Buka Hatimu Kembali Untukku

Buka Hatimu Kembali Untukku
Ternyata Dia Anak Angkat


__ADS_3

Setelah melihat hanya Marta yang datang, Axell dan Nicolas merasa sangat kecewa terlebih Axell. Ia sudah jauh-jauh datang dari kampung, setelah mendengar kalau Marta pulang.


"Bagaimana rasanya tinggal di kampung Pak Dokter?" tanya Novi, setelah Hendra dan Marta pergi ke hotel dan meninggalkan mereka bertiga di rumah.


"Baik Noveng ... Kenapa? Kamu mau Ikut?" tanya Axell mengedipkan matanya bercanda dengan adik sahabat, walaupun hatinya menyimpan banyak rasa kecewa dan perasaan sedih Axell berusaha tidak menunjukkan pada siapapun. Axell menutupi semuanya di balik senyuman palsu.


Mereka berdua tidak pernah akur kalau bertemu , Axell selalu mempelesetkan nama Novi jadi 'Noveng' karena itulah Novi selalu kesal pada sahabat Kokonya tersebut setiap kali Axell datang ke rumah mereka.


"Berhenti memanggilku Noveng, Dokter."


"Baiklah, Aku salah," ujar AXell.


Ia tidak ingin bercanda apalagi bertengkar, melihat Amber tidak ikut datang, lelaki itu berpikir ia tidak punya kesempatan untuk bertemu Amber, padahal ia sudah mempersiapkan diri dan mempersiapkan hadiah untuk diberikan untuk Amber.


"Otakku sakit ... Apa kamu mau menemaniku ke bar?" tanya Axell, kalau biasanya Nicolas yang mengajak mabuk setiap kali ada masalah, kali ini berbeda dr Axell yang mengajak untuk mabuk-mabukan.


'Apa dia marah karena Marta memilih kembali pada suaminya?" tanya Nicolas melirik Axel lalu bia bertanya sembari meneliti wajah Axell.


"Kenapa? Kamu kecewa?" tanya Nicolas.


"Tidak, Aku senang jika mereka rujuk, Aku hanya sedih karena Amber tidak ikut dibawa," jawab Axell.


"Tapi, Aku tidak tahu kalau dr. Hendra sakit, sekarang aku mengerti kenapa dia memintaku menjaga Marta , ternyata dia sakit ,"ujar Axel, " Aku berharap dia sembuh agar bisa menjaga Marta," sambungnya lagi.


"Ucapnya seperti tidak tulus Dokter," ujar Novi bercanda.


Nicolas hanya bisa menggeleng saat Novi dan Axell saling meledek, ia sudah terbiasa melihat keduanya seperti itu.


"Kita harus mendoakan yang baik-baik agar nasib baik juga datang ke kita, Aku mendoakan dr. Hendra sehat apapun penyakitnya," ucap Axell.


"Itu artinya Pak Dokter tadinya masih mengharapkan cinta Marta?" tanya Novi.


Awalnya Axell berpikir Hendra akan meninggalkannya Marta dan pergi lagi berkeliling dunia, seperti kebiasaan yang dilakukan dr. Hendra selama ini. Namun melihat tatapan mata saat mendengar Marta hamil anaknya, Axell merasa tidak ada harapan untuknya kembali pada Marta.


"Jujur Aku ingin kembali padanya, tapi Melihat mereka tadi Aku berpikir dia lebih membutuhkan suaminya," ujar Axell.

__ADS_1


"Putus dong harapan untuk kembali," ucap Novi seperti sebuah kalimat ejekan. Tapi Axell lelaki yang bisa bersikap dewasa, ia tidak terpancing emosi mendengar ucapan Novi.


"Tidak baik mengharapkan seseorang berpisah, Nopeng," sahut AXell


Novi memajukan bibirnya saat namanya dipelesetkan lagi sama Axell.


"Tapi tatapan matamu tak bisa berbohong saat melihat mereka. Kamu cemburu kan?" tanya Novi lagi.


"Tidak, Aku datang ke sini berpikir dia datang dengan Ines dan Amber juga."


"Sama Bro, Aku juga merasakan hal yang sama. Tapi Aku yakin di akan pulang nanti."


Novi ikut duduk diantara mereka berdua.


"Melihat kalian berdua seperti ini, Aku kasihan. Baiklah bagaimana kalau aku ajak ke bar, biar aku yang traktir," ujar Novi.


"Aku tidak ingin mabuk, setiap kali mabuk akan membawaku dalam masalah besar," ucap Nicolas menolak ajakan adiknya dan Axell.


