
Saat Marta memeluk Amber, Axell mematung, ia menatap wanita tanpa berkedip, ia akhirnya menyadari gadis yang membuatnya terpesona ternyata putri Marta.
“Sayang, apa kalian berdua baik-baik saja.” Marta memeluk kedua anaknya bergantian.
“Mami … ini kakek, ini nenek. Maminya Papi,” ucap Amber lagi.
Anak perempuan cantik itu menarik tangan Marta agar lebih dekat, ia memperkenalkan semua anggota keluarga Hendra dengan jelas.
“Halo Bu.” Marta menyodorkan tangannya menyalami Linda dan semua keluarga, saat menyalam Axell ada keinginan tidak ingin melakukannya.
‘Marta … tunjukkan pada semua orang kalau kamu bukan wanita yang lemah’ Marta membatin.
Wajahnya sangat tenang, Awalnya ia kaget saat Hendra memberi tahu kalau putri cantiknya bertemu Axell , dalam mobil ia sudah marah besar pada Hendra, tetapi setelah turun wajah Marta langsung berubah, ia tidak menunjukkan kalau dia sedang marah.
“Mami, ini Om Julio, Ini Om ganteng,” ujar Amber menunjuk Axell.
Saat sedang memperkenalkan Axell Marta pura-pura menelepon dan ia menjauh dari mereka. Saat sedang berdiri di sana asisten rumah tangga Novi mengendong kucing, seketika Axell bersin, ia alergi sama kucing tidak lama kemudian Amber melakukan hal yang sama.
“Bi, kucingnya tolong dijauhkan,” pinta Axell
“Dedek Amber juga tidak suka kucing, suka bersin,” ucap Keanu menarik tisu mengusap wajah Amber.
“Ko Hendra menikah dengan Marta teman Ines?” tanya Novi kaget.
“Apa dia teman Ines?” tanya Linda melotot, ia melirik Nicolas. Sementara Axell dan Nicolas sama-sama mematung, otak keduanya dipenuhi banyak pertanyaan.
Tidak lama kemudian sebuah mobil putih berhenti di depan rumah, Heru keluar dari mobil untuk menjemput mereka.
“Om!” kedua anak itu berlari menghampiri Heru, mantan asisten Darto itu memeluk keduanya.
“Apa kalian kangen Om?” tanya Heru mendaratkan bibirnya di pipi keduanya bergantian.
“Kangen, Om lama tidak datang lagi ke rumah kami,” ucap Amber.
“Kami pamit dulu Bu, mobil jemputannya sudah datang,” ucap Marta.
“Ki-kita masuk dululah, kita minum teh dulu,” ucap Linda dengan suara terbata-bata.
Setelah tahu kalau Maminya Amber adalah Marta teman Ines, Linda ingin mengajaknya masuk, tapi Marta menolak dengan alasan sudah ditunggu.
“Papi cepat!” teriak Amber mengajak Hendra pulang.
“Sini pamit dulu sama Nenek ,” panggil Hendra.
Marta terlihat jelas tidak nyaman selama berada di sana, ia pura-pura sibuk menerima telepon dan menjauh agar tidak bertatap muka dengan keluarga Nicolas terlebih Axell, Hendra mengeluarkan koper dari rumah.
__ADS_1
“Mami! Boneka Adik hilang di pesawat!” teriak Keanu.
Axell dan Nicolas sama-sama menoleh saat Keanu juga panggil Mami pada Marta.
“Jadi mereka berdua anak Marta,” bisik Novi.
Setelah barang-barang mereka dimasukkan ke dalam mobil, Marta masih sibuk menelepon di samping badan mobil ia terlihat sangat serius.
Amber pamit sama Axell, tetapi saat itu juga ia yakin kalau Amber anaknya, ia ingin memeluk anak berwajah cantik itu dengan erat. Tetapi tubuhnya hanya bisa diam.
“Om , Amber pulang dulu ya,” ucap Amber, wajah cantiknya begitu merekah, dia sangat cantik bagai sekuntum bunga yang baru mekar di pagi hari.
‘Apa dia benar putriku, Ko? Tolong katakan sesuatu’ ucap Axell dalam hati, ia menatap Hendra.
“Ko, anak- anak lagi serapan tadi belum habis. Tunggulah sebentar lagi,” bujuk Nicolas.
“Apa kalian sudah menikah?” tanya Axell sebelum menjawab Marta datang.
“Pi, kita harua pulang mereka sudah menunggu kita,” ucap Marta, mengandeng tangan Hendra.
“Baiklah.” Hendra pamit dan menggandeng kedua anak itu ke dalam mobil.
Keluarga Nicolas masih diam menatap ke arah mobil berwarna putih itu, kepala mereka semua dipenuhi berbagai macam pertanyaan, terlihat dari eskpresi mereka semua.
Saat mobil itu pergi, Nicolas juga berlari ke dalam mobilnya dan dikuti Axell. Mereka berdua diam memikirkan kedua anak yang dibawa Nicolas.
