Buka Hatimu Kembali Untukku

Buka Hatimu Kembali Untukku
Dimanfaatkan


__ADS_3

Suroto masih bicara berdua dengan Nicolas, lelaki gemuk itu sebenarnya tidak suka Sonia menikah dengan Nicolas karena ia tahu pria itu tidak mencintai putrinya. Lelaki itu hanya ingin harta keluarga Nicolas.


“Saya bertanya sekali lagi padamu. Kenapa?” tanya Suroto.


“Aku bertanggung jawab atas apa yang dulu aku janjikan dan aku iyakan hanya itu tujuanku,” jawab Nikolas dengan hati- hati.


“Baiklah kamu jangan macam- macam iya,  jika kamu ingin menyakiti Sonia maka bersiaplah akan saya musnahkan hidupmu,” pungkas Suroto memperingatkan Nikolas.Tapi tidak ada sedikitpun raut takut atau niat mundur dari sorot matanya.


“Iya, laki- laki harus menepati janji.  Bapak juga akan menepati janji tentunya, sesuai kesepakatan yang kita bicarakan dulu, bukan?” tanya Nicolas.


“Kesepakatan mana?” tanya Suroto mendadak pikun


“Apa aku harus membacakan semua yang bapak janjikan dulu pada saya? Termasuk mengembalikan semua hak kelurga saya.”


“Apa hanya itu yang kau inginkan?” Lelaki itu tertawa menyeringai.


“Saya tidak mau muluk -muluk saat ini, melihat mami sakit kesakitan seperti itu,  saya tidak bisa berpikir untuk yang lain lain,” tutur Nicolas.


“Baiklah bisa diatur,” ujar pria gemuk itu  dengan  santai, tetapi dari sorot matanya terlihat sangat licik.


“Baik, kita sepakat. Lelaki sejati harus menepati janji,” ujar Nicolas dengan suara tegas.


“Jika kamu sudah menikah dengan Sonia maka datanglah, baru kita akan membicarakannya,” ujar Suroto.


Nicolas tersenyum kecil, pria berwajah tampan itu akan menggunakan  kartu AS-nya. Ia merogoh kantong jaketnya dan memberikan kertas perjanjian itu pada Suroto yang siap di tanda tanganin.


“Apa ini?” Pria gemuk terlihat bagong.


“Tunggu sebentar.” Nicolas membawa Sonia bersama mereka.


“Sayang … Ayahmu baik bangat,” ujar Nikolas memanfaatkan keadaan.


‘Terkadang untuk menghadapi orang yang licik kita juga akan mengalahkan dengan cara yang licik, itulah nasihat Ines pada Nicolas.


“Memangnya apa?” tanya Sonia penasaran, ia menoleh kertas yang dipegang Suroto. Saat Nicolas memanggilnya dengan panggilan 'sayang' tatapan matanya di penuhi tanda love-love dan tangannya bergelayut manja di lengan Nikolas.


“Ayahmu bilang kalau kita sudah menikah kita akan berlibur ke mana saja.”


“Benarkah?” Rona wajah wanita itu berseri,   “Ayahku,  memang ayah paling baik sedunia,” kata Sonia memuji,  Lelaki itu hanya diam belum menyadari situasinya.

__ADS_1


“Makanya sebelum kita bulan madu, aku tidak ingin ada pikiran yang menganggu liburan kita, maka itu Aku meminta  Ayah menandatangani berkas itu agar kita bebas,” ujar Nicolas, ia  memainkan perannya.


Mata Suroto melotot tajam memandang Nikolas,  ia baru menyadari kalau Nikolas sudah menikamnya pas di Jantung di hadapan Putrinya, jika dia menolaknya dia akan menyakiti hati Putrinya, jika ia menandatangani nya maka dia masuk dalam jebakan Nicolas.


“Wah apa apa ini? Tawa yang di paksakan. “Saya bilang kan ‘KALAU” sudah menikah,” sengaja menegaskan kata kalau tapi pandangan matanya tidak lepas dari Nikolas.


“Maaf Ayah. Kami sudah menikah,” ujar Sonia pelan, dengan sikap manja, lalu memeluk lengan ayahnya.


“APA …?”  Suroto terkejut setengah mati saat  mendengar pengakuan Sonia.


"Menikah ...??"


“Ya.” Sonia menatap sang ayah.


“Apa maksudnya?” tanya pria itu, ia masih belum percaya.


Sonia menghilang sudah puluhan tahun dan ia kembali karena itulah Suroto sangat bahagia karena putrinya kembali dengan selamat, karena rasa sayang padanya, matanya jadi buta untuk melihat kebenaran kalau wanita itu palsu.


