
Hidup itu bagai sebuah roda, tidak selama berada di atas ada kalahnya di bawah, ada juga hidup terpuruk dan hancur.
Keluarga Nicolas mengalami hal tersebut. Dulu saat Opah Nicolas Liam Darmawan masih hidup, kesuksesan milik keluarga mereka. Keluarga Darmawan merajai bisnis di kota itu. Namun setelah lelaki itu meninggal dunia, semuanya meredup dibawah pimpinan istrinya. Marisa Chan nenek Nicolas hanya bisa menghabiskan harta suaminya, tetapi tidak tahu mengelolanya dengan baik. Perusaan mereka semakin merosot saat di serahkan dipimpin putranya Deon , tidak berapa lama perusaan itu hancur dan meninggalkan utang di mana-mana. Lalu Marisa dan Deon melakukan pinjaman uang secara diam-diam pada rentenir jahat bernama Suroto dengan menjanjikan rumah dan perusahaan.
Darto mengetahui semuanya, ia mengamankan rumah dan surat-surat perusaan, ia mengambil alih rumah yang ia berikan dulu pada Liam sahabatnya, ia juga mengambil alih perusahaan. Setelah Darto meninggal Oma Nicolas tersebut semakin bebas, merasa tidak ada lagi yang bisa menghalangi rencananya.
Marisa tidak mau menyerah, ia mencuri tanda tangan anak tirinya Gunawan Darmawan papi Nicolas, kala itu ia masih sakit.
Lalu melakukan pinjaman pada Suroto, melihat tanda tangan Gunawan lelaki jahat itu akhirnya setuju, walau tanpa jaminan dan pinjaman uang akhirnya berhasil. Beberapa lama kemudian Suroto menangi semua utang piutang itu pada keluarga Nicolas yang tidak tahu menahu tentang pinjaman.
Papi Nicolas masuk penjara, Mami Nicolas masuk rumah sakit karena Syok dengan jumlah nominal utang suaminya.
Novi sampai harus rela berjauhan dengan suaminya dr. Axell agar anak mereka tidak ikut kena dampaknya.
Keluarga mereka benar-benar di dasar jurang yang paling dalam. Marisa dan Deonlah yang melakukannya tapi mereka yang menanggung penderitaan.
Ines dan Heru ingin melunasi utang pinjaman sang suami. Ternyata setelah diselidiki. Rupanya bukan hanya uang yang diinginkan Suroto lelaki tamak itu justru ingin memiliki perusahaan, rumah, jet pribadi milik Ines bahkan ingin memiliki rumah sakit yang baru dibangun Ines dan Nicolas.
Tidak ingin kalah dalam permainan licik Suroto . Nicolas dan Ines akhirnya menyusun rencana. Tetapi Nicolas tidak pernah menduga kalau istrinya akan ikut terseret dalam bahaya. Ia di bawa kabur dengan lelaki asing yang mengaku bernama Hendra. Nicolas sangat prestasi. Suroto sudah ditetapkan tersangka tetapi pikiran Nicolas tidak bahagia. Ia hanya ingin istri dan anaknya selamat.
**
Kali ini Roda kehidupan itu berputar kembali
Hidup Suroto sudah jatuh tertimpa tangga pula, dia masuk penjara Putrinya masuk Ruma sakit Jiwa.
Ia harus mengahadapi banyak tuntutan atas kasus yang menjeratnya, dia bukan orang yang gampang kalah, tubuhnya di penjara tapi otaknya dan anak buahnya tetap berkeliaran.
Heru tidak akan membiarkan hal itu terjadi . Heru akan membereskan para penghianat yang ada di rumah mereka juga.
Malamnya itu, Bu Narti dan Heru memanggil semua anak buahnya dan anggota keluarga yang lain untuk makan malam bersama mengadakan makan malam besar bersama semua anak-anak panti dan pengurus panti.
Makan malam kali ini berbeda di kediaman Ines, menu makanan berseragam layaknya acara syukuran atau seperti perayaan,
__ADS_1
“Apa ini sebuah perayaan atas tertangkapnya Suroto?” tanya Marta akhirnya wanita cantik itu berani muncul setelah Suroto tertangkap.
“Ya nikmati saja,” sahut Heru.
