Buka Hatimu Kembali Untukku

Buka Hatimu Kembali Untukku
Ada Hikmah di Balik Masalah


__ADS_3

Setelah Naura pergi Nicolas masih berdiri di depan pintu,  ia malu melihat Bu Narti dan Ines karena Naura datang ke rumah mereka malam-malam.


"Maaf Bu, karena saya wanita itu menggangu waktu istirahat kalian," ucap Nicolas, ekor matanya melirik sang istri berharap Ines tidak marah atas penuturannya.


"Nak Nicolas, apa wanita itu masih menunggumu?"tanya Bu Narti.


"Aku tidak tahu Bu, Aku sudah meninggalkan sejak lama.


“Nak Nico, apa Keanu tidak menangis?” tanya Bu Narti.


“Tidak Bu, saat Aku datang dia sudah tidur,” balas Nicolas.


“Kenapa tidak dibawa ke sini sekalian Nak, kalau kamu datang ke sini?”


“Tadi buru-buru Bu, mendengar Naura datang ke sini saya langsung datang ke sini.”


“Kapan mau diantar ke sini?” Ines menatap Nicolas dengan tatapan datar.


“Besok  Aku akan  ajak ke sini, Nes.”


“Baiklah, selamat malam,” ucap Ines meninggalkan Nicolas yang masih berdiri di dekat pintu pagar.


“Lebih kamu pulang sekarang Nak, temani  Keanu,” ujar Bu Narti.


“Baik Bu.”


Ia menatap punggung Ines yang berjalan ke dalam rumah dalam hati ia berharap sang istri memintanya ikut menginap di rumah, tetapi yang terjadi Ines hanya bicara sebentar lalu pergi.


Nicolas kembali ke rumah  untuk menjaga Keanu,  saat tiba di depan rumah Gunawan masih menunggunya datang, wajah lelaki itu tampak sangat khawatir.


“Apa dia melakukan keributan?”


 Nicolas hanya mengangguk dan duduk di sofa, lelah sedih itulah yang tergambar di wajah Nicolas, papinya merasakan kesedihan tersebut.


“Jangan khawatir, kamu bisa melalui semua ini,” ujar Papi Nicolas memberinya semangat.


“Melihat tatapan dingin Ines tadi Aku merasa gagal lagi Pi.”


“Dia akan  melihat ketulusan hati  kamu Ko,  bersabarlah, pergilah tidur temani putramu,” pinta Gunawan.


Ia berjalan menuju kamar atas di mana Keanu tidur terlelap di kamar bersama Mami Nicolas. Melihat Mami dan adiknya tidur di kanan kiri Keanu ia tidak tega membangunkan, ia bisa melihat betah bahagianya Maminya bisa memeluk cucunya. Nicolas berjalan menuju kamar orang tuanya dan tidur di sana.


                *


Besok pagi, setelah Keanu serapan ia  akhirnya mengantar ke rumah istrinya, walau Mami dan Adiknya meminta untuk menunggu sampai siang. Nicolas tidak ingin ingkar janji. Malam itu ia sudah berjanji akan membawa Keanu pagi-pagi  ke ruah Ines. Saat Nicolas tiba di rumah keluarga Ines, ternyata Ines ingi ke rumah sakit .

__ADS_1


“Mommy …!” Keanu berlari ke arah Ines.


“Eh sayang  sudah pulang.” Ines memeluknya sebentar  meminta susternya membawa ke dalam rumah.


Nicolas masih berdiri, “sampai jumpa lagi jagoan,” ucap Nicolas melambaikan tangannya ke arah putranya.


“Da, da, Om eh … salah dada Daddy,” balasnya  mengangkat tangan kanan  melambaikan ke arah Nicolas lalu ia masuk ke dalam rumah menemui Bu Narti.


“Apa ka mu mau pergi?” tanya Nicolas memberanikan diri.


“Ya, mau ke rumah sakit.”


“Kebetulan Aku juga mau ke rumah sakit apa kamu pergi bersama?”


‘Aku berharap kamu mau, tolong jangan menolak, Aku memohon’ucapnya dalam hati.


Saat Nicolas memohon dan berharap rupanya dewi Fortuna belum berpihak padanya. Ines menolak ia mengatakan sebelum ke rumah sakit ia ingin melakukan hal lain.


“Maaf mengecewakanmu, sampai jumpa di rumah sakit.”


