Buka Hatimu Kembali Untukku

Buka Hatimu Kembali Untukku
Dipaksa Menikah


__ADS_3

Kepergian Novi ke London  secara mendadak, sempat membuat Nicolas  curiga, ia bertanya sama Maminya, wanita itu menjawab ada job di luar negeri. Tetapi saat Nicolas menghubungi nomornya tidak  aktif, padahal  adik perempuannya  selalu melaporkan padanya kemanapun ia pergi.


“Kenapa  nomor Ovi tidak aktif, Mi?” tanya Nicolas , setelah menantu dan mertua itu masuk kembali ke dalam rumah, mereka berdua punya rahasia yang harus di jaga dan ada masalah yang akan diselesaikan .


“Mungkin dia lagi di lokasi pemotretan,” jawab Ines.


“Ya mungkin,” sambung Maminya lagi.


Melihat kekompakan mereka berdua membela Novi, bapak satu anak itu itu menyipitkan kedua matanya ia mencoba membaca situasi.


“Jangan khawatir Ko, adikmu baik-baik saja,” ujar Mami, ia  kembali ke dapur meminta asisten rumah tangga mempersiapkan  makan siang untuk mereka.


“Baiklah, Aku berharap seperti itu … beberapa hari lalu AKu bermimpi dalam mimpiku dia menangis sendirian,” ujar Nicolas.


Seketika wajah kedua orang tuanya langsung berubah sedih, ia semakin curiga kalau terlah terjadi sesuatu .


“Katakan saja Mi ada apa sebenarnya, kita bisa cari solusi  bersama,” bujuk Nicolas.


“Mami merasa gagal jadi seorang Ibu karena tidak bisa menjaga anak perempuanku,” ujar menangis.


Padahal tadi niatnya tidak ingin menceritakan  yang terjadi pada putranya karena Novi yang  melarang, sang adik malu sama kokony dan malu sama semua oran maka itu ia memilih pergi.


“Gagal karena apa?”


“Adikmu hamil.” Mami Nicolas akhirnya tidak tahan setelah terus didesak sama Nicolas.


Untuk beberapa menit Nicolas diam, “ sama siapa?”


“Kamu jangan marah dulu ya,” ujar Ines ia duduk di samping sang suami.


“Ya siapa?”


“Axell.”


“Ha?”


“Ko, ini bukan salah Axell, Novi bilang  mereka berdua sama-sama mabuk, bahkan Axell tidak tahu kalau dia meniduri adikmu.”


‘Dia pasti tahu, karena itulah dia selalu menghindar dan tidak berani menatapku’


“Dia pasti tahu Mi, Aku baru ingat dia pernah minta maaf padaku, tapi Aku tidak tahu apa kesalahannya, sekarang Aku paham.”

__ADS_1


“Lalu kenapa Novi tidak mau memberitahu Axell?”


“Mami Aku pergi dulu,” ucap Nicolas berdiri.


“Mau kemana? Aku ikut,” ujar Ines.


Keanu dan Amber untungnya mau tinggal di rumah orang tua Nicolas.


“Kita mau kemana?” tanya Ines hati-hati dengan  saat mereka dalam mobil,  melihat raut wajah Nicolas Ines juga merasa takut.


“Ingin menemui Axell.”


“Apa yang ingin kamu lakukan?”


“Menghajarnya sampai babak belur.”


“Ko … dia mungkin tidak tahu kalau Novi hamil, Mama bilang Novi yang merayunya duluan, kalau dia tahu  mungkin dia akan bertanggung jawab.”


“Terus apa aku harus diam melihat adikku dihamili sahabatku sendiri?’


“Bicaralah baik-baik dengannya, kalau tidak biarkan Aku yang bicara.”


Kemarahan Nicolas sedikit berkurang.


“Aku akan bilang kalau Novi hamil anaknya dan memintanya menikahi Novi.”


Mobil akhirnya berhenti di depan rumah  sakit milik mereka, lalu Nicolas menelepon Axell  pak dokter itu  bertugas di rumah sakit itu juga bersama Marta dan Ines Lah yang jadi bos mereka semua, saat Axell datang ke halaman rumah sakit wajah Nicolas kembali menegang.


