Buka Hatimu Kembali Untukku

Buka Hatimu Kembali Untukku
Tatapan Tidak Suka dari Semua Keluarga Suami


__ADS_3

Saat ini Ines sudah di Jakarta, tepatnya di rumah keluarga Nicolas,  ia merasa masuk ke dunia yang asing.


Melihat  tatapan tidak suka yang diperlihatkan keluarga Nicolas membuatnya tidak nyaman, terlebih dengan adik perempuan Nicolas yang bernama Novi. Gadis cantik itu merasa kasihan pada saudara lelakinya  karena menjadi tumbal untuk menyelamatkan perusahaan keluarga. Ines menghela napas berat.


‘Kalau saja  bukan karena kakek Aku juga tidak mau menikah dan tinggal di rumah ini, semua  penghuni rumah ini terlihat jahat dan sombong’ ucap Ines dalam hati.


Ia menjatuhkan panggulnya di sofa, ia menatap sekeliling kamar Nicolas, ada perasaan sesak di dadanya saat menatap  ke arah taman. Bayangan  almarhum kedua orang tuanya sedang bermain di taman  melintas dalam benaknya. Rumah  mewah keluarga Nicolas  tadinya rumah Ines sebelum kedua orang tuanya meninggal karena kecelakaan.


‘Aku merindukan kalian Mi’ ucap Ines dalam hati.


“Apa yang kamu pikirkan?” tanya Nicolas.


“Semua keluargamu menatapku dengan aneh,” ujar Ines menghela napas.


“Tenang saja, mereka tidak akan menggigit, tapi harus siap dengan semua yang akan terjadi , ya sudah kamu mandi saja, nanti kita akan makan bersama,” ujar Nicolas, ia menunjuk kamar mandi.


“Apa kamu  akan ikut makan bersama?” Ines menatap wajah lelaki bermata sipit itu.


“Ya, karena kita pasangan pengantin baru.”


“Baiklah.”


                                *


Saat malam tiba, Ines  turun belakangan untuk makan bersama, mata semua orang menatapnya dengan mata menyelidiki,  memperlihatkan wajah tidak suka pada  Ines. Di rumah keluarga Nicolas  ada beberapa  keluarga  yang tinggal bersama ada keluarga paman dan tantenya bersama anak-anak mereka, itu artinya di rumah itu ada sepupu Nicolas juga.


Malam itu, satu sepupu  Nicolas bernama Dohan, ia  dengan terang-terangan merendahkan Ines. Ia  menatap  Nicolas dan Oma mereka.


“Apa kita punya pembantu Baru?”


“Dohan, jaga bicaramu, dia kakak iparmu,” ucap mamanya dengan senyum meledek.


“Eh, maaf, Aku kira  … soalnya penampilannya mirip si Bibi,” ucapnya kemudian.


Mendengar hal itu Novi, semakin  kesal, menatap Omanya dengan sinis.


Melihat wanita yang dinikahi Nicolas gadis kampung yang memakai pakaian kampung, rok panjang dan baju longgar, Dohan  tertawa miring.


“Apa dia pengantin barunya?” tanya Dohan, ia berbisik pada Nicolas.


Nicolas hanya mengangguk kecil dan sibuk menatap ponsel di tangannya.


Makan malam dimulai,  tidak ada yang membahas tentang pernikahan  mereka. Setelah makan malam selesai mereka duduk di ruang tamu, membahas tentang pekerjaan, tidak ada yang mengajak Ines untuk bicara dan tidak ada yang melibatkannya , ia hanya duduk seperti pajangan di sana. Melihat Ines menguap Marisa meminta Ines istirahat di kamar.


“Ines kelihatan lelah, tidurlah duluan Nak, Oma melihat kamu sudah mengantuk,” pinta Marisa.

__ADS_1


Awalnya Ines tidak enak, tapi Nicolas mengangguk meminta  tidur duluan, ia akhirnya  berdiri dan pamit tidur duluan.


Nicolas sudah menduga kalau semua orang di rumah mereka akan berisik seperti lebah  bertanya padanya, salah satunya Julio sepupu Nicolas, lelaki itu mengajak  bicara di luar.


“Ada apa?” tanya Nicolas, ia tidak bersemangat.


“Apa dia cucu orang yang menyelamatkan perusahaan kita?” tanya lelaki itu menatap Nicolas.


“Ya, namanya Ines,” jawab Nicolas acuh.


“Astaga Ko, pantas saja orang tua itu tidak mau memperlihatkan dia ke kita sebelum pernikahan. Dia jelek bangat, maksudku wajahnya  hitam pantat penggorengan yang gosong.  Apa kamu mau melakukan malam pengantin  dengannya?” pertanyaan konyol itu terlontar di telinga Nicolas.


“Entahlah,  melihat wajahnya saja aku tidak selera, bagaimana burungku mau hidup  untuk malam pertama,” ucap Nicolas.


