
Nicolas dan Ines percaya kalau Sonia dan Hendra KW kerja sama , tetapi Nicolas tidak tahu bagaimana cara untuk membuktikannya dan ia juga tidak ingin keluarganya dalam bahaya. Karena itulah Ines memintanya menikahi Sonia agar keluarganya selamat. Nicolas tadinya menolak , tapi karena Ines membujuk dan ia tidak ingin Keanu dan Amber dalam masalah Nicolas akhirnya setuju menikah dengan Sonia.
"Aku percaya padamu Ko, hanya ini cara kita untuk melawan mereka, Nikahi wanita itu," bujuk Ines.
"Aku akan cari cara lain asal jangan menikahi wanita jahat itu," tolak Nicolas.
"Sayang, terkadang untuk melawan orang jahat kita juga harus licik, lakukan tugasmu dan Aku akan melakukan tugasku untuk mencari tahu kelemahan si Hendra palsu itu," ucap Ines.
Nicolas akhirnya setuju.
Saat Ines di rumah sakit Hendra palsu itu juga datang, mereka semua syok karena wajah dan semuanya memang mirip dr. Hendra
“Ke-kenapa Anda di sini?” tanya Ines kaget.
“Aku seorang dokter di sini Ines,” ucapnya gaya bicaranya dan semuanya seperti dr Hendra.
“Apa Kamu juga bertugas di rumah sakit kami?” tanya Bu Narti.
“Dokter bagian Bedah Jantung,” sahut Hendra.
Mari kita bertukar peran kamu mengurus Hatiku dan aku mengurus kandungan mu,” ucap Hendra.
Ia bersikap seolah-olah ia sudah kenal dekat dengan Ines dan mereka semua, Ines dan Bu Narti hanya diam melihat lelaki yang mengaku dr, Hendar tersebut.
“Bagaimana mungkin semuanya bisa mirip Nes?” bisik Bu Narti.
“Kekuatan operasi plastik, Bi.”
“Tapi bukan hanya wajah, sikap, perbuatan dan semua gayanya semuanya dr. Hendra,” ujarnya lagi.
“Dia bukan dr. Hendra Bu, dia Hendra Kw alias palsu,” ucap Ines.
‘Aku ingi tahu, siapa dia sebenarnya, Aku akan mengikuti permainannya’ ucap Ines dalam hati.
“Baiklah, kamu saya terima jadi dokterku, Pak.”
“Jangan panggil Aku Pak Nes, panggil saja Aku seperti biasa Hendra atau Ko Hen,” ucap pria itu lagi.
“Dokter Hendra sudah meninggal,” ujar Ines ketus.
“Aku bangun lagi dari kematian, ini Aku lagi,” ucapnya dengan yakin.
‘Dasar aneh’ balas Ines dalam hati.
“Terserah Anda saja,” balas Ines dengan wajah datar.
__ADS_1
Marta memilih tinggal di kampung mengurus anak-anak panti dan mengurus balai pengobatan di sana, ia tidak ingin melihat Hendra palsu itu makanya ia menolak datang ke Jakarta.
*
Narti sedikit lega setelah empat hari di rawat di rumah sakit, Ines akhirnya di perbolehkan pulang,
Pernikahan Sonia dan Nikolas tinggal menghitung hari, Nikolas ingin mempercepat pernikahannya, ia ingin semua berjalan sesuai rencananya.
Sonia mengajak Nicolas ke rumah sakit untuk menjenguk Ines , ia sengaja ingin memanas-manassin hati Nicolas, tapi melihat Hendra merawat Ines dengan penuh Nicolas sempat khawatir tapi ia memilih percaya pada Ines.
Nikolas berdiri diam melihat Hendra mengobrol serius dengan Ines, sebagai suami, jujur ia merasa panas.
'Tidak, Ines wanita yang pintar 'ucap Nicolas.
“Iya ampun, mereka terlihat sangat akrap ya,” ujar Sonia bagai kompor meleduk untuk memanas- manasin hati Nikolas dengan pikiran Liciknya.
“Ayo kita pulang saja.” Nikolas membalikkan badanya, di dalam mobil lelaki itu hanya berdiam diri menyibukkan dirinya dengan setir mobil.
' Kenapa dia jadi dokter Ines?'
“Aku tidak menyangka kalau wanita itu benar benar Lupa pada kamu secepat itu, tidak ada raut wajah sedih sedikitpun,” ucap Sonia , tekatnya untuk membuat hati lelaki semakin panas dan membenci Ines.
“Ayo kita menikah,” ujar Nikolas dengan sorot mata yang serius.
Yes Yes’ akhirnya, Sonia berteriak gembira dalam Hati.
“Ya, tapi kenapa harus besok, tidak ingin buru-buru Aku ingin pesta yang meriah dan ingin mengundang semua teman temanku, pada saat moment bahagiaku nanti,” ujar Sonia, ia berpikir telah berhasil membuat Nicolas cemburu.
