
*
Setelah mereka pergi, anak buah Nicolas menyelamatkannya.
Beruntung Nikolas masih bisa di selamatkan berkat kesigapan anak buahnya yang sudah terlatih. Tubuh bapak satu anak itu benar- benar babak belur, luka tembakan di dada kiri, luka di keningnya, bibirnya pecah seluruh badannya lebam penuh luka, sedikit saja mereka tidak menemukan tubuhnya maka nyawanya akan hilang. Namun, berkat alat yang di pasang Ines di tangan Nikolas memudahkan mereka menemukannya.
“Gila, dia nekat bangat,” ujar anak buah Nicolas.
“Saya tidak akan bisa melakukan itu,” sahut a yang lain.
"Dia melakukan itu karena tidak ada pilihan lain,"sahut Bian.
Dengan sigap dokter itu berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan Nicolas. Bian, sebelumnya sudah membawa dokter ke dalam mobil saat mengikuti mobil anak buah Suroto, ia sengaja membawa dokter untuk menangani Nikolas, karena ia tahu lukanya sangat parah .Nikolas orang yang Nekat dan lelaki gentleman, ia mau melakukan rencana menakutkan itu, walau dia tau nyawa yang akan taruhannya.
Tidak lama kemudian, ia dilarikan ke sebuah rumah rahasia dan belum sadarkan diri pengangkatan peluruh yang bersarang di dadanya akhirnya berhasil, beruntung tidak menembus jantungnya, hanya terjepit diantara rongga dada. Berjam-jam jam lamanya dia belum sadar.
“Bagaimana ini? Apa yang kita lakukan, Bos belum sadarkan diri?" tanya salah satu anak buah Nicolas.
“Kita lakukan seperti rencana awal,” ujar Bian satu anak buah Nicolas, pria itu bisa bertindak cepat untuk melanjutkan rencana yang sudah di susun mereka.
“Kalau kita menunggu dia sadar, takut lelaki itu bertindak lebih cepat,” ujar Bian, lelaki yang selama ini jadi kaki tangan Nicolas.
\*
Keesokan harinya anak buah Nicolas tidak ingin membuang -buang waktu, walau Nikolas masih berbaring di rumah sakit dan di sembunyikan keberadaanya. Rencana yang mereka susun dengan Nicolas tetap jalankan.
Bekerja Sama dengan seorang penyiar televisi dan berkat kecanggihan sosial media, berita penembakan Nicolas cepat menyebar bagai sebuah virus.
Jika kekuatan hukum tidak bisa menangkap lelaki jahat itu, maka mereka menggunakan kekuatan media sosial. Bian dan rekan-rekannya menyebarkan semua rekaman dari mulai Nicolas di hajar, ditembak lalu dibuang dengan kejam.
Menangkap Suroto tidaklah mudah, sekalipun mereka punya bukti kalau anak buah Suroto yang menembak Nikolas. Tetapi kekuatan media sosial dan berita jadi Viral dan melibatkan Sonia, maka akan melemahkan Suroto.
Nicolas menyusun sebuah ide yang epik dan brilian, lalu merangkainya jadi sebuah rencana yang menegaangkan walau harus mengorbankan nyawa, tapi karena ia tidak punya pilihan dan tidak mau keluarganya dalam bahaya, maka ia melakukannya.
__ADS_1
Bersambung