
Setelah Ines dan Marta menghilang tanpa jejak, Hendra dan Nicolas mencari ke mana-mana tetapi tidak menemukan jejak keduanya. Satu minggu sejak kejadian tersebut, Marta juga mematikan ponsel miliknya selama seminggu itu.
Hari itu Marta kembali duduk sendiri, sepanjang hari ia hanya melamun wajahnya pucat.
“Apa kamu baik-baik saja?” Ines duduk di samping Marta.
“Nes, menurutmu apa tujuan Hendra mempertemukan Amber dengan Axell. Harusnya kalau dia sayang sama Amber dia tidak akan memberitahukan kalau Aku hamil dari lelaki lain , benar kan?”
“Ta, jangan banyak pikiran dulu.”
“Sepanjang malam Aku tidak bisa tidur memikirkannya, bantu Aku mendapatkan jawabannya, Aku ingin gila rasanya,” ujar Marta.
Marta terus berpikir kenapa Hendra selalu memintanya bicara dengan Axell, ia berpikir kalau Hendra tidak mau jadi suaminya lagi, ia ingin melepaskan ikatan pernikahan lalu ia bebas.
“Apa dia pernah mengatakan sesuatu padamu tentang pernikahan kalian?” tanya Ines.
“Dia pernah bilang , dari dulu dia tidak ada niat untuk menikah, dia mau menikah denganku agar Amber lahir, dalam sebuah keluarga bukan anak diluar nikah, Aku berterimakasih untuk itu.”
“Ya, dia juga pernah bilang padaku sebelum kalian menikah, dia membenci pernikahan karena ibunya meninggalkan papanya saat dia masih kecil, sepertinya ada trauma juga.”
“Apa mungkin dia ingin kami berpisah? Lalu berdalih ingin menyatukan Aku dengan Axell?”
“Apa kamu masih mencintai Axell?” tanya Ines, ingin tahu perasaan sesungguhnya dari Marta.
“Aku sangat membencinya bahkan tidak ingin melihatnya.”
“Bagaimana kalau kamu tanyakan saja pada Hendra dari pada kita menebak-nebak, tanyakan setelah kita meninggalkan Indonesia.”
“Nes … Jujur. Aku mencintainya Aku mencintai suamiku,” ujar Marta kembali menangis sesenggukan.
“Tenanglah Ta, kita akan tahu nanti jawabannya,” ucap Ines memeluk Marta.
Disisi lain.
Nicolas berdiri lesu menatap jalanan ibukota dengan tatapan kosong, ia berusaha tegar demi keluarganya, setelah Ines menghilang membawa Keanu . Linda jatuh sakit karena memikirkan cucunya yang dibawa Ines.
__ADS_1
“Ko, biarkan Ines menenangkan diri dulu dan fokuslah bekerja, Papi yakin dia akan datang sendiri,” ujar Gunawan ia menasihati anak sulungnya.
“Ya Pi, Aku akan lebih semangat lagi demi Mami,” ujar Nicolas, antara mulut dan hati tidak sinkron walau ia mengatakan akan tegar namun hatinya masih berkelana jauh memikirkan tentang nasib putranya dan Ines.
Ia bahkan menyewa orang untuk mencari keberadaan Ines, setelah pulang kantor sudah hampir seminggu dia pergi ke tempat yang ada hubungannya dengan Ines. Tapi sekeras apapun dia mencari, ia tidak menemukan aapa-apa.
**
Sementara Axell setelah resmi berpisah dari istrinya, semua keluarga membencinya bahkan dirinya dipecat dari rumah sakit.
“Tidak apa-apa dipecat dari rumah sakit ini, itu lebih baik daripada setiap saat Aku harus menahan perasaan kesal pada Dinda dan keluarganya,” ujar Axell mengumpulkan barang-barangnya ke dalam box.
“Dok, kenapa harus mempersulit dirimu sendiri, padahal kamu sudah punya jabatan tinggi di rumah sakit ini,” ujar rekannya sesama dokter.
“Aku mendapatkannya karena Aku menantu pemilik rumah saki ini Dok. Itu juga jadi beban tersendiri untukku karena semua orang menganggap ku lelaki yang menumpang tenar pada istri.”
“Kalau Aku jadi kamu tidak akan menyia-nyiakan kesempatan itu.” ujar kedua dokter yang datang keruangan Axell, mereka dokter muda yang menonton Axell membereskan barang-barangnya.
“Tidak semua hal itu ditukar dengan uang Bro, Aku sudah melakukan kesalahan di masa lalu. Dulu Aku menolak wanita yang begitu mencintaiku dengan tulus, Aku dan keluargaku menolaknya karena dia yatim piatu. Sekarang Aku menyesalinya, ternyata uang yang banyak jabatan yang tinggi tidak akan menjamin bahagia. Apa Lagi pasanganmu tidak pernah menghargai,” ujar Axell.