“Maaf Ayah” ucap Sonia takut- takut dan mata memandang Nikolas meminta bantuan, tapi sepertinya Nikolas membiarkan anak dan Ayah yang bicara jadi dia hanya diam, “Kami sudah menikah seminggu yang lalu, Yah ”


“APA? kamu menikah diam- diam dan tidak memberitahukan ayah dan Ibu ?”


“IYa aku ingin memberikan kejutan pada Ibu dan Ayah,” ucap Sonia masih dengan sikap manja.


“Ayah…!?” Sonia terkejut melihat ayahnya marah, untuk pertama kalinya wanita itu menerima kemarahan dari Suroto.


“Kamu menikah diam diam tanpa memberitahuku..?” bentak Suroto lagi, dengan nada yang lebih tinggi dan mondar -mandir kesana kemari bagai setrikaan panas.


Membuat wanita manja itu menangis, melihat kemarahan Ayahnya


“Kenapa Ayah marah, harusnya Ayah Senang karna aku akhirnya menikah”, ucap Sonia terisak mendengar kemarahan ayahnya.


“Nia, dengar sayang, Ayah tidak marah padamu, ayah hanya saja kaget karna kamu  mengambil keputusan seperti itu tanpa izin Ayah dulu.”


Suroto akhirnya lemah melihat tangisan Putrinya, Tapi dia menatap tajam pada Nikolas. Tetapi Nicolas hanya diam ia sebagai penonton. Suroto sadar,  kalau lelaki itu hanya ingin  memanfaatkan kelemahannya, dia tau, sekuat apapun dia berkuasa tapi kalau sudah berhubungan dengan Putrinya dia akan berubah menjadi Ayam sayur.


Tapi ini tidak boleh terjadi' ucap Lelaki kejam itu dengan marah.


'

__ADS_1


“Tapi aku kan sudah dewasa, jangan mempermalukan aku di depan suamiku,” rengek Sonia.


Dengan tangan dikepal kuat menahan amarah, Suroto mengangguk setuju untuk permintaan putri semata wayangnya, walau batinnya menolak keras, karna dia tau Nikolas sepertinya memiliki rencana yang buruk untuk putrinya,


“Baiklah” Kata Suroto


“Makasih Ayah.” Wanita itu memeluk ayahnya dengan sangat senang.


Nikolas tidak mau terlarut, dia mengeluarkan kertas dan memberikan Pulpen pada Suroto.


“Baiklah,  kita tidak ingin berlama lama, jarang Ayah ada di rumah, makanya kita tidak ingin menunda saat ini,” ucap Nicolas, ia tertawa licik dalam hati.  Nikolas memberi penjelasan singkat atas sikap yang sedikit memaksa.


“Hmmm.” Sonia ikut mengangguk membantu Nikolas meyakinkan Ayahnya,


Kalau sudah seperti ini tidak ada alasan lagi untuk menolak permintaan anaknya, Ia menarik nafas panjang dan berpikir alasan untuk memberinya sedikit waktu.


Melihat itu Nikolas harus memutar otaknya kembali, dia tau lelaki itu punya jurus seribu alasan dan dia tidak ingin melepaskan buruannya hari itu.


“Baiklah kalau ayah tidak ingin menandatanganinya, kami juga harus menunda bulan madu kami sampai Ayah siap.” Nikolas menekan.


“Ayah …,” rengek Sonia.


“Tidak, tidak sayang.”  Ayah Akan menandatanganinya sekarang.


“Yakin?” tapi sepertinya Ayah Keberatan, Kalau tidak aku Akan membatalkan tiketnya, dia mengeluarkan ponselnya dari balik saku celana.


“Jangan’ jangan!” berikan kertasnya padaku.


Wanita itu punya kendali pada ayahnya, Suroto bahkan tidak bisa berkutik di buatnya bahkan dia ingin membaca kertas yang Akan di tandatangani pun tidak bisa.


Nikolas senyum melihat tingkah Sonia yang bisa memaksa dan mengendalikan Ayahnya.


“Ayah Tidak usah membacanya, tidak ada waktu.”


“Tapi ini tidak benar sayang” bujuk Suroto pada anaknya biarkan aku memeriksanya, Ayah tidak pernah menandatangani berkas putih yang belum di periksa, dan ini pertama kalinya, dan mungkin akan masalah besar untukku nanti atau untukmu Ia mencoba menjelaskan pada putrinya.


Tapi rasa cinta yang berlebihan pada Nikolas membuat wanita itu, menutup mata dan telinganya dan tidak menerima nasihat orang tuanya.


Pernikahannya dengan Nikolas membuatnya percaya sepenuhnya pada Niko, apapun yang di katakana lelaki itu maka itulah yang dia dengarkan.

__ADS_1


Keyakinannya pada Nikolas semakin kua karena ia membantunya mengalahkan Lavea dan mendapatkan mobil.


Bersambung


__ADS_2