Buka Hatimu Kembali Untukku

Buka Hatimu Kembali Untukku
Kehidupan yang Baru


__ADS_3

Beberapa Tahun kemudian


Hendra pulang ke Jakarta bersama seorang anak laki-laki dan perempuan berusia lima tahun, kedatangannya kali ini mengejutkan  Nicolas, karena Hendra tiba-tiba  meminta laki-laki itu untuk  menjemput di bandara, padahal selama ini ia menghilang tanpa kabar, terakhir Nicolas mendapat kabar dari sepupunya Hendra melakukan tour keliling dunia. Lelaki itu dari sejak muda senang traveling, ia juga sering mengajak Nicolas ikut traveling. Hubungan Nicolas dan Hendra cukup dekat, setelah papa Hendra meninggal, Gunawan dan Linda yang menggantikan sosok orang tua untuknya.


"Halo."


"Ini Aku, besok jemput di bandara ya," ucap Hendra saat menelpon Nicolas.


"Ko Hen? Ini beneran kamu Ko? dari mana saja Ko selama hampir enam tahun?"


"Nanti saja kita bicarakan, besok jemput di bandara ya. Oh semua baik-baik saja?"


"Ya, tapi Papi di kursi roda sekarang,"ucap Nicolas.


Nicolas masih diam ia masih tidak percaya kalau saudara sepupunya menelepon, terakhir mereka berkomunikasi kira-kira Lima tahun lalu, Hendra membeli rumah untuk keluarganya tinggali dan Hendra juga membiayai rumah sakit Gunawan, lalu Hendra menghilang tidak ada kabar lagi sekarang ia akan pulang.


*


Besok paginya.


“Ko Hen dimana? kami sudah  menunggu di pintu keluar,” ucap Nicolas.


“Aku sudah mau keluar tunggulah sebentar lagi.”


Tidak lama kemudian Pak Dokter itu keluar menenteng  tangan dua orang anak.


“Siapa mereka, apa mereka anaknya?” tanya Axell karena hari itu  dia juga ikut diminta menjemput.


“Mungkin,” jawab Nicolas matanya menatapnya anak perempuan berwajah cantik.


“Beri salam untuk kedua lelaki tampan ini  anak-anak,” pinta Hendra.


“Apa dia anakmu  Dok?” tanya Axell melirik  gadis cantik yang bersembunyi dibalik kaki Hendra.


“Eh … kamu cantik sekali, siapa namanya?” tanya Axell menyodorkan tangannya pada gadis cantik berwajah bak boneka itu. Ia menggeleng tidak mau membalas uluran tangan Axell.


“Tidak apa-apa sayang, mereka adik -adik Papi,” ucap Hendra, barulah ia menyodorkan tangan mungilnya.


“Amber Eleanor,” ujarnya pelan.


“Ini yang ganteng siapa namanya?” tanya Axell.


Bocah lelaki itu  lebih berani dari  bocah perempuan disampingnya.


“Keanu,” jawabnya dengan berani.


“Jangan bengong saja, bantuin Aku angkat barang mereka,” pinta Hendra menyenggol tangan Nicolas yang masih diam, ia menatap anak perempuan berwajah cantik tersebut.


“Papi Aku mau Pipis,” rengek Amber menarik tangan Hendra.


“Oh, abang tunggu disini, Papi ajak adik ke kamar mandi dulu,” ujar Hendra, lelaki itu kerepotan mengurus dua anak yang dibawa.

__ADS_1


Bocah laki-laki yang bernama Keanu itu mengangguk.


"Tolong pegang bentar  tangannya jangan biarkan dia pergi kemana-mana,” ucap Hendra menyerahkan tangan Keanu pada Nicolas.


“Baiklah Aku akan menjaga.” Nikolas memegang tangan Keanu.


“Hai Keanu, mami kamu tidak ikut?” tanya Axell mendudukkan tubuhnya agar sejajar dengan tubuh Keanu..


“Mami di rumah,” jawab Keanu,  menatap sekeliling wajahnya  yang putih seketika memerah dan berkeringat, biasa hidup di udara yang sejuk tiba di tanah air langsung  kegerahan.


“Ko Hendra  menghilang hampir Lima tahun pulang-pulang bawa anak sekali dua,” ujar Axell.


“Aku iri,” ujar Axell.


“Aku pikir dia tidak akan menikah, karena dia bilang dia benci pernikahan, ternyata dia menikah juga,” ucap Nikolas, tangannya masih  memegang tangan Keanu.


Dikamar mandi Amber  menangis karena ketinggalan boneka kesayangannya di pesawat. Dengan sabar ia membujuk  anak perempuan cantik, Hendra mengendong dan menelepon  mami Amber untuk membawa boneka  yang lain kalau datang besok.


“Oh Papi beli sekarang diam ya,” bujuk Hendra menggendongnya keluar.


Membawa kembali bertemu Nicolas dan  Axell.