"Ya Ela Bro, aku ingin ingin minum sendirian, ayolah temani sekali," bujuknya lagi.


**


"Kita pulang dia mulai rusuh!" teriak Nicolas menunjuk arah AXell , lelaki itu sudah membuat kerusuhan di lantai dansa, menyenggol para pengunjung yang sedang menari .


Novi turun ia menarik tangan dr.Axell membawanya pergi dari sana.


"Kenapa membawaku keluar dari sini Ci, gua mau joget sampai pagi!"


"Tumben ni orang panggil gue Cici, biasanya juga nyebut nama," ujar Novi, memapah Axell, meletakkan lengan dokter itu di pundaknya dan membawa keluar dari bar.


"Ko, tolongin dia berat banget! " panggil Novi .


Nicolas menoleh ke belakang, ia juga sudah mulai mabuk, jangankan menolong orang, menyelamatkan diri sendiri saja ia sudah syukur.


"Kepalaku juga pusing, Kau angkat sendiri saja."

__ADS_1


"Berat Ko."


"Aku tidak berat Cici, dosaku yang berat," sahut Axell sembari berjalan sempoyongan.


"Ya, memang dosamu banyak, sudah diam aku capek," bentak Novi.


" Apa kamu tahu dosa terberatku? Dosaku ... Aku menghamili wanita itu dan Aku tidak mau bertanggung jawab, itu dosaku dan Aku menyesal," ujar AXell, ia mengungkapkan semua yang ada dalam hatinya, tadinya Novi marah karena ia terus bicara. Tapi mendengar curhatan hatinya Novi hanya diam dan mendengar.


"Selama ini, Aku selalu anak yang baik dan melakukan apa yang dimau orang tuaku, Aku melupakan kebahagiaanku demi menyenangkan hati mereka. Tapi setelah Aku menolak semua keinginan mereka dan memilih bercerai dengan wanita pilihannya. Hatiku sakit ternyata .... Orang tuaku mengatakan kalau Aku hanyalah anak angkat, Mereka mengatakan mengadopsi aku dari panti asuhan milik Pak Darto. Apa ini adil?"


Dug ...!


Jantung Novi berdetak kuat karena kaget.


Novi dan Nicolas sama-sama kaget mengatakan pengakuan dr.Axell, saat mabuk rahasianya terungkap. Novi mendudukkannya di sebuah kursi panjang.


"Apa kalian tahu bagaimana rasanya ... Orang yang selama ini kalian anggap sebagai orang tua kandung, ternyata orang lain."


"Apa karena itu kamu memutuskan tinggal di Panti asuhan itu?"


"Ya, karena aku berasal dari sana dan rumahku di sana," jawab Axell.


Ternyata dr. Axell juga anak adopsi, ia diambil dari panti asuhan yang sama dengan Marta, hanya ia diambil masih masih bayi jadi tidak banyak yang tahu. Hanya pak Darto dan Bu Narti yang mengetahui kalau Axell dari panti asuhan.


Orang tua Angkat Axell selama ini selalu menuntutnya agar tetap patuh pada aturan orang tua. AXell melakukan ia selalu melakukan apapun yang dikatakan orang tuannya walaupun itu terkadang berlawanan dengan hati nuraninya. Lama kelamaan Axell tidak tahan dengan tuntutan kedua orang tuanya, ia berpikir kalau ia hanya dijadikan alat untuk mencapai ambisi mereka.


Tidak memperdulikan kebahagiaan, hingga ia memutuskan memberontak menceraikan Dinda walaupun kedua orang tuanya menantang perceraiannya. Karena selama menikah ia tidak pernah bahagia, tidak ada cinta diantara keduanya. Baik Dinda juga demikian ia menikah dengan Axell karena dijodohkan, ia juga selingkuh dengan Heru lelaki yang ia suka.


Axell mengetahui kalau sang istri selingkuh, tetapi bisa tidak mengatakan apa-apa, tapi saat sidang perceraian ia membeberkan semuanya.


"Kenapa Om sama Tante melakukan itu?" tanya Novi.


"Karena Aku memilih bercerai dengan orang yang memberi mereka dana dan kemewahan selama ini"


"Aku tidak tahu kalau mengalami hal buruk seperti itu, Bro," ujar Nicolas hati ikut sedih. Ternyata bertambah satu lagi mahluk ciptaan Tuhan yang ikut mengalami hal yang menyedihkan dalam hidupnya.

__ADS_1


"Tidak apa-apa, Aku tidak ingin orang tahu," ujar AXell.


Bersambung.


__ADS_2