Buka Hatimu Kembali Untukku

Buka Hatimu Kembali Untukku
Kekacauan di Pagi Hari


__ADS_3

Ines tidak pernah tahu kalau Nicolas  bisa memasak, karena ia tahu Nicolas sejak lahir sudah sudah kaya dan hidup salam kemewahan, karena saat ia tinggal di rumah Nicolas  lelaki itu selalu di layani.


“Kamu  gak pernah bilang kalau pintar masak,” ucap Ines menikmati soup panas buatan Nicolas.


“Gak Ah  … nanti Mommy  suruh Aku masak di rumah,” jawab Nicolas.


“Masak bisa, beres-beres  bisa wah hebat, kalau begitu kerjakan semuanya ya, aku mau tidur lagi Aku masih mengantuk.”


“Ines sudah siang masa tidur lagi,” Nicolas protes.


“Olah raga tadi membuatku lelah ingin tidur.”


“Mau satu ronde lagi, gak?” Nicolas menggoda istrinya.


“Enak di kamu aku yang gempor. Sudah kerjakan semua dengan baik,” pinta Ines mengecup pipi Nicolas.


“Tapi sayang, idak semuanya Aku bisa kerjakan …  misalkan mencuci pakaian justru Aku tidak tahu.”


“Ah gampang kerjakan saja, tidak tahu kenapa belakangan ini Aku malas beres-beres, boleh kamu yang melakukannya?” Wajah Ines memelas.


“Baiklah karena Mommy baik kasih jatah, aku akan melakukannya.”


Nicolas memasukkan baju kotor ke dalam mesin cuci, ia tidak memisahkan dalaman dan jeans dan baju yang tidak bisa masuk ke dalam mesin cuci dan Jubah dokter Ines juga tidak luput, ikut di gabung dan di giling jadi satu,


Dan memasukkan sabun cair tidak sesuai takarannya ke dalamnya, Maka kehebohan lah yang terjadi pagi itu,


Lalu mereka lanjut duduk bersantai, perhatian Ines teralih pada mesi, karena mengeluarkan salju warna kemerah -merahan, dan sepertinya Nikolas melakukan kesalahan ia menggabungkan baju putih dan baju merah yang luntur ke dalam mesin  dengan sabun yang banyak alhasil mesin cucinya memuntahkan busa- busa yang super banyak.


“Ko, sepertinya ada yang salah. Kenapa mesin cucinya?”


Ines mendekat sontak saja kaget, karena tempat cucian itu berubah jadi lautan Busa berwarna pink.


“Kenapa memang sahut Nicolas?”


 Ines mendekat tapi lantainya licin karna di penuhi lautan busa sabu sabun.

__ADS_1


Pruaak!


Ia kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke belakang untung saja kepalanya belakangnya tidak terbentur lantai karena di tahan siku tangan kirinya, tapi tangan itu terasa sakit luar biasa, karena menopang tubuhnya yang terjatuh dan telapak kakinya mengeluarkan darah Segar karna menendang aquarium ikan di samping mesin cuci.


“Nicolas Pratama! Apa yang kamu kerjakan ini!”teriak Ines dengan suara keras.


“Ada apa?”


“Aaaaah sakit.” Ia meringis kesakitan


Nikolas berlari ke tempat cucian melihat Ines terbaring dengan kaki terluka tapi dia juga tidak luput dari kecelakaan itu, kecelakaan akibat ulahnya sendiri, ketika dia panik melihat Ines terluka, Niatnya mengangkat tubuh wanita itu tapi apalah daya dia juga ikut terjatuh dan kali ini tubuh besarnya menibani Ines, maka bisa di pastikan rasa sakit yang di rasakan tiga kali lipat.


“Aaa sakit,” ujar Ines memegang pinggulnya, tadinya mereka berdua masih sama-sama tertawa dan bermain busa belum menyadari kaki Ines yang terluka.


Saat ingin mengendong Ines lagi-lagi terjatuh pecahan kaca  mengenai  tangan Ines, Nicolas akhirnya panik saat melihat cairan merah mengalir dari tangan Ines.


