Buka Hatimu Kembali Untukku

Buka Hatimu Kembali Untukku
Niat Menolong Malah Tertangkap


__ADS_3

Setelah bekerja keras kesana -kemari untuk mengurus paspor baru dan identitas baru Nicolas .


“Silahkan masuk Nak,” ucap kata bu Narti .


Diruang kerjanya Heru sudah menunggunya.


“Duduk kita harus bekerja hati-hati,” ujar Heru.


“Apa yang terjadi?”


“Jangan terlalu percaya pada siapapun,” ujar Heru lagi.


Kali Ini Nicolas diam dengan seribu pertanyaan menghampiri otaknya.


“Pergilah dan jangan sekali kali mengungkap identitasmu pada siapapun,” ujar Heru pada Nikolas. Ia memberikan alamat rumah persembunyian Handa.


“Aku tidak mengerti Bro,” Nicolas menyengitkan kedua alis matanya.


“Aku mendapat kabar dari sebuah rumah sakit perawat itu teman Marta dulu. Lelaki itu membawa Ines dan anakmu dan mencoba mencuci otak Ines. Setelah kabar kematianmu ia membawa Ines jauh,  Jadi Ines taunya kamu sudah meninggal,” ujar Heru.


“Aku akan mencarinya,” Nicolas berdiri.


“Tidak semudah itu. Dia jadi orang hebat sekarang, orang yang tidak bisa disentuh dan tidak bisa dijangkau,” Heru memperlihatkan foto Hendra palsu dijaga beberapa orang berbadan besar.


“Kita harus cari tahu siapa sebenarnya lelaki yang berlindung menggunakan identitas Ko Hendra,” Nicolas menghela napas panjang.


“Sehebat apa Dia?’ tanya Nicolas


“ Dia mengambil alih posisi Suroto.”


“Apa ?” wajah Nikolas sangat kaget, pantas saja keberadaan Ines tidak bisa mereka temukan, ternyata penjahat itu kelas kakap sama seperti Suroto.


“Siapa si brengsek ini sebenarnya?” Memegang batang lehernya yang terasa sakit.


“Apa kamu sudah punya rencana?” tanya Heru.


“Aku akan berangkat besok,” ujar Nicolas mantap.


“Berhati hatilah, ingat jangan membuka indentitas mu pada siapapun, karna mata- mata Hendra ada dimana-mana, baik


di perusahan kita, yang kemarin aku pecat, ada satu mata matanya untuk saya. Keluargamu juga dalam pengawasan nya, maka itu aku katakana jagan membuka identitasmu dulu,” ujar Heru, ia mengingatkan Nicolas agar lebih hati-hati karena penjahat itu punya mata-mata dimana-mana.


Nikolas akhirnya mengerti kenapa Dimas dan Heru sangat keras padanya, ternyata untuk kebaikannya, Ia merasa bersalah karna selama ini sudah berpikir buruk pada Dimas orang yang menyelamatkan dirinya dan keluarganya.


“Maaf ya Bro,”


“Tidak apa-apa, berhati hatilah, ini ada orang saya, jika kamu butuh bantuan hubungi dia dan pakai ini.” Heru memberikan sebuah alat komunikas padanya.


                     **

__ADS_1


Maka perjalanan menuju Jerman Pun dimulai hari itu.


Rasa cepek melanda tubuhnya karna jarak tempuh yang lumayan panjang, hampir 10 jam lebih, tapi tidak membuatnya pantang menyerah.


Nicolas tidak sabar lagi ingin bertemu putranya.


Sesuai petunjuk dan arahan Heru ia melakukan semuanya.


Hampi siang hari ia tiba juga di rumah dengan alamat diberikan Heru, rumah mewah yang di kelilingi pagar di sekelilingnya


bahkan terlihat lebih mencolok dari rumah yamg di sebelahnya yang tidak memiliki pagar seperti kebanyakan gaya Rumah eropa Lainya.