“Apa Amber anakmu?” Nicolas balik bertanya.
“Mungkin.”
“Kok mungkin? Kamu tidur tidak dengan Marta?”
“Ya.” jawab Axell.
“Kalau begitu Aku bisa pastikan itu anakmu,” jawab Nicolas.
“Apa Keanu juga anak mereka?”
Mereka berdua saling menatap, sepertinya pikiran mereka sama Nicolas mengikuti mobil yang dinaiki Hendra. Sementara Heru tahu kalau Nicolas mengikuti mobilnya, ia mengebut saat di jalan Tol meninggalkan mobil Nicolas, hingga akhirnya mobil mereka menjauh, Axell dan Nicolas kehilangan jejak. Heru mengarahkan mobil ke rumah yang dulunya ditempati Nicolas dan keluarganya. Rumah itu sudah diambil alih Bu Narti. Heru akan membawa mereka terbang dari sana ke kampung karena Bu Narti sakit, itulah sebabnya Marta dan kedua anak ikut pulang.
Sepenjang perjalanan Marta hanya diam, ia tidak ingin bertengkar dengan Hendra di depan anak-anak.
Tiba di rumah, Marta mengajak Hendra bicara, ia menyeret tangan lelaki itu ke taman.
“Apa sayang?”
__ADS_1
“Katakan apa maksud semua ini?”
“Aku sudah bilang tadi kan tidak ada maksud apa-apa.”
“Apa memang sengaja menunjukkan Amber padanya?”
“Sayang … Aku hanya meminta bantuan mereka.”
“Membantu Apa!?” Marta menatap tajam pada Hendra.
“Aku ingin menemui Doktor seniorku, aku butuh orang menjaga mereka, itu karena kamu ketinggalan pesawat jadi terpisah dari anak-anak,” ucap Hendra.
“Jangan pertemukan Axell dengan Amber, kenapa harus dia yang diminta tolong,” bentak Marta marah.
“Sayang, kamu tidak bisa pungkiri, kalau Axell ayah biologisnya Amber.”
“Kenapa? Mau memberikan putrimu padanya,” ucap Marta dengan mata melotot.
“Tidak, dia putriku tidak ada satupun yang mengambil dia dariku,” ucap Hendra.
“Lalu, kenapa kamu menunjukkan dia padanya,” teriak Marta dengan tangisan.
Hendra memeluknya dengan erat, “ Maaf … tidak ada niat membuatmu sedih, sebenarnya niatku kemarin bukan seperti itu, awalnya aku menelepon Nicolas untuk menjemput ku di bandara. Namun, Nicolas tidak mengangkat telepon, jadi Aku telepon Axell dia pintar jaga anak. Aku butuh bantuan mereka berdua untuk menjaga Amber dan Keanu, kalau orang lain pasti nangis.”
“Jangan lakukan itu … Amber putrimu. Kamu yang memilih dia jadi putrimu bukan Aku, kamu yang bilang dia tidak boleh lahir tanpa Bapak. Kamu Bapaknya, tidak ada yang boleh mengubah itu,” ucap Marta.
“Aku tahu sayang, Aku tidak tahu kalau itu menyakiti perasaanmu,” ucap Hendra memeluk Marta membawanya ke dalam dadanya.
“Pi, dia masa laluku, Kamu dan Amber masa depanku,” ucap Marta, ia menangis sesenggukan saat Hendra tanpa sengaja mempertemukan Axell dengan Amber.
“Mami kenapa menangis?” tanya Amber, ia berdiri di dekat mereka berdua.
“Oh, Mami tidak menangis, Mami bahagia karena bisa pulang ke kampung membawa kamu dan Abang untuk bertemu Nenek,” ucap Hendra, ia mengendong putri cantik mereka , Keanu juga datang lalu Marta memeluk lelaki tampan itu juga.
“Mami Aku lapar,” ucap Keanu, ia mengusap sisa air di pipi Marta. “Apa Mami menangis?” tanya Keanu dengan wajah sedih.
“Mami menangis karena bahagia, Bang,” sahut Amber
“Bahagia kenapa menangis?” tanya Keanu.
“Karena kita bisa pulang, benar kan Pi?” Amber memeluk leher Hendra dan mendaratkan bibirnya di wajah papinya.
Jadi, saat Marta hamil, Hendra meminta menikah agar anak dalam kandungan Marta memiliki ayah , Marta tadinya menolak, ia tidak ingin dikasihani lagi seperti yang dilakukan Axell. Tetapi Hendra merawat dan menjaganya dari mulai Hamil, akhirnya Marta luluh. Karena Hendra juga yatim piatu sama seperti dirinya. Dari sejak dalam kandungan hubungan Amber dan Hendra sudah terjalin baik karena Hendra yang menjadi dokternya saat ia hamil. Jadi Hendra suami Marta dan Amber putri mereka.
Bersambung
__ADS_1
Bantu vote like komen ya kakak terimakasih