
Benar saja. Masalah akan selalu datang silih berganti selama manusia masih hidup, tinggal bagaimana kita menyikapi dan menghadapi masalah. Lari dari masalah apa menyelesaikan, Nicolas dan Ines akan menghadapi semua rintangan bersama-sama.
Setelah bertemu Riski teman Nicolas saat kuliah dulu, ia akhirnya mengetahui alamat dari Sonia.
“Bro, kalau ada masala antara kamu dan Sonia datang langsung ke rumahnya,” usul Riski.
“Kamu masih cemburu?” tanya Nicolas.
“Tidaklah.”
“Bro … dari pada wanita itu menganggu hidupku, bagaimana kalau kamu saja yang menjinakkannya,” ujar Nicolas.
“Enak saja, lu pikir macan dijinakkan,” ucap Riski tertawa.
“Ya, bagiku saat ini setiap wanita yang mendekatiku Aku bersikap waspada.”
Lama berpikir akhirnya dia memutuskan menemui keluarganya terlebih dulu baru bicara pada Sonia, ia memberanikan diri bertemu orang tua kerumahnya, niatnya ingin bicara baik-baik, Ines meminta Nicolas datang ke rumah Sonia meminta sang suami bertemu orang tuanya untuk minta maaf karena meninggalkan Sonia di masa lalu, sebenarnya bukan Nicolas yang meninggalkan wanita itu yang menghilang entah kemana.
Namun saat tiba di rumahnya ia hanya disambut asisten rumah tangga
Rumah itu sepi.
“Permisi Bu, apa benar ini rumah Sonia Gumelar?”
“Ya, Benar Masnya cari siapa?”
“Apa bapak ibunya ada?”
“Tidak ada Mas, mereka bertiga lagi keluar.”
“Bertiga?”
“Ya, Non Sonia dan Ibu bapak, katanya mau ke rumah sakit.”
“Siapa yang sakit?” tanya Nicolas bertanya ini dan itu pada asisten rumah tangga.
Nicolas bertanya seperti itu, ia ingin dapat informasi lebih banyak tentang Sonia karena ia yakin kalau wanita itu punya tujuan buruk makanya mendekatinya. Asisten rumah tangga itu menatap Nicolas dengan tatapan penyelidikan.
“Mas, ini siapa sih sebenarnya?” tanya wanita itu lagi, ia tidak mau memberikan informasi tentang keluarga majikannya karena Sonia atau Naura sudah memperingatkannya.
“Saya hanya teman lama Sonia, Bu.”
“Baiklah kalau ingin bertemu Non, telepon saja kalau Mas temannya,” ujarnya ketus.
“Baiklah Bu, saya pamit pulang.”
*
Ternyata sejak lelaki yang mengaku Hendra dan wanita yang bernama Sonia itu muncul, Linda maminya Nicolas terkena serangan jantung dan sedang di Rawat di Rumah sakit.
__ADS_1
Ia datang ke rumah sakit maminya terbaring lemah.
“Pi, ada apa dengan Mami?”
“Lelaki itu benar-benar mengacaukan keluarga kita, Ko.”
“Jangan khawatir Pi, kita akan mengetahui siapa di balik topeng itu, dia bisa menggunakan wajah Ko Hendra tapi Aku yakin sifat dan perilaku setiap manusia itu berbeda.”
Tapi Gunawan hanya menatap Putranya dengan tatapan yang tidak bisa dia artikan wajahnya datar.
“Kenapa Pi?”
“Dia juga dokter.”
“HA?” Nicolas kaget bukan kepalang mendengar kalau Hendra palsu itu juga dokter.
“Ya, dia bertugas di rumah sakit kita sekarang.”
“Ba-bagaimana bisa?” tanya Nicolas gagap.
“Itulah yang menyebabkan mamimu masuk rumah sakit, bukan hanya Mamimu yang akan kaget. Aku yakin Marta juga akan panik jika mengetahui itu.”
“Astaga siapa sebenarnya keparat ini, kalau itu Duha tidak mungkin karena dia tidak tahu tentang Medis.”
“Papi juga hampir gila memikirkannya, semua milik almarhum Hendra dia ambil semuanya. Semuanya, jabatan, harta, rumah, bahkan keluarganya,”ujar Gunawan.
“Papi pulang saja biar aku yang jaga” Nikolas menawarkan dirinya bergantian berjaga,
“Mami udah bangun?” tapi kali ini wanita itu hanya diam
“Ko, sebenarnya apa yang terjadi kenapa dia bangkit dari kuburan?”