Pak!


Ternyata ia tidak kuat menahan amarahnya, walau Ines sudah mengingatkannya tetap saja Nicolas murka saat melihat dr Axell datang.


“Ada apa Bro?” tanya Axell terkejut, ia memegang bibirnya yang berdarah.


“Kamu tega ya, Novi sudah  menganggap kamu sebagai abang sendiri tapi kamu berani, sahabat seperti apa kamu!”


Ines memegang tubuh Nicolas, menahannya agar tidak memukul Axell lagi. Mendengar nama Novi wajah Axell langsung pucat, ia tahu kenapa Nicolas marah padanya.


“Aku minta maaf Bro, aku salah. Saat aku menelepon mu  malam itu aku sudah mabuk, Aku juga tidak tahu kalau kamu meminta Novi untuk menjemput ku , dia mabuk Aku juga mabuk  berat, bahkan untuk mengantar kami pulang ke apartemen mu malam itu, aku membayar  supir,” ujar Axell.


“Jadi kamu mengetahuinya?”

__ADS_1


“Ya, Aku  merasa sangat bersalah, Aku juga minta maaf pada Ovi. Aku bahkan memintanya untuk menikah, tapi dia menolak, Aku minta bro Aku salah aku malu sama kamu, sama keluargamu juga,” ujar Axell menunduk karena merasa bersalah.


“Jadi Dokter tau kalau Novi hamil?” tanya Ines.


“Apa? Hamil?” Axell terkejut.


“Ya  dia hamil dan  dia pergi ke London sendirian,” ujar Nicolas.


“Aku tidak tahu kalau dia hamil, kalau Aku tahu Aku pasti akan  memaksanya  untuk menikah.”


Mendengar pengakuan Axell wajah  Nicolas yang merah tadi perlahan menghilang, ia duduk di bangku taman.


“Kata Mama dia sudah pergi satu minggu yang lalu, kasihan kalau dia sendirian di sana,” ujar Ines, ia bisa membayangkan bagaimana perasaan yang yang dialami Novi karena ia pernah di posisi itu.


“Aku akan  menemuinya. Bro kalau Aku menikah dengan Novi apa kamu marah?”


“Tidak,” jawab Nicolas datar, sepertinya ia masih marah pada sang sahabat.


“Saranku sebaiknya kalian menikah sebelum anak itu lahir.”


“Baik, berikan Aku alamatnya,” ujar Axell.


Setelah mengetahui kalau Novi hamil ia ikut terbang ke London dan menemui Novi, mereka berdua  tampak canggung, tetapi biar bagaimanapun harus akur dan membiasakan diri satu sama lain demi  masa depan anak dalam rahi Novi, walau awalnya ia bilang tidak mengharapkan Axell tetapi sesungguhnya jauh dalam hatinya ia ingin ayah dari anak yang di kandungnya datang, ia selalu menunggu tiap hari.


“Maaf kalau Aku membuatmu dalam masalah, Dok,” ujar Novi tiba-tiba bicara formal.


“Aku yang seharusnya minta maaf karena tidak tahu kalau kamu hamil.”


“Aku sebenarnya tidak ingin melibatkan ku, Aku yang salah tidak seharusnya Ko Nicolas memaksamu menikahi ku.”


“Ayo kita menikah,” ajak  dr. Axell.


“Ta-tapi apa kamu yakin menikahi?” tanya Novi merasa tidak enak pada lelaki di depannya.


“Anggap saja  demi anak itu,” ujar Axell, wajahnya tidak menunjukkan kebahagian,.


“Baiklah mari kita menikah.” Novi setuju


Karena telah menghamili  adik dari sahabatnya Axell, terpaksa menikahi Novi, wanita yang selama ini teman bertengkar.  Walau pernikahan itu karena terpaksa tetapi itu tidak lagi penting yang penting saat itu adalah anak itu lahir punya orang tua.


Setelah pernikahan Nicolas dan kedua orang tuanya merasa lega dan bersyukur karena Axell akhirnya bertanggung jawab.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2