Setelah membereskan barangnya, ia pamit pada rekan-rekannya lalu keluar dari rumah sakit, Dinda hanya bisa melihat mantan suaminya dari balik jendela kaca ruangannya, wajahnya tidak menampakkan sedikitpun kesedihan, ia hanya menatap Axell tanpa ekspresi. Ia lebih sedih karena Heru memutuskan hubungan dengannya, ia sadar pernikahannya dengan Axell hanya pernikahan tanpa cinta, jadi ia tidak begitu sedih.
Tiba di cafe Nicolas kaget saat mendengar kalau Axell sudah menyelesaikan perceraiannya.
“Apa kamu sudah memikirkannya, Xell?” tanya Nicolas menyipitkan kedua kelopak matanya karena wajah Axell benar-benar ceria, ia seolah-olah melepaskan beban berat yang ia pikul selama ini.
“Sudah dong, Aku sudah bebas sekarang,” ujar Axell dengan senyuman puas.
“Aneh .. kamu ini bercerai loh, kenapa wajahnya begitu gembira,” ujar Nicolas mendengus kesal, melihat kelakuan sang sahabat.
“Aku sudah bebas Bro, Hidupku tidak akan diatur-atur dan dikekang lagi oleh mereka,” ujar Axell, kini lelaki itu sudah resmi jadi jadi Muda.
“Kamu sekarang jadi Dumake dong,” ujar Nicolas.
“Apa itu Dumake …?”
__ADS_1
“Duda Muda Keren.”
Axell tertawa lepas saat Nicolas menyebut dirinya duda muda yang keren.
Wajahnya begitu bebas.
“Apa rencanamu sekarang?” tanya Nicolas.
“ Tadinya Aku ingin melanjutkan pencarian tentang Marta dan Ines, tapi satu minggu mencari tidak mendapatkan apa-apa membuatku menyerah,” ujar Axell memainkan sedotan di gelasnya.
Axell dan Nicolas duduk di salah satu cafe tidak jauh dari kantor Nicolas, untuk masalah perusahaan, saat itu sudah berjalan normal setelah Ines mengganti semua staf kantor semakin berjalan baik setelah dipimpin Gunawan , orang yang sudah berpengalaman di bidangnya. Deon dan Duha juga untuk saat itu lagi jinak setelah di kasih cabang perusahaan untuk dipegang Bapa sama anak itu. Jadi, untuk perusahaan Nicolas tidak merasa khawatir.
“Ya, Aku juga hampir menyerah mencari. Heru memang ahlinya dalam hal ini … sama seperti enam tahun yang lalu saat Ines pergi, Aku juga tidak bisa mendapatkan mereka.”
“Bro …!” Axel menatap Nicolas dengan tatapan ragu.
“Apa? Kamu mau mengatakan sesuatu?” tanya Nicolas menatap serius ke wajah Axell.
“Apa dr. Hendra lagi sakit?” tanya Axell.
“Kenapa? Dia mengatakan sesuatu?” Nicolas balik bertanya.
“Ya, dia memintaku menjaga Marta dan Amber. Apa kamu tidak menyadarinya dari awal kedatangannya dia secara tidak langsung menyerahkan Keanu dan Amber untuk kita,” ujar Axell.
Hendra sudah menceritakan pada Nicolas kalau Keanu juga putranya.
“Apa? Tapi mereka sudah menikah, Apa dia juga ingin bercerai lalu menyerahkan Marta padamu? Apa begitu rencananya?” wajah Nicolas terlihat kesal, walau Axell sahabatnya dan lelaki itu ayah Amber. Nicolas tidak ingin ada perceraian antara Hendra dan Marta. Nicolas ingin Marta dan Hendra selamanya.
“Aku tidak tahu … kira-kira seperti itulah yang aku tangkap dari ucapan dr. Hendra, karena itulah Aku buru-buru mengurus surat perceraian dengan Dinda,” ujar Axell jujur.
“Kenapa Ko Hen melakukan itu? Padahal sepanjang Aku melihatnya dia sayang sama keluarga kecilnya, terlebih sama Amber, bahkan dia mengaku Amber tidak bisa tidur tanpa dia.”
“Itulah yang ingin Aku tanyakan juga samamu Bro,” ujar Axell.
Ada apa sebenarnya dengan dr. Hendra, dia mencintai keluarganya tetapi kenapa dia justru meminta Axell untuk menjaga istrinya dan putri mereka?
__ADS_1
Bersambung
Bantu vote like komen ya terimakasih.