“Mi, dia bukan Ko Hendra jangan mau ditipu.”
“Kamu tidak melihat tatapannya Ko, kamu tidak lihat bagaimana dia menyapa Mami persis seperti Hendra.”
“Astaga Mami … tolong jangan terperdaya, dia hanya berpura-pura jadi Hendra untuk menguasai harta Hendra.”
“Tapi bagaimana dia bisa jadi dokter?” tanya wanita itu menatap Nicolas
“Iya … mungkin hanya kebetulan atau barang kali dia memang aslinya dokter,” ujar Nicolas
Wanita itu menggeleng kini ia meragukan kalau itu palsu, ia berpikir kalau itu beneran Hendra.
“Tolong jangan percaya padanya. Mami itu membuat bebanku bertambah kalau percaya itu Hendra yang asli.” Nicolas memijit kepalanya yang sakit.
“Maafkan Mami Nak, Aku hanya bingung saja, wajah, sifat dan semua tentang mami dia tau, makanya mami syok, Belum lagi wanita yang bernama Sonia menemui Mami katanya dia mantan tunanganmu saat kuliah Mami jadi pusing.”
“Jadi, benar kata pembantu itu kalau mereka ke rumah sakit ternyata menemui Mami?”
__ADS_1
“Ya, datang sama keluarganya.”
“Lalu … apa kata Mami sama Papi?”
“Papimu marah besar, dia bilang kalau Sonia sengaja datang untuk merusak rumah tanggamu, dia mengusir mereka.”
“Aneh … kenapa orang tuanya menuruti kemauan tidak masuk putri mereka?” tanya Nicolas, melihat sikap Sonia mengingatkannya pada Naura yang punya sikap manja dan orang tuanya selalu menuruti semua kemauannya walaupun itu melanggar hukum.
‘Siapa sebenarnya wanita ini? Tanya Nicolas ia memegang kepalanya.
“Ko, dalam keadaan seperti ini, kamu lebih baik susul istrimu ke Jerman, Mami tidak mau hubungan kalian rusak lagi karena wanita gila ini.”
“Mami benar, tapi Aku punya pekerjaan yang harus Aku kerjakan, ini menyangkut rumah sakit kita juga Aku sama Ines sama-sama kerja keras Mi.”
Nicolas berpikir antara kedua orang itu bekerja sama untuk tujuan yang sama, tapi ia tidak punya bukti untuk membuktikan kalau mereka berdua palsu.
“Lalu bagaimana dong, Aku tidak ingin keluargamu hancur lagi hanya karena seorang wanita.”
“Itu Benar Mi, Aku akan berusaha menjaga diri supaya tidak terjebak lagi.’
“Begini saja … dari pada wanita itu melakukan hal jahat lagi, lebih baik kamu minta maaf padanya karena meninggalkannya saat kuliah dulu.”
“Faktanya bukan seperti itu Mi, dia yang menghilang waktu itu.” Nicolas membela diri.
“Nak, terkadang kita lebih baik mengalah demi hal yang berharga.”
“Baiklah Mi.”
Hari itu Nicolas yang bertugas mendampingi maminya di rumah sakit, selama menemani maminya mereka berdua mengobrol banyak, Nicolas meminta maaf karena pernah marah sama Maminnya karena memisahkannya dari Ines saat sedang mengobrol ternyata Ines Video call.
“Mi, ada Ines,” ujar Nicolas merapikan tampilannya sebelum menjawab telepon.
“Halo Mommy sayang ….” Mami Nicolas tertawa geli melihat kebucinan putranya.
“Mama sakit apa?” tanya Ines khawatir.
“Eee .. bukannya jawab sapaan suami dulu.”
“Baik Daddy sayang …,” jawab Ines manja dengan suara mendayu-dayu, Nicolas dan Maminya tertawa lepas. “Kamu kadang terlalu lebay tau gak ..,” ujar Ines. Tertawa.
“Jantung Mami sakit, Ni ngomong sendiri sama Mami.”
Hubungan Ines dan Ibu mertuanya sudah seperti anak dan Ibu, mereka berdua mengobrol banyak dan menyusun rencana bagaimana cara mengatasi wanita yang bernama Sonia tersebut.
“Tenang sayang kali ini Mama tidak akan melakukan kesalahan lagi,” ujar Linda.
“Baik Mami, aku percaya padamu.”
Sebagai dokter Ines melakukan terbaik untuk ibu mertuanya, ia bicara pada dokter yang merawat ibu mertuanya, ia mengatur semua pengotan Linda.
__ADS_1
bersambung