
Sonia dan ayahnya orang yang tidak punya perasaan, saat Nicolas menolak pulang mereka menyerang semua keluarga terdekat Nicolas. Axell hampir saja dipecat dari rumah sakit karena dituduh Sonia memberikan obat yang salah, bukan hanya dr. Axell Sonia tahu rahasia Novi karena mereka dulu berteman sama-sama seorang model.
Dulu namanya Naura, setelah operasi wajah dan mencuri kehidupan seorang wanita bernama Sonia, ia akhirnya menganti nama Naura jadi Sonia dan kehidupan yang ia jalankan saat itu semua palsu. Ia memberikan foto-foto syur Novi ke maminya dan mengancam akan menyebarnya ke media. Linda tidak tahan lagi diserang kanan-kiri ia kembali terkena serangan jantung dan dirawat di rumah sakit.
Novi menelepon Nicolas, menceritakan kalau ia tidak pulang mereka semua akan menderita karena ulah Suroto, dan kini mami mereka di rumah sakit akan segera dioperasi.
“ Apa yang harus aku lakukan?" Nicolas pusing.
Tapi lelaki itu menyimpan sendiri dalam hati, tapi bukan tanpa alasan dia memendam sendiri , tidak mungkin rasanya berbagi cerita untuk Ines .
Istrinya lagi masa masa kritis, walau sudah terlewati masa masa sulit itu tetap saja Nikolas masih sangat menjaga kesehatan Ines.
“Apa yang belakangan ini menganggu pikiran mu?" tanya Ines, ia mendudukkan tubuhnya di samping sang suami.
“Tidak ada sayang, hanya masalah pekerjaan,” lagi -lagi ia menutupi demi kesehatan Ines.
Ines sebenarnya sudah mengetahui semuanya yang terjadi, tapi dia sekarang tau betapa sulit lelaki itu, antara dia dan ibunya.
Sonia kembali ingin memisahkan mereka, Ines merasa kasian pada semua orang yang terkena imbasnya.
'Dia iblis wanita yang kuat, aku harus rela apapun keputusan Nicolas,Ines membatin.
Dalam hidup tidak ada namanya bekas Ibu tapi bekas Istri pasti banyak, tentu pilihan yang berat untuk suaminya, setidaknya dia tau kalau laki laki itu berjuang untuk mereka sampai saat ini.
*
Di sisi lain Sonia tersenyum licik setelah tahu Novi menelepon Nicolas.
“Aku tidak akan melepaskan sama wanita itu, kamu milikku,” ujar Sonia memandang foto Nicolas dalam ponselnya.
“Sayang … ada banyak laki-laki yang suka dengan kamu kenapa harus pria itu?” tanya Suroto.
“Aku tidak ingin yang lain, Aku mau dia,” ujar Sonia.
“Baiklah, baiklah sayang aku mau.” Ayahnya selalu menuruti apapun yang diinginkan Sonia dari dulu, hal itulah yang membuatnya jadi bersikap semaunya, dan ternyata Sonia yang sekarang ini jauh lebih keras kepala dari anak kandung mereka.
Karena Nicolas menolak pulang Novi akhirnya memberanikan diri bicara dengan Ines, ia takut putrinya dengan Axell di sakiti oleh Sonia.
__ADS_1
Sonia datang memberi ancaman untuknya Novi, terpaksa menghubunginya dan memohon pada Ines agar dirinya meminta Nicolas pulang untuk bertemu keluarga Suroto.
Mendengar itu Ines bagai disambar petir, ia ingin menangis tapi ia mencoba bertahan.
“Maafkan Aku Nes … maaf,” ucap Novi.
“Apa yang dia inginkan?” tanya Ines.
“Dia ingin Nicolas pulang untuk menikahinya.”
Deg ...!
Jantung wanita hamil itu bagai dipukul palu lagi.
Bagaimana rasanya kita melepas orang yang kita sayangi untuk kita berikan untuk orang lain, pada saat ini posisinya lagi membutuhkan sosok suami yang mendampinginya.
Ines tidak tega mendengar cerita Novi, ia terpaksa melakukan itu. Nicolas menolak bahkan ia sangat marah saat Ines mengatakan menikahi Sonia untuk kebaikan semua orang.
“Aku tidak perduli walau dia mati sekalipun, dia yang menjebak ku Nes, Apa kamu tahu itu!”
“Aku tahu, lakukan untuk keluargamu.”
“Dia mengancam akan membunuh Novi dan putrinya dan Axell sudah dipecat dari rumah sakit. Mama juga masuk rumah sakit.”
“Kamu harusnya mendukungku Nes, bukannya memintaku menikahi wanita gila itu!” teriak Nicolas putus asa, ia sangat marah atas permainan takdir yang mereka alami.
Karna cinta tidak akan tahan melihat orang yang di sayangi tersakiti, karna cinta yang Ines miliki cinta yang tulus yang tidak tahan melihat suaminya menderita, biar bagaimanapun ia tahu suaminya memikirkan keluarganya yang diancam Sonia, Nicolas menderita.