Dartosepertinya tidak pernah salah memilih orang, sebelum ia meninggal dulu. Kakek Ines menyerahkan semuanya pada Heru, pemuda tangguh berbadan tegap itu menepati janjinya, ia memimpin semuanya bersama Bu Narti.
“Om, kita merayakan apa? Apa daddyku dan Mommyku mau datang?” tanya Keanu.
“Nanti ya sayang ... Mommy sama Daddy pasti datang, habis makan, kalian semua masuk kamar ya,” ujar Heru.
Kedua anak lucu itu mengangguk patuh.
Nicolas yang berdiri di sana ingin memeluk putranya, tetapi ia tidak melakukan itu ia menahan diri karena ia menyamar jadi orang asing.
“Untuk apa ini Bu?” bisik Nicolas.
“Heru yang meminta, Bibi juga tidak tau,” jawab Bu Narti berbisik.
Setelah kedua itu masuk kamar masing-masing
*
Kali ini Ibu ingin memperkenalkan pengawal baru untuknya untuk kalian , Nikolas berdiri dengan wajah yang berbeda memakai topeng kulit. Produk asal Jepang itu yang di sebut Real-F mampu membuatnya tidak di kenal karena terlihat wajah orang lain tanpa operasi.
“ Halo perkenalkan nama saya Bimo,” memperkenalkan dirinya dengan suara yang berlogat jawa, Ia belum paham kenapa orang Heru itu menyuruhnya melakukan itu juga, padahal musuh besarnya sudah masuk penjara, tapi Nikolas tetap menuruti.
Pada waktu yang bersamaan Dimas datang dengan anggotanya.
Nikolas panik, ia tidak tau apa yang terjadi, dan apa rencana Heru
Tidak lama kemudian salah polisi maju .
Satu borgol keluar dari saku salah satu anggota polisi dan memakainya pada Rio. Tidak ada kepanikan di wajah Heru, justru Nicolas Lah yang panik karna Rio orang yang dipercayai.
__ADS_1
"Kenapa harus ditangkap?"
Ines pernah bilang kalau Rio sudah seperti adek sendiri baginya, dan Bu Narti begitu menyayangi lelaki berbadan tegap itu, dan memberinya pendidikan .
“Kenapa Kamu melakukan itu?” tanya Bu Narti dengan suara lirih
Ia sudah menganggap laki laki itu sebagai putranya, bagaimana ia menjaga Ines sejak kecil begitu juga Rio di besarkan Narti dan Darto kakeknya, tapi kali ini dia ditangkap.
“Apa yang terjadi?” tanya Nicolas
Dimas sahabatnya hanya menyengitkan dahi melihat ke arah Nicolas.
“Apa mereka membuat rencana tidak melibatkanku?” Nicolas menghela napas.
Haru berperan dalam sutradara dan Dimas sepertinya sebagai aktor utamanya, dirinya hanya pemeran pendukung sepertinya dari skenario yang dibentuk Oleh Heru.
Kacang lupa akan kulitnya itulah lebih tepat menggambarkan Rio saat ini atau pagar makan tanaman. Bagaimana tidak ?
Orang yang dijaga sebagai anak sendiri memberinya kehidupan dan menyekolahkannya, malah membelotnya dari belakang Bu Narti sangat kecewa. Ternyata selama ini orang yang memberikan informasi keberadaan mereka adalah Rio ia juga yang membocorkan di mana tempat tinggal Ines.
Tidak bisa dibayangkan perasaan Bu Narti, orang yang dibesarkan penuh kasih dan melebihi anak sendiri mengkhianatinya,
Dengan tangan diborgol Rio menatap Bu Narti dengan seribu perasaan bersalah.
Heru melihatnya dengan tatapan datar Heru menarik nafas panjang dengan raut wajah kecewa, tangannya menepuk pundak Rio dan berpaling meninggalkan.
Rasa kecewa terpancar di wajah tanak -anak panti, setela melihat tangan saudara mereka diborgol, Rio yang mereka kenal baik dan mereka hidup sebagai kelurga besar, tetapi lelaki itu tega mengkhianati kelurganya
Heru merasa gagal mendidik anak- anak panti setelah kakek Darto meninggal, rasa kecewa pada Rio membuatnya begitu bersedih
“Kenapa dia melakukan itu?” tanya Nicolas.
“Mungkin iri sama Heru,” jawab Marta.
__ADS_1
Bersambung