“Kita akan mengadakan Resepsi yang besar nanti setelah kita memiliki buku Nikah. Aku ingin melempar cincin nikah kita ke hadapan mereka secepatnya,” ucapnya Nikolas raut wajahnya serius.
Melihat tatapan mata Nicolas yang dendam, Sonia kegirangan akhirnya impian terbesarnya terwujud,
“Baiklah kalau itu yang kamu mau, Ayo kita sekarang Ke KUA. Aku akan membantumu,” ucap Sonia dengan mata melotot penuh dendam mengikuti raut Nikolas, Jadilah dua mahluk yang jahat dengan raut wajah serius, seperti peran antagonis dalam sinetron Indonesia,
“Baiklah, apakah kamu bisa mengurus itu?” tanya Nicolas dengan tatapan masih di buat serius.
“Serahkan padaku,” balas Sonia dengan yakin. Benar saja Kepolisian dan Jaksa aja bisa takluk di buat Ayahnya, Apalagi hanya ini KUA.
*
Dalam hitungan Jam mereka sudah menjadi suami Istri, Pengaruh keluarga Sonia begitu besar segala masalah bisa dia atasi dengan satu jentikan tangan dengan mudahnya.
‘Hebat pantas saja kami kalah dalam sidang, semua sudah dikendalikan’ Nicolas membatin
“Aku Resmi jadi suami sekarang,” ujar Sonia kegirangan, “Kamu milikku sekarang.”
__ADS_1
“Baiklah aku Akan membalas mereka, Tapi aku butuh bantuanmu, sayang. Tolong jangan beritahu siapa- siapa dulu kalau kita sudah menikah termasuk ayahmu, dia akan marah jika tahu kalau kita sudah menikah diam diam tunggu kita buat perayaan besar nanti,” ujar Nicolas membujuk Sonia.
Dengan penuh yakin dan percaya Sonia mengangguk setuju. Tantangan yang diberikan Suroto pada Nikolas jika dia bersedia menikahi Putrinya Sonia ia akan menepati janjinya akan memberikan semua yang di minta Nicolas, termasuk hutang keluarganya.
“Terus bagaimana selanjutnya kita kan sudah resmi jadi sepasang suami istri apa yang akan kita lakukan?” tanya Sonia dengan manja ia sangat bahagia karena perjuangannya selama bertahun-tahun ingin menikahi Nicolas akhirnya terwujud
“Bersikaplah seperti biasa kamu tinggal untuk sementara bersama keluargamu aku akan tinggal bersama keluargaku,” ujar Niko.
“Lalu kita kapan malam pertama?”
‘Aku sudah tak sabar lagi ingin berduaan denganmu Beb’ ujar Sonia.
“Nanti akan kita pikirkan.”
Tapi raut wajah Sonia berubah mendung padahal pikirannya tadi mereka akan kamar hotel untuk meresmikan hubungan mereka.
“Nanti Aku akan membawamu pergi sayang, percayalah,” bujuk Nikolas dengan memberikan senyum yang menawan untuknya, Dia memberikan sentuhan hangat di pipi wanita itu .
Ia menutup mata membayangkan wanita yang di depannya adalah istrinya.
“Masa sih kita sudah suami istri, aku masih tidak percaya,” ucap Sonia manja meminta lebih dari sebatas sentuhan di kening,
“Nanti akan ada waktunya sayang.”Nikolas membujuk Sonia yang sedang Merajuk dengan bibirnya yang di majuin.
“Aku gak mau.” Ia merajuk manja Nikolas mengalah, tidak ingin di hari pernikahan mereka Sonia marah
'lakukan sekali ini saja' batin Nicolas lagi.
“Baiklah.” Nicolas mencium bibir warna merah merona milik Sonia.
“Ok baiklah da’ Sonia melambai pada Nikolas yang pergi di kejauhan malam , matanya masih mengantar kepergiannya di balik sinar lampu jalan hinga akhirnya hilang menjauh,
Sonia masuk ke dalam rumah bersenandung riang, seperti biasa dia akan selalu akan di sambut hanya seorang asisten rumah tangga paruh baya Ayah dan Ibunya seperti biasa akan selalu sibuk menghadiri acara itu dan itu, dan jarang di Rumah,
“Siapa non yang mengantar? tanya mbok Inem.
"Banyak tanya ini nenek-nene,” gumam Sonia sinis.
"Non?"
“Teman.”
Sonia wanita manja , anak satu satunya dari Suroto pewaris tunggal perusahaan milik ayahnya , perusaan pinjaman pegadaian dan banyak lagi bisnis kotor dan ilegal yang disembunyikan Suroto.
Sonia bahkan tidak tau bisnis apa saja yang di miliki Suroto, baginya permintaanya selalu di penuhi dan semua kemauannya di turuti itu sudah cukup.
__ADS_1
Bersambung