“Maaf nes … ini licin.” Nicolas panik melihat ines terluka dan melihat cairan warna merah segar mengalir dari kakinya dia bahkan bingung mau berbuat apa,


“Ahhh sakit.” Ines meraung kesakitan lagi merasakan perih di kakinya dan tanga, tadinya mereka hanya bercanda sekarang menjadi kepanikan.


Di hanya meminta Nikolas membawakan kotak P3K  miliknya, dia mengobati luka itu sendiri walau begitu sakit dia rasakan di siku tangannya,


Kali ini hampir saja melakukan musibah yang lebih parah, bau gosong tercium menyengat dan menusuk hidung, Nikolas karena panik tadinya dia berlari menolong Ines yang terjatuh dan membiarkan kompornya tetap menyala, suatu kesalahan yang patal.


NIko berlari menyemprotkan gas pemadam kearah api yang sudah merambat masuk kedalam penggorengan.


Ia menyeka keringat yang membasahi wajahnya’


“Ah untung saja,” ujar Nicolas.


Dia menghampiri Ines yang meringkuk memegang sikut tangan wajah cantiknya pucat.


“Apa kamu bisa mengobatinya?”


“Tanganku sepertinya lukanya dalam butuh jahitan, Aku tidak bisa menjahitnya sepertinya bukannya hanya di tangan dan kaki di bagian belakangku juga ada.”

__ADS_1


“Astaga!” Nicolas menyadari darah yang keluar sangat banyak.


“Kita akan ke rumah sakit iya. Tolong jangan menolak ku aku tidak tau berbuat apa lagi,” Ujar Nicolas panik.


“Dengan menahan rasa sakit di tangannya, akhirnya dia hanya mengangguk


Lelaki itu mengendong tubuh Ines menyusuri koridor apartemen, ia membawanya ke dalam lift, lift pagi itu sangat ramai Nikolas tidak memperdulikan pandangan orang yang memandang iba kepada mereka,


 Ines merasa tubuhnya tidak berdaya dan lemas dan menutup mata,  saat menggendong  istrinya, Nikolas merasakan waktu seakan lambat karena Ines lemas karena kehilangan banyak darah.


Nicolas panik saat ingin turun darahnya ga berhenti mengalir bahkan menetes sepanjang  koridor untungnya ada seorang laki- laki yang menyelamatkannya.


Sepertinya ia seorang dokter muda terlihat dari jubah putih yang di pakai, menawarkan  tumpangan membawa  kerumah sakit terdekat,


Walau ia tidak sempat mengucapkan terima kasih pada pemuda itu, tapi dia bisa mengingat Nama pemuda berwajah tampan itu, Edward.


Dengan penanganan cepat yang di lakukan Dokter muda itu akhirnya Nikolas bisa bernafas lega, Ines dapat penanganan dokter dengan cepat.


“Maafkan aku Nes membuat mu jadi terluka” ucap Nikolas dengan wajah terlihat sangat cemas.


“Tidak apa-apa, itu namanya musibah,”ucap Ines.


di balik kepanikan, ada hal lucu yang membuat Ines sedikit terhibur dengan penampilan Niko, Slemek anak kucing itu masih terlihat cantik dipakai Niko, Ines tersenyum geli melihat penampilan kacau suaminya,


Dia menyadari penampilan kacau yang dia kenakan, dan sekarang dia baru menyadari tatapan aneh orang orang yang di lewati sedari tadi,


Ia tidak menyadari kalau tangannya ikut terluka juga, entah apa yang menyebabkan  terluka otaknya sepertinya tidak merasakan semua itu, tujuannya hanya satu melihat Ines  mendapat penanganan dokter.


Tiga hari sudah berlalu sejak kejadian, mesin cuci Berdarah itu, Ines beristirahat, selama berhari -hari suaminya tidak memperbolehkannya untuk bekerja, walau dia sudah bisa untuk bekerja tapi Nikolas tetap saja tidak memberinya Izin.


Lelaki itu merawat istrinya dengan baik dan penuh perhatian , dia merasa bersalah karena ulahnya menjadikan wanita itu seperti itu, Ines menjadi ratu selama berhari- hari tidak di perbolehkan melakukan  apapun.


Bersambung


Bantu like komen  ya kakak terimakasih

__ADS_1


__ADS_2