Tapi alamat rumah yang di berikan Heru berbeda sendiri, memiliki pagar tinggi, rumah itu tampak sepi . Nicolas datang  bersama orang yang diberikan Heru , lelaki itulah yaang mengawasi rumah itu dan memberikan kabar pada Heru.


Namun tidak berapa lama kemudian beberapa orang yang berbadan tegap, membuka pintu gerbang untuk seorang Pria dilihat dari perwakannya tidak begitu jelas.


Tapi pas melintas, Nicolas melihat ke arah mobi ternyata Hendra yang menaiki mobil sendirian.


Setelah mengawasinya beberapa lama berkat bantuan orang suruhan Heru, orang yang tinggal daerah  tersebut


Nikolas akhirnya bisa masuk sebagai tukang perbaikan air dan memperbaiki pipa air yang sengaja disabotase, oleh mereka agar Nikolas bisa masuk ke rumah Ingin melihat Ines bersama buah hati meraka.


Jantung Nicolas begitu berdetak lebih kencang, ketika ia berhasil masuk rumah besar  Hendra dengan berpakaian sebagai petugas perbaikan ledeng air, Nicolas masuk.


Mereka harus melewati para penjaga itu untuk pemeriksaan, setelah dipastikan tidak ada barang yang mencurigakan wajah senang Nikolas tak terbendung lagi, keinginannya untuk melihat Putranya akan terwujud, mainan anak anak tersusun rapi di teras Rumah, baik kereta Bayi. Dan satu hal lagi yang membuat hatinya tamba sakit.


Foto besar mereka yang terpajang didinding rumah, Bayi mungil yang sedang digendong Hendra, bayi lucu itu tersenyum ceria dan Hendra memeluk bayi itu seolah-olah itu adalah anaknya.


“Apa benar Ines menganggap ku sudah meninggal? Apa lelaki itu memaksa Ines menikah?’ gumam Nicolas pelan.


“Aku akan mengambilnya darimu, siapapun kamu dan apa tujuanmu dia adalah istriku,” ujar Nicolas.


 Rahang yang mengeras.


Teguran para penjaga yang tiba- tiba datang menyadarkannya, ia melangkah berusaha memperbaiki pipa air yang bocor, dengan cepat bisa diatasi yang sebenarnya tidak rusak hanya salurannya hanya di buka hingga membanjiri rumah tersebut.


Saat lengang dari mata pengawasan ia gunakan menyelidiki rumah itu, tapi ia sudah mengeliling rumah tidak ada tanda tanda Ines dan anaknya ada di Rumah tersebut,


“Kemana mereka …?” tanya Nicolas.


Sebelum para penjaga memergokinya ia memutuskan keluar sebelum kepergok orang –orang Hendra.


Dia baru menyadari kalau gerak- geriknya sudah dilihat di kamera pengintai yang terpasang dihampir seluruh pojok ruangan rumah tersebut.


Karna pengawasan di rumah Hendra memiliki, pengawasan yang berlapis, cctv di mana mana dan pengawal di tiap pojok, bahkan pagarnya dipasangi aliran listrik.


“Ini untuk apa?”


Nikolas semakin yakin kalau anaknya ada yang tidak beres, ia berpikir kalau Ines dan anaknya dalam bahaya.

__ADS_1


Sayangnya ia tidak mengerti bahasa Jerman, saat para penjaga itu bicara Nicolas tidak begitu paham.


 “Harusnya aku belajar dari Ines dari dulu,” gumamnya pelan.


Saat menyelidiki  rumah tersebut, sayang  seribu sayang Nicolas harus tertangkap. Ini namanya penyelamat. Butuh diselamatkan.


Gelagatnya yang mencurigakan ternyata diawasi para penjaga itu,


“Iya ampun mati aku !” mau tidak mau ia harus menelan alat komunikasinya dengan Heru  sebelum mengetahui hubungan mereka.