Bagaimana dia bertahan bila perasaan Nikolas terbagi menjadi dua antara dia dan ibunya, karna terakhir membuat Niko meneteskan air matanya ibu yang di cintai kritis di rumah sakit.
Bagaimana jika ibunya akan meninggal nanti penyesalan yang akan dia dapat seumur hidupnya dan mungkin Nikolas akan membenci dirinya , maka dia tidak ingin seperti itu maka dia memutuskan menyuruh Nikolas Pulang ke Indonesia.
Keputusannya untuk melepaskan suaminya sudah di putuskan matang -matang jauh –jauh hari, Tapi satu hal Ia menyuruhnya pergi tapi karena dia mencintai suaminya, dia tidak ingin suaminya kelak menyesali keputusannya, dia tidak Ingin anaknya di cap anak durhaka.
Tapi dia tau suaminya sangat mencintainya dan anak mereka.
“Pulanglah’,’ kata Ines pada Niko.
__ADS_1
“Kamu gila Nes, bagaimana dengan kamu?”
“Pulanglah selesaikan masalahmu, Aku tidak ingin kamu menyesal nantinya. Aku akan meminta Bibi atau Marta nanti kesini.” kata Ines mulutnya berucap tapi hatinya berteriak jangan, dia menahan setegar mungkin dia berusaha agar tidak menangis di hadapan Nicolas, ia tidak ingin membuat suaminya tambah bingung.
“Kamu gila Nes,” ucap Nikolas, dia berjongkok menatap waja Ines, Ia tidak rela dan tidak ingin meninggalkan wanita itu wajahnya di di tempelkan di gundukan perut buncit Ines dan sekali makhluk kecil di dalam perutnya bergerak halus menendang dia seperti tau beban pikiran orang tuanya karena orang hamil jika dia merasa stress maka janin dalam kandungannya ikut merasakannya juga.
Maka itu juga Niko las tidak pernah ingin membuat Istrinya ada beban pikiran.
Tapi Ines bisa melihat ada kesedihan di balik mata coklat milik suaminya, ada kebingungan dalam hati Nicolas.
“Aku memintamu pergi karena aku mencintaimu, Karna cinta tidak harus bersama, tapi saling menjaga, dan memahami.
Tapi percayalah aku akan menjaga dia dengan baik, semampuku dan sekuat tenaga ku itu janjiku,” kata Ines, walau dia sudah mencoba keras agar tidak menangis tapi kali ini bendungan itu tumpa juga membasahi pipinya.
“Aku percaya padamu sayang, aku tidak ingin kamu memikul beban itu sendiri, dan aku tidak ingin kamu jadi anak yang durhaka,” kata Ines, tangannya memegang pipi suaminya dengan lembut dengan kedua tangannya.
“Apa maksudnya Nes? aku tidak ingin meniggalkan kalian berdua pada situasi seperti ini,” ujar Nicolas dengan mata berkaca- kaca.
Walau sekuat apapun Lelaki tampan itu Ia tetaplah manusia, akhirnya dia menyeka air yang mengalir dari bendungan itu yang jatuh dari sudut matanya, tangannya memeluk dengan erat mereka berdua sama-sama menangis, ia meminta maaf karena menyakiti Ines untuk kedua kalinya.
” Aku tidak ingin meninggalkanmu, tapi aku juga kasihan pada Mami sama Papi.”
“Karna itu juga aku menyuruhmu pulang dan menyelesaikan semuanya,” ines dengan lembut agar suaminya dapat menentukan pilihannya,
“Tap sayang jika-“
“Sstt aku tau kata Ines dan satu jarinya menempel di bibir suaminya menandakan agar menyuruhnya berhenti bicara.
“Aku tau itu, aku percaya padamu.”
“Kalau aku sudah masuk akan sulit untuk sulit Nes.”
“Aku sudah mengerti, hanya itu cara kita agar mami dan papi selamat jadi lakukanlah, aku berjanji aku akan selalu bersama mu walau di balik bayanganmu. Aku sudah mencari tahu tentang Suroto, dia rentenir yang sangat jahat, aku tidak ingin dia menyakiti Papa sama Mama.”
“Tapi satu hal yang aku minta, jagan pernah melepaskan tanganmu dari kami, walau aku akan hanya berdiri di balik bayanganmu tapi jangan pernah lepaskan pengikat itu,” ujar Nikolas berjanjilah pada ku kata Ines dan memberikan satu gelang untuk Ines.
Istri mana yang rela suaminya akan pergi pada wanita lain, apa lagi wanita itu mendapatkan suaminya dengan cara yang licik, entah bagaimana dulu Papinya bisa menandatangi pinjaman sebanyak itu di jual rumah mereka saja masih kurang untuk melunasi hutang pinjaman papinya.
__ADS_1
Bersambung...