“Baiklah,” jawab Nicolas dengan senyuman yang terpaksa, walau hatinya kecewa dan marah tapi ia tidak dalam posisi bisa marah, ia hanya akan terus berusaha dan berkerja  keras kalau ia sudah berubah dan ingin  hidup bersama Ines dan putranya.


Ines berangkat duluan dan Nicolas menyusul dari belakang, ternyata ia penasaran  apa yang ingin di kerjakan Ines, setelah apa yang terjadi malam itu, ia punya firasat  buruk kalau  Naura akan melakukan sesuatu yang mengusik Ines, ia bisa melihat tatapan dendam  di balik mata Naura saat mengetahui kalau Ines memiliki anak dari Nicolas.


“Siapa mereka?” Nicolas tidak ingin istrinya dalam bahaya, ia keluar dari mobil dan berpura-pura ingin ziarah, ia memakai topi hitam dan kaca mata hitam juga


Lalu  berpura-pura ziarah di makam tidak jauh  dari kuburan orang tua Ines, karena jarak antara ke makam yang lain jaraknya lumayan jauh, adi dia mendekat dan ikut jongkok. Ines kaget karena Nicolas tiba-tiba muncul di sampingnya padahal ia baru juga  baru mulai sesi curhat.


“A-ada apa?” tanya


“Kamu bersikap tenang.”


“Kenapa?” Wajah Ines panik.


“Duduklah dengan tenang, di samping  mobilmu ada dua orang lelaki asing, berpura-pura lah  tidak terjadi apa-apa.”


“Apa yang mereka inginkan?”


“Aku tidak tahu, itulah yang ingin kita cari tahu.”


“Baiklah, apa rencanamu?”


“Pertama kita harus pergi dari sini, kita akan menuju mobilku.”


“Baik.”

__ADS_1


Ines menuruti kata Nicolas, ia dan Nicolas  menaburkan bunga di makam orang tua Ines.


“Apa mereka bahaya?”


“Aku belum bisa bilang berbahaya mana, Nes, tapi aku mau bilang mereka memberi obat bius ke supir mu, saat ini dia dalam tidak sadarkan diri, semoga menjawab pertanyaanmu.”


“Baiklah mari kita pergi ke mobilmu.”


Mereka berdua berjalan berdampingan  menuju mobil Nicolas dan meninggalkan pemakaman, kedua lelaki yang mengawasi Ines bingung karena Ines tiba-tiba naik kendaraan yang berbeda, ia menelepon orang yang memerintahkan  mereka.


"Dasar gak becus, itu saja tidak bisa kalian kerjakan! Bawa wanita itu ke sini bagaimana pun caranya," ujar seseorang di ujung telepon.


"Baik," Jawab mereka dengan takut.


Sementara Ines sudah duduk di mobil Nicolas, untuk pertama kalinya mereka berdua duduk satu mobil setelah menikah, walau dalam masalah Nicolas merasa ada sedikit kebahagiaan, karena Ines akhirnya mau ia ajak pergi bersama.


'Aku berharap perjalanan ini panjang, agar Aku bisa lebih lama bersamanya'ucap lelaki itu dalam hati.


"Apa mereka suruhan Naura?" tanya Ines, ia membuka mulut setelah beberapa lama diam.


"Aku tidak bisa memastikan Nes, tapi apa ... kamu dan Ibu tidak pernah merasakan pernah diikuti orang sebelumnya?"


"Ha ... kenapa?" Ines menatap wajah suaminya dengan penasaran.


"Tidak, Aku hanya bertanya saja." Ia tidak ingin Ines semakin panik.


"Tapi tunggu ... beberapa kali setelah tiba di Jakarta, ada beberapa kali panggilan ke hapeku saat diangkat tidak dijawab," ujar Ines lagi.


"Itu maksudnya, coba lihat nomornya."


"Itu artinya bukan Naura yang melakukannya?"


"Aku curiga ini kerjaan Duha dan Bapaknya, telepon Ibu, ingatkan agar mengawasi Keanu, jangan membiarkan dia dibawa keluar," ucap Nicolas.


"Ba-baik." Wajah Ines semakin gugup.


"Jangan takut Aku sudah bayar orang untuk mengawasi rumah dan rumah sakit."


"Loh ... kenapa rumah sakit?"


"Nanti Aku ceritakan semua Nes yang penting kita lolos dulu dari mereka," ucap Nicolas, ia bertindak sebagai suami yang perhatian.


Bersambung.


Bantu vote like komen ya

__ADS_1


__ADS_2