“Kenapa?” tanya Axell melihat Amber menangis dipundak Hendra.


“Bonekanya ketinggalan di pesawat, kita mampir bentar ke toko boneka,” ucapnya lagi.


“Papi Aku lapar,” ucap Keanu.


“Ok begini saja. Papi akan beli boneka kamu sama Om dulu ya.”Tidak diduga Amber mau , Axell menjaga Amber sementara Nicolas yang menjaga Keanu.


“Aku juga ada rapat Ko.” ucap Nicolas


“Kalian berdua batalkan saja semua kegiatan kalian,  bantu Aku menjaga mereka, Aku sedang kerepotan, kalau tidak ada boneka tuan putri itu  tidak akan bisa tidur,” ucap dr. Hendra .


“Lalu kami harus bagaimana?”


“Bawa makan, kamu tidak dengar dia bilang tadi lapar,” ujar Hendra menatap Nicolas.


“Tapi kami tidak bisa mendiamkan mereka nanti kalau mereka menangis, kamu pasti bisa melakukannya, aku hanya sebentar saja.”Hendra meninggalkan mereka berempat.


“Kenapa jadi kita yang repot momong anak dia,” gumam Axell lalu menatap Amber dengan senyuman.


“Apa kalian mau eskrim?”  Axell bersikap baik dan mencoba membelai-belai kepala anak perempuan itu.


“Ya, mau.” jawabnya pelan.


“Oh, gitu dong,” Axell tersenyum lalu menatap Nicolas memberi kode untuk mengajak Keanu  untuk ikut makan.


“Apa kamu juga mau eskrim ganteng seperti adikmu?” tanya Nicolas.


“Ya, Mau.”

__ADS_1


“Baiklah kita makan sekarang di sana ya.” Nicolas menunjuk restoran cepat saji di dekat bandara.


Setelah memasukkan koper  ketiganya ke dalam mobil, Nicolas dan Hendra membawa keduanya ke dalam resto, kedua anak itu sangat sopan dan disiplin sebelum duduk cuci tangan dulu dan duduk  diam sembari menunggu Axell mengantri pesanan.


Saat pesanan makanan datang Keanu duduk tenang  mereka berdua  dilatih disiplin dari kecil.


"Sebelum makan eskrim makan dulu ya," bujuk Axell.


Mereka berdua mengangguk.


“Apa kamu mau dada apa paha?” tanya Nicolas menatap Keanu.


“Aku dada saja, abang Keanu tidak suka dada Abang juga tidak suka makan nasi di suka ayamnya saja,” sahut Amber.


Mereka berdua saling melihat saat Amber mengalah sama adiknya.


"Apa mereka tidak makan nasi?" tanya Axell saat Keanu menyingkirkan nasi dari depannya.


“Oh, kamu anak yang baik, kenapa abang Keanu tidak suka nasi dan dada ayam?” tanya Axell membuka bungkusan nasi menyodorkan makanan itu di depan Amber.


“Ayamnya keras. Abang  capek katanya mengunyah dan Abang tidak pernah makan nasi katanya geli karena nasi mirip ulat kecil," sahut Amber polos.


Mereka berdua tertawa mendengar penuturan anak perempuan itu  mereka berdua makan dengan diam, sikap peduli satu sama lain terlihat sangat jelas  dari keduanya terlihat dari perhatian yang ditujukan Keanu. Amber tidak bisa meraih botol minumannya Keanu dengan sigap menarik  membuka tutup botolnya dan menyodorkan untuk Amber.


“Apa menurutmu mereka kembar?” tanya Axell.


“Tidak, wajah mereka sangat berbeda, Amber memiliki mata bulat  sedangkan Keanu sipit mirip Koko,” jawab Nicolas.


Mereka berdua menebak-nebak umur keduanya,


“Om, abang tidak bisa makan  ayamnya itu keras harus potong-potong,” ujar Amber.


Nicolas menelepon Hendra.


“Ko uda di mana?”


“Kalian jaga dulu sebentar lagi, Aku mau bertemu teman sebentar.”


“Ha! Lalu orang ini bagaimana?”


“Ya jaga dululah, Ini sangat penting Aku minta tolong jaga dulu mereka berdua,” ucap Hendra.


“Tapi Ko, apa mereka sudah bisa makan sendiri?”


“Oh, itu … suapi saja,” ucap Hendra.


“Tapi cepatlah Ko, kami mau pulang.”keluh Nicolas.


“Ya, nanti kalau setengah jam aku tidak datang tolong bawa ke rumah.


“Ta-tapi Ko Ka-”

__ADS_1


“Sudah dulu orangnya yang aku ajak bertemu sudah datang satu hari ini aku minta tolong untuk menjaga keduanya, kalian jadi pengasuh kedua anak itu dulu hari ini,"ucap Hendra menutup telepon.


Bersambung


__ADS_2