“Ko, tutup mata saja,” timpal Duha, sembari tertawa.


Lelaki itu dan beberapa sepupunya menjadikan Ines topik pembahasan. Mereka semua tidak tahu kalau Ines sebenarnya wanita yang sangat cantik, dia juga kuliah kedokteran, ia punya alasan sendiri kenapa dia menutupi wajah aslinya .


“Aku rasa dia juga menipuku, dia sudah mengenalku sebelum pernikahan” ujar Nicolas.


“Apa maksudnya?” Kedua sepupunya sangat terkejut.


“Koko yakin?” Novi juga ikut berdiri.


“Ya, saat aku baru pulang dari London,” ujar  Nicolas.


“Bagaimana kalian bertemu Ko? Coba ceritakan,” ujar Duha


         **


Pertemuan  pertama Ines dan Nicolas sebelum pernikahan.


Kenapa Keluarga Nicolas sangat membenci Ines dan kakeknya?


Setelah patah hati karena penghianatan Naura kekasihnya ia pergoki tidur dengan lelaki lain. Hari Nicolas pergi traveling ke satu desa, ia ingin membuang semua pikirannya.


Saat sedang mengambil gambar burung dari atas bukit di daerah perkebunan teh.  Tiba-tiba seorang gadis kampung muncul, alhasil burung yang jadi objek foto pun akhirnya terbang di gantikan  gadis kampung yang muncul dari balik tanah berbukit itu.


“Siapa sih gadis  ini …?Apa yang kamu lakukan?” Nicolas keluar dari balik batu besar.


“Eh, kamu siapa? “


“Justru aku yang  bertanya kenapa kamu di sini?” tanya Ines.


“Aku ingin melihat keindahan hutan di sini, kamu menjauh kamu membuat burungnya terbang mod ku jadi jeleknya jadinya,” rutuk Nicolas, entah kenapa setelah melihat Naura berselingkuh bawaannya ingin marah kalau melihat perempuan apa lagi penampilan kampungan Ines.

__ADS_1


“Terserah … Aku hanya ingin mencari tanaman obat di sini,” ucap Ines, ia memanjat bukit memetik beberapa tanaman langka. Ines memang sengaja  mengubah wajahnya jelek hitam agar tidak ada laki-laki yang menggodanya.


Nicolas  sibuk mengambil gambar dan ia mengambil gambar Ines yang sedang memanjat bukit.


‘Dia seperti manusia purba’ ucap Nicolas tersenyum miring  melihat gambar Ines di kameranya.


“Jangan mengambil gambarku sembarangan, Aku bisa menuntut mu di penjara!” teriak Ines dari atas bukit.


“Aku hanya ambil Fofo di atas mu. Gadis tarzan sepertimu siapa yang mau di  foto!” balas Nicolas.


“Berhenti menyebutku gadis tarzan.” Ines mengambil batu dari bukit dan melempar dan mengenai camera  Nicolas .


Buk!


Barang mahal itu jatuh dan pecah.


“Ah! Kameraku, kamu gila! Dasar gadis gila … awas kamu!” Nicolas ikut memanjat tebing.


“Jangan naik, ini bahaya!” teriak Ines ia turun dengan pelan-pelan


Karena marah  Nicolas menarik akar dan Ines jatuh tepat di tubuhnya.


“Aduh, dasar gadis bodoh, Aku sakit.” Ia meringis memegang kaki, ternyata kakinya terkilir tangannya juga terluka.


“Kamu sih, pakai tarik segala,” ucap Ines,  ia orang baik, walau ia kesal dengan perlakuan  Nicolas ia tetap mengobati luka Nicolas.


“Kamu masih menyalahkan aku lagi? kamu yang salah gadis jelek.” Nicolas marah.


“Dasar pemarah, udah untung aku obati.” Ines berdiri dengan bibir mendumal kesal.


“Jangan tinggalkan aku di sini, kakiku sakit,” ucapnya sembari menarik ujung baju Ines.


“Aku tidak bisa lama-lama, nanti kakekku mencari ku,” ujar Ines, menyingkirkan tangan Nicolas dari pakaiannya.


“Aku akan membayar mu lima juta untuk satu malam.”


“Apa? Kamu pikir aku wanita apaan?”


“Bukan, Aku hanya ingin kamu membantuku.”


“Tidak, aku tidak bisa.”


“Aku akan bayar sepuluh juta,  untuk orang kampung seperti kamu itu sudah besar,” ucap Nicolas.


“Sudah sakit masih saja sombong.” Ines berdiri tidak mau menerima tawaran Nicolas, ia berdiri meninggalkan Nicolas di sana, tetapi ia meminta pekerja kebun teh kakeknya membantu Nicolas, meminta mereka membawanya ke klinik.

__ADS_1


Bersambung.


Kakak bantu Vote like dan komen ya karya baru saya, terimakasih


__ADS_2