Dia ketahuan orang suruhan Heru maka harus menerima ganjarannya, untung temannya orang Jerman kalau tidak komunikasi diantara mereka dengan para penjaga tidak pernah nyambung, dan mungkin dia akan disiksa terus-terusan tanpa mengerti apa yang diucapkan.


Karna para penjaga berbadan tegap itu tidak paham bahasa Inggris ia hanya tau bahasa negaranya bahasa Jerman, sedangkan Nikolas tidak mengerti bahasa Jerman. Tapi ia mencoba berkomunikasi dengan bahasa Internasional yaitu Bahasa Inggris.


Tapi sayang mereka tidak saling mengerti dan bogem mentah sudah beberapa kali melayang ke wajah Nicolas menyebabkan bibir itu mengeluarkan kecap merah.


Walau diluar terlihat sebagai orang lain, tetapi balik topeng karet elastis itu ada wajah aslinya yang ikut terluka.


Untungnya Teman Orang Jerman nya menjelaskan, berdalih kalau mereka mencari Informasi tentang Bos Hendra, mereka terpaksa mengaku dari organisasi lain.


Mereka menyebut kalau Bos mereka itu seorang pemasok narkoba di bagian Jerman barat, dan disuruh menyelidiki Bos Hendra yang notabene sekarang ikut bergabung dengan organisasi  yang terbilang besar. Setelah mereka menyingung tentang organisasi dunia hitam, sepertinya masalah akan semakin besar saja mereka hadapi.


Mereka bisa bayangkan.hidup mereka berdua sekarang sudah diujung tanduk.


Bos besar tempat Hendra bergabung dikenal dengan segala kesadisannya, Ia sudah lama tau hal itu, waktu menyelidiki Suroto dan sekarang akan terulang lagi padanya.


Semua itu mereka lakukan atas anjuran Heru yang tidak menyangkutkan Nama Ines dan Nikolas didalam penyamaran mereka.


Bisa bisa kelurga di Indonesia akan kena getahnya jika saja Nikolas terbongkar penyamarannya.


Diikat dan mulut dilakban,tinggal menuggu Hendra memberi perintah, tapi sepertinya lelaki itu sibuk mencari Ines, dan menyuruh keduanya akan segera di lenyapkan dan menyuruhnya tidak meninggalkan jejak sedikitpun.


Mata Nicolas saat ini sudah ditutup mulut dilakban dan tangan diikat kebelakang. Kini ia pasrah karena hidupnya di ujung kematian.


“Haruskah begini akhir cerita hidupku?” tanya Nicolas, ia masih berharap ia selamat.


Kini mata itu  dalam kegelapan dan ketakutan


‘Aku bukan takut karna kematian.


Tapi aku takut orang yang aku rindukan tidak bisa lagi ku sapa dengan kata kata cintaku, aku takut tanganku tidak bisa lagi membelai wajah mereka, rasa rinduku selama ini untuk mereka hanya sebuah angan-angan semata’ ucap Nikolas, ia mencoba melawan ketakutan nya, mereka berdua diikat dengan kedua mata tertutup.


Memohon pada sang Empunya Hidup, agar sekali ini saja ia diberi kesempatan bertemu kedua orang yang sangat ia rindukan.


Anak dan wanita yang ia cintai, hanya ingin meminta maaf pada Ines karena membawanya dalam masalah.


Mereka berdua di masukkan dalam mobil, dan sepertinya mobil boks tertutup, karena terbatasnya pasokan udara yang masuk. Hingga ia merasakan tenggorokannya tercekik karna kekurangan oksigen.


Sikap pasrah hanya itu yang ia lakukan, dan berharap keajaiban datang, peluh keringat kini membasahi wajah dan tubuh mereka berdua.

__ADS_1


Ia hampir mati sebelum di Lenyapkan, hingga akhirnya berhenti entah dimana.


Bersambung...


__ADS_2